Menu

Sidang Dugaan Pembunuhan Adek Firdaus, PH Hadirkan Saksi Ahli dan A De Charge

  Dibaca : 385 kali
Sidang Dugaan Pembunuhan Adek Firdaus, PH Hadirkan Saksi Ahli dan A De Charge
HADIRKAN SAKSI— Penasehat Hukum (PH) terdakwa hadirkan saksi ahli saksi a de charge (saksi yang meringankan terdakwa) pada sidang dugaan pembunuhan Adek Firdaus di Teluk Bayur.

PADANG, METRO
Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa menghadirkan saksi a de charge (saksi yang meringankan terdakwa) dan dua saksi ahli, terkait kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan terdakwa Efendi Putra (31) dan Eko Sulistiyono (29), dengan korban Adek Firdaus. Menurut keterangan saksi a de charge yaitu Hamka, yang merupakan komandan regu, menerangkan, pada saat kejadian, saksi Hamka, melihat kedua terdakwa tidak mengalami luka. “Saya hanya fokus kepada korban saja buk jaksa,” katanya, Kamis (3/9) di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang.  Hamka menambahkan bahwa, korban sering melakukan tindakan pencurian diarea  tersebut.

Sedangkan saksi Syafrizal Irawan,yang merupakan Kementerian Perhubungan Laut, menuturkan, untuk di area terbatas seperti di Pelabuhan Teluk Bayur, tidak bisa sembarangan orang masuk dikarena objek vital nasional. “Kalau sudah terlanjur masuk, orang yang tidak berkepentingan di area tersebut, maka harus ditangkap dan diserahkan kepada yang berwenang,”ujarnya.

Sementara saksi Dr Fitriati yang merupakan, ahli hukum pidana di Universitas Ekasakti (Unes) Padang, mengatakan, pembelaan terpaksa adalah adanya serangan dan ancaman seketika, dari orang lain.  “Hal ini sesuai dengan pasal 49 KUHP,” katanya.

Disebutkannya, serangan seketika dilakukan secara langsung dan spontan. Kedua terdakwa yang didampingi PH terdakwa, Sahnan, Sonny Dali Rakhmat, Medi Afrizal,dan tim, tampak terdiam saat persidangan berlangsung. Sidang diketuai oleh Leba Max Nandoko beranggotakan Yose Ana Rosalinda dan Agnes Sinaga, melanjutkan sidang pada tanggal 7 September 2020. Dalam dakwaan dijelaskan, pada 1 Januari 2020 bertempat di dermaga beton umum, Pelabuhan Teluk Bayur. Terdakwa Efendi bersama  Eko, yang merupakan security  di area beton umum Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, melakukan patroli dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah melakukan patroli, terdakwa Efendi berhenti  dan turun dari sepeda motor menuju  ke dermaga umum, sedangkan terdakwa Eko melanjutkan patroli sendiri dengan berjalan kaki dan menuju ke dermaga VII, serta duduk di pos jaga. Tak lama kemudian, terdakwa Eko melihat Adek Firdaus (korban) masuk ke dermaga VII. Melihat hal itu, terdakwa Eko menghampiri korban dan menegurnya, karena area tersebut dilarang untuk dimasuki. Saat itu, korban beralasan masuk ke area tersebut untuk memancing.

JPU menyebutkan, pada waktu korban ke luar dari area, ternyata korban malah masuk ke mes PT. CSK. Namun keberadaan korban diketahui oleh terdakwa  Eko, dan terdakwa pun kembali menyuruh korban untuk ke luar dari mes. Terdakwa Eko meminta bantuan berupa isyarat, kepada terdakwa Efendi.

Disaat untuk meninggalkan kawasan tersebut, korban marah dan berkata kasar, kepada kedua terdakwa. Terdakwa Eko menarik lengan jaket korban, dan korban pun melawan, sehingga terjadi pemukulan dan perkelahian. Namun pada saat itu, terdakwa Eko yang saat itu, memegang tongkat, sempat terjatuh ke lantai pada waktu perkelahian.

Kemudian tanpa disadari, ternyata korban memegang pisau, dan terdakwa Efendi melihat hal tersebut. Pada saat itu lagi-lagi perkelahian kembali terjadi, namun kali ini terdakwa Efendi membantu terdakwa Eko hingga pisau yang dipegang korban jatuh. Tanpa disadari, korban memiliki golok yang disimpan di dalam jaketnya dan korban kembali menyerang terdakwa Efendi.

Perkelahian tersebut membuat korban mengeluarkan darah, karena terdakwa Efendi berhasil mengambil pisau milik korban yang terjatuh dan menusukkan ke paha sebanyak satu kali dan ke arah dada korban juga satu kali, hingga korban tertelungkup. Akibatnya korban meninggal dunia.

Atas perbuatan tersebut, JPU menjerat terdakwa Eko dengan pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP, Pasal 351 ayat (1) KUHP. Sedangkan terdakwa Efendi dijerat pasal 338 jo 55 ayat 1 ke (1), pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP dan pasal 351 ayat (3) KUHP. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional