Menu

Siap-siap Sekolah di Januari 2021

  Dibaca : 127 kali
Siap-siap Sekolah di Januari 2021
Ilustrasi

SUDIRMAN, METRO
Wacana akan dimulainya sekolah pada Januari 2021 di daerah zona hijau dan kuning ditanggapi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi. Ia mengatakan, Kota Padang siap untuk membuka sekolah lagi, jika memang nanti ada instruksi resmi dari pemerintah pusat.

“Kita siap saja buka sekolah di Januari. Cuma surat tertulisnya pada kita belum ada. Kita tunggu saja,” ungkap Habibul.

Ia mengatakan, untuk membuka sekolah di masa pandemi, tentu akan diikuti dengan formula aturan belajar mengajarnya. Mulai dari jarak tempat duduk. Bisa saja nanti karena keterbatasan ruang kelas, belajar bisa dibagi per shif. “Tentu nanti, kalau memang diperbolehkan ada aturan atau formulanya. Bisa jadi sekolah dengan shif nanti,” katanya.

Seperti yang diketahui, hingga saat ini, peoses belajar mengajar masih lewat online atau daring. Akibatnya, banyak anak yang tidak mengerti dengan pelajaran yang sedang mereka bahas karena tak ada interaksi langsung dengan guru. “Banyak yang tidak dimengerti. Soalnya guru cuma ngasih tugas tanpa ada menerangkan pelajaran,” sebut Nanda (13), salah seorang pelajar SMP di Kota Padang.

Nanda sendiri mengaku sangat kangen belajar di sekolah. Selain dapat bertemu dengan teman-teman dan guru, ia juga merasa lebih mengerti saat berinteraksi langsung dengan gurunya. “Kalau ada guru yang menerangkan, lebih cepat pahamnya,” sebut Nanda.

Pelajar lainnya, Uki (17), juga mengakui hal demikian. Pelajar salah satu SMK di Kota Padang ini juga sangat berharap bisa bersekolah lagi. “Taragak basobok kawan-kawan. Kalau kini bosan bana di rumah taruih,” tandas Uki.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan secara resmi Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Pengumuman panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka ini dilakukan lebih awal agar pemerintah daerah bisa melakukan berbagai persiapan. Mendikbud Nadiem Makarim mengungkapkan, kewenangan untuk memberikan izin pembelajaran tatap muka, diserahkan kepada kepala daerah. Namun, ada beberapa ketentuan yang harus menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam pemberian izin pembelajaran tatap muka.

“Kepala daerah harus melihat tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai daftar periksa,” kata Nadiem Makarim pada pengumuman SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (20/11).

Selanjutnya, akses terhadap sumber belajar/kemudahan belajar dari rumah, dan kondisi psikososial peserta didik. Pertimbangan berikutnya adalah kebutuhan fasilitas layanan pendidikan bagi anak yang orang tua/walinya bekerja di luar rumah, ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan, tempat tinggal warga satuan pendidikan, mobilitas warga antar kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa, serta kondisi geografis daerah.

“Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan tetap hanya diperbolehkan untuk satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangah pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan,” bebernya.

Selanjutnya, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun). Daftar periksa berikutnya adalah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid yang tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.

Terakhir terangnya, mendapatkan persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali. Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat terdiri dari kondisi kelas pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional