Menu

Siap-siap Belajar Tatap Muka di 2021, Ortu Diminta Antar Jemput Anak ke Sekolah

  Dibaca : 96 kali
Siap-siap Belajar Tatap Muka di 2021, Ortu Diminta Antar Jemput Anak ke Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi

AZIZ CHAN, METRO
Bagi siswa SD, SMP se-Kota Padang diharapkan segera bersiap-siap. Soalnya pada awal 2021 nanti, semuanya sudah kembali bersekolah. Para orang tua diharapkan mendukung program kembali ke sekolah di masa pandemi Covid-19 ini.

Salah satunya adalah dengan menyanggupi untuk mengantar dan menjemput anak ke sekolah. Hal ini untuk menghindari anak naik angkutan yang berpotensi menularnya penyakit Covid-19.

“Artinya, sebelum kita terapkan kebijakan kembali ke sekolah, harus ada dulu kesediaan dari para orang tua untuk mengantar atau menjemput anak ke sekolah. Hal ini untuk meminimalisir penularan Covid-19,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi, Kamis (10/12).

Selain itu, menurut Habibul, ada banyak regulasi yang diterapkan nantinya di sekolah untuk meminimalisir penularan. “Kuncinya adalah di masa pandemi ini, kapasitas ruang lokal belajar itu cuma 50 dari kondisi biasa. Dan lama jam belajar juga dikurangi jadi setengahnya,” tukasnya.

Habibul mencontohkan, jika pada kondisi biasa selokal itu muat maksimal 40 murid, sekarang cuma 20 murid saja selokalnya. Jam belajar pun dikurangi jadi setengahnya. Ia mencontohkan pada pelajaran agama bisa mencapai 4 jam, sekarang cuma dipangkas jadis separuhnya.

Ia menjelaskan, terkait teknis pembagian lokal serta jam mengajar nantinya akan diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah untuk mengaturnya. “Bisa saja diterapkan pershift atau sehari belajar sehari libur. Atau bisa juga tiga hari belajar tiga hari libur. Disesuaikan dengan jam pelajaran guru karena lokalnya sudah dibagi,” tandasnya.

Habibul mengatakan, bahwa semua itu dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19. Dan jika diketahui ada satu warga sekolah yang terkena, maka sekolah akan diliburkan. Hal ini untuk meminimalisir penularan.

Selain itu, kata Habibul, semua siswa dan guru juga akan diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua sekolah, kata dia sudah diminta untuk menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Seperti tempat cuci tangan. “Kalau sarananya di sekolah-sekolah kita sudah memadai,” tandas Habibul.

Saat ini, sebagian besar pelajar sudah merindukan untuk kembali bersekolah. Selama mereka belajar online, mereka mengaku banyak yang tidak mengerti dengan materi yang disampaikan. “Banyak ndak ngerti. Karena guru tak ada yang menerangkan pelajaran. Jadi pas ujian sembarang isi saja atau lihat di google” tandas Irzan (14).

Remaja ini mengaku sangat rindu untuk bersekolah lagi dan bertemu teman temannya kembali. “Kita siap pakai masker asal bisa sekolah lagi,” tandasnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional