Menu

Siap-siap Bagi Pengendara, 14 Hari ke Depan Ada Razia

  Dibaca : 267 kali
Siap-siap Bagi Pengendara, 14 Hari ke Depan Ada Razia
PERIKSA KELENGKAPAN— Salah satu personel Polresta Padang memeriksa kelengkapan surat-surat saat melaksanakan Operasi Patuh Singgalang 2020, beberapa waktu lalu.

M YAMIN, METRO
Selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2020, Satlantas Polresta Padang akan menggelar Operasi Zebra Singgalang 2020. Dalam kegiatan tersebut, polisi akan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif.

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan kegiatan pendisiplinan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Dalam hal ini, Polresta akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan instansi terkait lainnya.

“Dalam kegiatan tersebut, kami akan memberikan sosialisasi terkait prokes Covid-19 serta pembagian masker bagi pengendara yang tidak memakai atau lupa memakai masker,” ujar Kasatlantas Polresta Padang, AKP Syukur Hendri Saputra, Minggu (25/10).

AKP Syukur menambahkan, pelanggar yang membuat atau membahayakan dirinya dan pengendara lain akan ditindak. Ada tiga jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama dalam pelanggaran tersebut. “Sanksi bagi pelanggar tersebut mengacu pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bagi pengendara yang melanggar lalu lintas, bisa hukuman berupa ancaman pidana kurungan atau denda dengan jumlah besar,” sebut AKP Syukur.

AKP Syukur menjelaskan, tiga jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama dalam Operasi Zebra 2020. Yaitu melawan arus lalu lintas, pelanggaran garis berhenti (stop line), dan tidak menggunakan helm.

“Jika ada pemotor yang melanggar dengan tidak menggunakan helm SNI, begitu juga pemotor yang membiarkan penumpangnya tidak menggunakan helm SNI, siap-siap dikenakan ancaman hukuman yang menurut UU No. 22 Tahun 2009 akan terancam pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu,” sebutnya.

Pemotor yang melanggar rambu-rambu dan marka jalan, termasuk stop line terangnya, bakal terancam pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. “Selanjutnya, bagi pelanggar lalu lintas yang melawan arus akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar lalu lintas yang melawan arus dikenakan Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu,” jelasnya.

Selain itu ungkap AKP Syukur, sebagai pengendara tentunya wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai syarat untuk dapat mengemudikan kendaraan pada lalu lintas wilayah hukum di Indonesia. Dalam pelaksanaan Operasi Zebra, kerap kali polisi memeriksa masa berlaku SIM pengendara tersebut.

“Untuk itu, bagi pengendara yang akan berpergian jangan lupa cek masa berlakunya SIM anda, apabila sudah mendekati masa kadarluarsa, ada baiknya untuk segera diperpanjang. Serta jangan lupa untuk selalu memakai masker apabila keluar rumah baik berkendara maupun tidak,” tukasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional