Menu

Siagakan Pangan, Pemkab Terapkan Tiga Skenario

  Dibaca : 269 kali
Siagakan Pangan, Pemkab Terapkan Tiga Skenario
VICON—Plt Bupati Solsel H Abdul Rahman bersama jajarannya saat melakukan video conference dengan Kemendagri, KPK, BPKP, dan BPK di aula tansi ampek kantor bupati.

Sebagai upaya untuk menyiagakan kebutuhan pangan bagi masyarakat  Kabupaten Solok Selatan (Solsel) yang terdampak Covid-19, Plt Bupati kabupaten itu, H Abdul Rahman menyiapkan tiga skenario pangan. “Pemerintah daerah, harus hadir disaat warganya membutuhkan. Disamping masalah kesehatan, dampak virus corona juga berimbas ke sektor pendapatan masyarakat karena tidak bisa bekerja,”ujarnya usai melakukan video conference dengan Kemendagri, KPK, BPKP dan BPK di aula tansi ampek kantor bupati, Rabu (8/4).

Dia menjelaskan, jika masyarakat tidak bisa bekerja tentu mereka akan sulit mendapatkan pangan untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Untuk itu pemerintah harus menyiagakan kebutuhan pangan untuk masyarakat karena mereka tidak bisa bekerja seperti biasa. Dimana yang pertama dilakukan adalah mendata kebutuhan, berapa jumlah masyarakat yang akan dibantu, ini sangat diperlukan agar bantuan bahan pangan tepat sasaran.

Kemudian sumber mendapatkan pangan itu dari mana, diantaranya ada dari bantuan Pemerintah Provinsi, juga yang kita beli sendiri dari anggaran kabupaten, kita alokasi sesuai dengan kebutuhan yang diketahui. Setelah itu skenario pendistribusian, ini yang perlu diperhatikan dengan cermat, sebab walaupun sudah ada rumus pembagian bantuan tersebut, bisa jadi dengan menerakan rumus itu saja tidak seluruh masyarakat yang membutuhkan akan mendapat bantuan. “Untuk pendistribusian perlu kecermatan, karena bisa saja ada masyarakat yang membutuhkan akan terlewati. Untuk itu perlu di data berupa kebutuhan dan berapa masyarakat penerima dengan jelas,”ungkapnya.

Menurutnya, harus ada situasi khusus yang mungkin menyimpang dari rumus pembagian bantuan, untuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sudah harus dibuat skenarionya, perlakuan kita seperti apa, mungkin yang tidak dapat bantuan dari pemerintah, diberikan bantuan sembako yang didapatkan dari bantuan-bantuan perusahaan yang ada di kabupaten ini. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Periknan Solsel, Del Irwan, menyebutkan, DTKS harus sudah ada terlebih dahulu “by name by adress” setelah itu baru mendapat bantuan dari provinsi.  “Masyarakat yang dibantu harusnya yang sudah terdaftar dalam DTKS,”jelasnya.

Ia menyebutkan, Solsel mempunyai jatah beras 100 ton dari Bulog sebagai beras cadangan pemerintah yang bisa diambil apabila dalam keadaan darurat. Untuk bulan mei juga akan diminta bantuan ke Bulog sebanyak 50 ton. Sehingga tiga bulan kedepan tidak ada masalah lagi dengan ketersediaan beras di Solsel. Disamping itu, pemerintah daerah juga akan meminta bantuan telur dan ikan kemasan ke Pemerintah Provinsi. ”Nanti tiap orang akan mendapat 30 butir telur dan satu kaleng ikan kemasan kaleng,”katanya.

Ditambahkan, pihaknya telah membuat prediksi ketersediaan pangan untuk bahan pokok sampai bulan oktober, jika terjadi keadaan darurat, yang kurang itu adalah daging ayam, telur, susu, dan bawang putih. Sementara ketersediaan beras mencukupi. ”Untuk kebutuhan beras hingga Oktober, kita mencukupi, hanya ada beberapa kebutuhan pokok yang kurang apabila terjadi keadaan darurat,” ujar. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional