Menu

Si Bisu Pemenggal Selingkuhan Pacar Dituntut 15 Tahun

  Dibaca : 418 kali
Si Bisu Pemenggal Selingkuhan Pacar Dituntut 15 Tahun
M Ali Ramdhani

Palu sidang
PADANG, METRO–Dengan bahasa isyarat, Nestorius Saleleubaja (35) memohon pada hakim. Tangannya bergerak-gerak, mengisyaratkan dia benar-benar bermohon dalam persidangan, Kamis (29/10). “Saya ingin pulang pak hakim. Saya Rindu ibu,” begitu kira-kira arti bahasa isyarat Nestorius, tak lama setelah dia dituntut 15 tahun penjara karena memenggal kepala selingkuhan pacarnya.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Limra Mesdi dari Kejari Tuapejat menjerat Nestorius dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. “Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Marsius Salamanang (61),” ungkap Limra.

Setelah tuntutan dibacakan, penerjemah langsung memberitahukannya kepada Nestorius. Tahu dia dituntut lama, Nestorius yang memang bisu, langsung berdiri. Dengan bahasa isyarat pula, dia memohon keringanan pada hakim. “Saya menyesal sudah melakukan perbuatan tersebut dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” ujarnya bermohon kepada majelis hakim yang diketuai Hakim Mahyudin beranggotakan Irwan Munir dan Harlina Rayes.

Pembunuhan sadis terhadap Marsius dilakukan Si Bisu pada Juli lalu. Pembunuhan dilatari kecemburuan Nestorius kepada Marsius yang akan melamar pacarnya Artati. Pembunuhan sadis ini sontak menggemparkan warga Dusun Bubugra, Desa Matiobe, Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai. Warga merinding menyaksikan kondisi Marsius yang penuh luka robek. Kepalanya nyaris lepas dari badan. Terkulai. Hanya sedikit daging dan kulit leher sebagai penahan. Kalau tak, sudah berpisah kepala dari badannya.

Amukan Si Bisu juga membuat empat jari tangan kiri Marsius putus. Punggungnya luka memanjang. Sebagian kulit kepala juga menggelupas akibat sabetan parang yang sebelum digunakan, diasah dulu hingga berkilat oleh Si Bisu.
Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Irwan Munir, beranggotakan Hakim Mahyuddin dan Herlina, kronologis pembunuhan sadis terkuak secara gamblang.

Ketika ditanya hakim soal proses pembunuhan, Si Bisu beberapa kali meletakkan tangan di lehernya sebagai isyarat kalau dia menebas kepala Marsius. Dia juga memberagakan cara menebas punggung, kepala dan jari korban. ”Katanya, korban ditebas pakai golok di leher, kepala, punggung dan tangan. Empat jari korban putus,” kata penerjemah pada majelis hakim.

Pembunuhan sadis itu bermula pada 18 Juli lalu. Si Bisu yang sedang duduk-duduk di warung, diberitahu oleh temannya kalau Ariati, wanita yang sudah dipacarinya sejak tahun 2014, juga menjalin hubungan dengan Marsius. Tak sedakar berhubungan khusus, Marsius yang sudah berusia lanjut, bahkan dikabarkan berencana untuk melamar Ariati dalam waktu dekat.

“Lebih baik kamu potong duluan, dari pada yang mendapatkan Ariati dia (korban-red),” ucap beberapa orang pada Si Bisu.

Entah karena salah tafsir atau benar-benar sakit hati. Kata-kata “potong”, yang dikatakan teman-temannya diartikan Si Bisu, kalau dia harus memotong Marsius. Membunuhnya, hingga tidak ada lagi yang mengganggu hubungannya dengan Ariati. Padahal, kata “potong”, yang disebutkan itu untuk mengistilahkan kalau Si Bisu harus lebih dahulu melamar Ariati dibandingkan Marsius. Dari sana, Si Bisu mulai merencanakan pembunuhan dan beraksi. Leher Marsius digoroknya. (ben)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional