Menu

Shalat Ied di Kota Padang, Warga Banyak Langgar Prokes, Saf Tidak Diatur, Tidak Jaga Jarak

  Dibaca : 65 kali
Shalat Ied di Kota Padang, Warga Banyak Langgar Prokes, Saf Tidak Diatur, Tidak Jaga Jarak
M Ali Ramdhani

SUDIRMAN, METRO–Pelaksanaan shalat Idul Adha, Senin (20/7) di sejumlah titik di Kota Padang masih banyak melanggar protokol kesehatan. Selain pelak­sanaan shalat yang tidak berjarak, sebagian warga juga tetap cuek tak  bermasker.

Pantauan POSMETRO di salah satu masjid terbesar di kawasan Kuranji, Kota Padang, pelak­sa­na­an ibadah shalat Idul Adha dimulai sekitar pukul 08.00 lewat. Warga berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanaan ibadah shalat. Sebagian mereka banyak tak pakai masker,terutama masya­rakar seputaran masjid. Shaf dalam shalat juga tak diatur dan  berjarak.

Mode biaso sajo nyo, manga pulo shalat bajarak. Yang sakik, pasti nyo dak shalat. Yang pai shalat ka masjid pasti yang  badannyo maraso sehat,” ungkap Udin (56), salah seorang warga.

Sementara warga lain­nya, Yanni (36) mengatakan masih banyaknya mas­yarakat yang melanggar protokol kesehatan karena belum ada kasus  korban covid yang meninggal yang nampak nyata di mata me­reka. Selama ini, kata Yan­ni, warga hanya melihat di TV saja. Biasanya, kata dia, efek jera baru dirasakan masyarakat setelah ada korban dari pihak keluarga. Apalagi sampai ada yang meninggal dunia.

Kalau alah ado nan ma­ning­ga bagian ka keluarga nyo karano covid, baru ma­syarakat ko takuik dan namuh pakai masker mah. Tapi kalau masih sehat sehat sajo, hilang penciuman, atau gejala ringan, nyo menganggap masih bia­so,” tandas Yanni.

Kepala Sat Pol PP Pa­dang, Alfiadi mengatakan semua aturan terkait pe­lak­sanaan Idul Adha, tata laksana kur­ban dan hu­bu­nganannya dengan Pem­berlakuan Pem­batasan Ke­gia­tan Masya­rakat (PPKM) yang telah diber­la­kukan di Kota Padang, telah dijelaskan dalam surat edaran wali kota.

Wali Kota Padang Hen­dri Septa telah membo­leh­kan shalat Idul Adha di mu­shalla atau masjid di dekat tempat tinggal masing-masing de­ngan memakai protokol ke­sehatan. Panitia kurban juga diminta me­ngan­tarkan lang­sung da­ging kurban ke rumah ma­syarakat penerima kur­ban untuk menghindari keru­mu­nan.

“Aturannya sudah jelas. Tim Satgas Covid-19 sudah dibentuk. Lurah dan camat juga berperan aktif mela­kukan pemantau di ma­syarakat,” tandas Alfiadi. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional