Menu

Shalat Idul Adha dengan Protokol Covid-19

  Dibaca : 93 kali
Shalat Idul Adha dengan Protokol Covid-19
PERSIAPAN— Pemko Bukittinggi menggelar rapat persiapan membahas serangkaian kegiatan untuk pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1441 H serta pemotongan hewan kurban.

Bukittingi metro
Pemko Bukittinggi tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan untuk pelaksanaan ibadah Idul Adha 1441 H. Di mana, untuk tahun ini, memang ibadah kurban akan dilaksanakan tetap dengan menjalankan protokol Covid-19.

Kakan Kemenag Bukittinggi melalui Kasi Bimas Islam, Gazali menjelaskan, Idul Adha 1441 Hijriah, diperkirakan jatuh tanggal 31 Juli. Shalat Idul Adha, tetap akan dilaksanakan di Lapangan Wirabraja, dengan protokol Covid-19. “Tahun lalu, penyemblihan hewan kurban di Bukittinggi berjumlah 1.035 sapi dan 85 ekor kambing. Kita berharap, tahun ini jumlahnya juga cukup banyak. Sehingga banyak juga warga terbantu. Namun demikian, tentu di masa pandemi covid-19 ini, protokol kesehatannya harus tetap dijaga,” ujar Gazali.

Setiap warga yang mampu dianjurkan selalu melaksanakan ibadah kurban. Karena hal itu merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan dapat membantu saudara yang kekurangan.

Syarat hewan yang boleh dijadikan hewan kurban, sapi, kambing, domba dan unta. Usia hewan sapi 2 tahun atau sudah lepas satu gigi, domba 1 tahun, dan hewan kurban tidak boleh cacat. Penyemblihan dilakukan setelah shalat Idul Adha dan berakhir pada 13 Zulhijjah.

Kadis Pertanian dan Pangan, Ismail, menjelaskan, untuk Bukittinggi pada umumnya, hewan yang dikurbankan, sapi dan kambing, beberapa daerah juga ada mengurbankan hewan kerbau. Kesehatan hewan akan diperiksa saat dipilih untuk jadi hewan quban. Setelah disemblih akan diperiksa kesehatan isi perut dari hewan kurban itu.

“Selain kesehatan hewan, warga juga harus ikut patuhi protokol Covid-19. Pembatasan dalam menyaksikan proses penyemblihan hewan. Daging hewan harus segera didistribusikan, antara panitia harus berjarak, di lokasi penyembelihan, harus ada fasilitas cuci tangan. Salaman antar warga juga diminimalisir. Ubah pola salaman, jangan dulu bersentuhan. Karena kita harus ikut mencegah penyebaran Covid-19 ini,” ujar Ismail.

Kabid perikanan, peternakan dan kesehatan hewan, Abdul Halim, menyampaikan, jumlah hewan qurban tahun lalu mencapai 1035 ekor. Namun diprediksi tahun ini terjadi penurunan hingga 60-75 persen. “Panitia kurban diharapkan dapat segera melapor ke Dinas Pertanian. Intinya bagaimana koordinasi antara panitia kurban dengan kami, sehungga petugas pemeriksa kesehatan hewan dapat segera dilakukan. Sesuai aturannya, hewanbetina produktif tidak boleh jadi hewan qurban. Ini diatur dalam Undang-Undang, agar meningkatkan populasi ternak,” tegasnya.

Kasi Keswan dan Veteriner Dwi Karmedi menambahkan, mulai tanggal 27 Juli, petugas kesehatan hewan akan mengunjungi masjid dan mushalla yang ada di Kota Bukittingg untuk melaksanakan penyemblihan hewan. Saat ini terdapat 9 petugas pemeriksaan kesehatan hewan yang akan melayani 153 titik penyemblihan.

“Untuk itu, jangan tumpuk hewan jauh dari lokasi masjid atau mushalla. Agar petugas dapat memeriksa kesehatan hewan secara seksama. Daging setelah dipotong, ditumpuk di tempat yang bersih, dialas dengan daun pisang, agar lebih alami. Kesehatan hewan sebelum dan setelah qurban harus tetap diperhatikan. Jika ada cacing di bagian hati, langsung dibuang, paru paru jika berlendir harus dibuang,” tegasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional