Menu

Setahun, Mawar Digarap Bapak Tiri

  Dibaca : 372 kali
Setahun, Mawar Digarap Bapak Tiri
ILUSTRASI

SIJUNJUNG, METRO – Kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur semakin marak terjadi di Sijunjung. Anak-anak pun silih berganti menjadi korban. Parahnya, dari sejumlah kasus yang terjadi, pelakunya masih merupakan orang terdekat korban yang seharusnya melindungi tapi malah merusak generasi.

Seperti yang terjadi di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, kecamatan IV Nagari, seorang siswi SMP digarap berulang kali oleh ayah tirinya sendiri selama setahun. Kini, sang ayah bejat telah diamankan dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

Sebelumnya, petugas Polsek IV Nagari mendapat laporan terkait kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur, Sabtu (4/8). Keluarga Mawar (14)— nama tak asli melapor ke Mapolsek. Bermula ketika adanya pengaduan dari korban kepada bibinya atas peristiwa yang telah ia alami selama satu tahun terakhir oleh ayah tirinya bernama Sf (40).

Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir melalui Kapolsek IV Nagari, Iptu Taufik, Minggu (5/8) menyebut, mendapat laporan tersebut, anggota langsung bergerak dan menangkap pelaku saat berada di rumah keluarganya di Jalan Adinegoro, tak jauh dari rumah pelaku.

“Setelah menerima laporan kita memenangkap pelaku yang bersembunyi di rumah familinya. Pelaku kita amankan setelah adanya laporan kasus persetubuhan anak di bawah umur, yang mana korbanya merupakan anak tiri pelaku sendiri,” tutur Kapolsek.

Dari keterangan korban, katanya, pelaku dalam menjalankan aksi bejatnya selalu mengancam korban. Dia menakuti tidak akan menafkahi keluarga korban jika menolak keinginanya. “Itu terjadi berulang kali selama satu tahun. Namun akhirnya korban menceritakan perlakuan ayah tirinya itu ke bibinya, barulah perbuatan pelaku terungkap,” jelas Kapolsek.

Kini, pelaku sudah diamankan dan akan terus diproses hukum oleh penyidik. “Pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Kita mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan memberikan pengawasan serta perhatian kepada anak, agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” imbau Iptu Taufik. (e)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional