Menu

Sesuai SOP, Jenazah Covid-19 Berlaku Sama

  Dibaca : 584 kali
Sesuai SOP, Jenazah Covid-19 Berlaku Sama
Kadis Kesehatan Solsel Dr H Novirman

SOLSEL, METRO
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), penyelenggaraan jenazah bagi masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ataupun positif Covid-19, tetap menggunakan SOP yang sama, sesuai panduan Kemenkes serta protokol negara. “Jika ada warga yang meninggal dunia saat berstatus ODP, PDP, ataupun positif, penyelenggaraan jenazah tetap sama sesuai SOP yang telah ditentukan,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan (Solsel) Dr Novirman, Jumat (10/4).

Dia menjelaskan, jika SOP tidak dilakukan hal itu melanggar panduan Kemenkes serta protokol negara yang telah mengaturnya. Untuk itu proses itu perlu disampaikan agar masyarakat bisa mengetahui dan memahami ketika penyelenggaraan jenazah dilakukan sesuai dengan SOP yang ada yaitu memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Dimana, sesuai dengan panduan Kementrian Kesehatan pada revisi IV, bahwa penyebutan Suspect corona atau Covid-19 dalam bahasa medis artinya “diduga”, dan bukanlah positif Covid-19 . “Untuk itu diharapkan, agar masyarakat tidak menghujat keluarga maupun orang yang meninggal dunia pada saat berstatus ODP atau PDP,”ungkap Novirman.

Menurutnya, untuk penguburan jenazah tersebut, dilakukan oleh petugas khusus yaitu orang yang dibekali APD lengkap sesuai petunjuk penanganan jenazah Covid-19. “Petugas khusus penguburan itu maksudnya adalah orang yang menggunakan APD lengkap dari Covid-19dan bisa siapa saja yang bertugas menyelenggarakannya. Dan itu semua tentu dipandu oleh tenaga medis yang ada,” jelasnya.

Kemudian seluruh anggota keluarga yang kontak erat dengan pasien tersebut dilakukan rapid test Covid-19. ”Setelah dilakukan Rapid test, baik hasilnya negatif atau positif semuanya wajib mengisolasi diri selama 14 hari, dan menguatkan imunitas dengan memakan makanan bergizi” kata Novirman.

Dia mengatakan, dalam fase inilah masyarakat dilarang untuk menghujat keluarga almarhum. Dan semua itu perlu dilakukan untuk sebuah kehati-hatian, karena penyebaran virus terjadi secara massif hampir di seluruh negara di dunia. “Covid-19itu penyakit bukan aib, siapa saja bisa terinfeksi. Jadi, jangan katakan itu keluarga Corona,” kata Novirman.

Untuk itu diberitahukan kepada setiap keluarga pasien Suspect Covid-19, yang salah paham kepada petugas pada saat mengantarkan pasien ke rumah sakit. Ada yang menganggap petugas langsung memasukkan pasien kedalam keranda mayat, padahal itu Brankar, bukan keranda mayat. Gunanya untuk memobilisasi pasien ke ruangan perawatan dari IGD.

Dikatakannya, dihimbau kepada masyarakat untuk memutuskan mata rantai Covid-19, agar mematuhi himbauan pemerintah untuk tetap berdiam diri di rumah selama 14 hari terutama orang yang pulang dari rantau maupun ODP, (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional