Menu

Sertifikat MURI Diserahkan di Lantamal II Padang, Gubernur Harap Masuk Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO

  Dibaca : 91 kali
Sertifikat MURI Diserahkan di Lantamal II Padang, Gubernur Harap Masuk Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO
FOTO BERSAMA—Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Hargianto.S.E.,M.M.,M.Si (Han), Gubernur Sumbar Mahyeldi dan forkompimda foto bersama.

PADANG, METRO–Untuk mendukung dan mensukseskan makanan terlezat di dunia Rendang sebagai Warisan Budaya Indonesia ke UNESCO yang berasal dari Sumatera Ba­rat, Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Peme­rintah Sumbar dan se­jumlah Forkopimda meng­gelar gerakan bersama masak rendang serentak secara virtual di seluruh dunia, Sabtu (21/8).

Kedatangan Gubernur Sumbar H. Mahyeldi An­sharullah.S.P, Wakil Gu­bernur Sumbar Bapak Au­dy Joinaldi, Kapolda Sum­bar Irjen Pol Drs Toni Har­manto, Danrem 032/WBR Brigjen TNI Arief Gajah Mada, Danlanud Sutan Syahrir  Kolonel Pnb M.R.Y Fahlefie, Wali Kota Padang  Hendri Septa, serta be­berapa tamu undangan lainya. Mereka datang da­lam rangka memenuhi un­dangan Komandan Pang­kalan Utama TNI AL (Dan­lantamal) II Laksamana Pertama TNI Hargian­to.­S.E.­,M.M.,M.Si (Han).

Danlantamal sebagai inisiator pada acara Me­rendang Sedunia yang di­buka oleh ibu negara, Ibu Hj Iriana Jokowidodo. Ha­dir juga secara virtual Ibu Panglima TNI Ibu Nanny Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Umum Darma Per­tiwi dan juga sebagai wakil ketua II, Dewan Kerajinan Nasional atau Dekranas. Juga hadir perwakilan duta besar Indonesia di be­berapa negara. Ketua u­mum Jalasenastri Ny Vero Yudo Margono, Ketua u­mum Persit Kartika Chan­dra Ny Hetty Andika Per­kasa, Ketua Umum Pia A­ga­rini Ny Inong Fajar dan organisasi kewanitaan lain­nya. Tercatat lebih dari 2450 peserta zoom meting, di acara memasak rendang sedunia ini. Ini merupakan bagian dari pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia atau Muri, dalam hal masak rendang terbanyak pesertanya.

“Alhamdulillah, ser­tifi­kat Muri secara Nasional diterimakan ibu Nanny Ha­di Tjahjanto di Jakarta se­laku ketua umum Darma Pertiwi, sedangkan per­wakilan Muri juga menye­rahkan sertifikat Muri ke­pada Gubernur Sumbar, Danlantamal dan kepala Badan Usaha Logistik atau Bulog Sumbar yang ikut sebagai sponsor dalam penyelanggaraan ini,” ujar Laksamana Pertama TNI Hargianto.S.E.,M.M.,M.Si(Han).

I­ria­na minta seluruh masyarakat Indonesia di seluruh Indonesia dan du­nia untuk memasak ren­dang di masing-masing lokasi (di rumah atau da­pur) secara serentak di seluruh dunia.

Pada tahun 2011 ren­dang  telah dinobatkan menjadi 50 makanan te­renak di dunia versi CNN. Iriana menjelaskan, sejak tahun 2013, Randang telah ditetapkan sebagai Wa­risan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri Pen­di­dikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  “Saya mengajak pada masya­rakat seluruh di Indonesia, maupun di dunia untuk memasak rwndang saat ini di rumah. Mari dukung dan sukseskan, kita gaungkan Randang sebagai masakan terlezat dunia di seluruh Nusantara,” ajak Iriana.

Sementara itu, Gu­ber­nur Sumbar Mahyeldi me­nyambut baik dan menga­presiasi atas inisiasi Lan­tamal II untuk menye­lenggarakan kegiatan me­masak rendang serentak di seluruh dunia. “Ini meru­pakan momentum penting yang perlu kita catat, ka­rena pertama kali dilak­sanakan yang mengangkat warisan budaya dari Su­matera Barat dengan meli­batkan masyarakat dunia,” kata Mahyeldi.

Rendang merupakan salah satu makanan tra­disional Minangkabau (Su­matera Batat) yang sangat terkenal di seantero pen­juru nusantara bahkan telah dikenal di seluruh dunia.   “Hingga sampai sekarang, rendang kembali berhasil masuk menjadi salah satu makanan terbaik di dunia versi CNN,” ucap­nya.

Randang diambil dari kata Marandang, yakni suatu proses pengolahan lauk dasar santan yang dimasak sampai kan­du­ngan airnya berkurang.  Pada tahun 2019, Peme­rintah Provinsi Sumbar telah mengusulkan Ran­dang (Warisan Budaya Tak­benda Indonesia) ke dal­am Warisan Budaya Takbenda (ICH) UNESCO untuk pe­ngusulan tahun 2021 me­lalui Kementerian Pendi­dikan dan Kebudayaan RI.

Untuk mendukung pe­ngusulan Randang sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Pemerintah Pro­vinsi Sumbar telah  me­nyelenggarakan berbagai aktivitas seperti: meres­mikan Kampung Randang di Kota Payakumbuh dan semenjak 2012 telah mela­kukan berbagai kegiatan Festival Randang, mulai tingkat lokal, regional, na­sional dan internasional.

Pada Tahun 2012 Balai Pelestrarian Nilai Budaya (BPNB) Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan telah melakukan pene­li­tian/penelitian dan inven­tarisasi Karya Budaya Ran­dang serta menerbitkan Buku tentang Randang (In­ventarisasi Perlindungan Karya Budaya Randang Minangkabau, Warisan Le­luhur yang Mendunia). “Kita berharap sekali ran­dang dapat ditetapkan se­bagai Warisan Budaya Tak­benda Dunia (Intangible Cultural Heritage UNES­CO).  Randang juga mem­berikan dampak positif terhadap ekonomi rumah tangga masyarakat,” ha­rapnya. Selain itu, gube­r­nur juga berharap du­ku­ngan dari semua pihak, dengan berbagai aktivitas yang mendorong pene­tapan Randang sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (ICH UNESCO) dari Indonesia. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional