Menu

Sertifikat IG dari Kemenkumham Modal Peningkatan Kuantitas dan Kualitas, Pemko So­lok  Wujudkan Koto Solok jadi Lumbung Beras di Sumbar

  Dibaca : 114 kali
Sertifikat IG dari Kemenkumham Modal Peningkatan Kuantitas dan Kualitas, Pemko So­lok  Wujudkan Koto Solok jadi Lumbung Beras di Sumbar
Sebagai bentuk dukungan Wali Kota solok Zul Elfian turun langsung kesawah menanam padi anak daro .

KOTA SOLOK -Sebu­tan Kota beras, bisa jadi mendorong Pemerin­ta­han ­Kota (Pem­ko) So­lok ­untuk  meujudkan  kem­bali ­Kota Solok menjadi daerah lumbung beras di kawasan Sumatera Barat. Tidak saja berupaya meningkatkan produktifitas hasil pertanian khususnya tanaman Padi, Pemko Solok melalui Dinas Pertanian serta didukung oleh Organisasi Perangkat Da­erah (OPD) yang ada da­lam lingkungan Pemko Solok sendiri, juga berupaya meningkatkan kualitas beras dengan produk pertanian yang khas.

Anak Daro merupakan salah satu varietas padi unggul lokal yang telah menjadi kebanggaan warga Kota Solok. Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Solok Zul Elfian ikut turun kesawah guna mela­kukan Tanam padi varietas  anak daro dalam rangka mendukung ketersediaan beras anak daro indikasi geografis (IG).

WaLI Kota Solok Zul Elfian menyampaikan dukungan dan harapan kepada para petani dalam memajukan sektor pertanian.

Sertifikat IG yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Azasi Ma­nu­sia (Kemenkumham) pada Tahun 2018 dengan nama hak paten “Bareh Solok”, bisa jadi menjadi modal dalam mendorong upaya peningkatan kualitas dan kuantitas padi di Kota Solok. Hak paten ini mencakup tujuh kecamatan pada dua daerah ting­kat dua dengan rincian dua kecamatan di Kota Solok. Sertifikat yang telah dimiliki oleh Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) itu diakui Zul Elfian me­ru­pa­kan pengakuan yang ha­rus diujudkan. Dan MPIG­ ini akan bekerja sa­ma dengan Badan Usaha Layanan Daerah (BLUD) yang akan didirikan oleh Pe­merintah Kota Solok dalam usaha memurnikan beras Solok. “Seluruh taha­pan untuk menghasilkan be­ras Solok ini akan diawasi oleh BLUD dan MPIG yang dibantu oleh OPD terkait sehingga beras yang dihasilkan terjamin kemurniannya,” ha­rap Zul Elfian.

Kegiatan pananaman Padi varietas anak daro ini diharapkan Zul Elfian bertujuan untuk mendukung kesediaan produksi beras solok. selain itu juga bertujuan untuk menghindari adanya pemalsuan dan menjaga ketersediaan dan kualitas beras solok  Dukungan dari seluruh petani Kota Solok atas kerja ke­ras­nya selama ini mem­per­tahankan eksistensi Beras Solok perlu didukung. Namun Zul Elfian me­ng­ingatkan menanam padi perdana kali ini jangan ha­nya sebatas seremonial saja.

Ketika berbicara tentang luas areal ­pertania­n­yang tersedia di ­Ko­ta So­lok, memang tidak seluas areal pertanian yang ada didaerah lain di Sumatra Barat. Akan tetapi keterbatasan areal per­tanian­ ­yang hanya seluas 876 hektar, bukan berartiý ­Kota ­Solok berdiam dan tidak me­lirik sektor per­ta­nian ­se­bagai potensi yang men­janjikan secara ekonomis ”Upaya keras memang sangat dibutuh da­lam memanfaatkan dan me­ngem­bangkan sektor per­tanian ditengah-tengah keterbata­san lahan per­tanian yang ada,” Ungkap Zul Elfian terkait potensi yang ada disektor per­tanian.

Langkah untuk meningkatkan produktifitas sektor pertanian menjadi fokus perhatian Pemko Solok dalam menyikapi ketersedian lahan pertanian yang sangat terbatas. Secara bertahap pemanfaatan kemajuan teknologi pertanian, terus diperkenalkan dan diterapkan dalam pengolahan sawah bagi masyarakat petani. Tidak mudah memang, namun diakui Zul Elfian sekali lagi upaya keras harus dilakukan agar sektor pertanian di Kota Solok lebih bernilai ekonomis bagi masyarakat dan daerah. Bukan saja persoalan ancaman hilangnya lahan pertanian akibat kebutuhan perkembangan kota yang menjadi pemikiran Pemko Solok, namun merobah pandangan dan kebiasaan masyarakat petani dalam mengolah sawah juga menjadi tantangan.

Dari data yang ada pada Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Ko­ta Solok, terdapat 876 hektar hamparan areal persa­wahan sebagai penopang sektor pertanian. Lahan yang dapat dikatakan pro­duktif dalam artian dapat di­garap dua hingga 3 kali da­lam setahun hanya sekitar 667 hektar saja. Itupun didukung dengan sistim pengairan setengah teknis dan sederhana.ý

Sisanya sebanyak 209 hektar, hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun karena kondisi areal persawahan yang tadah hujan dan kurang didukung oleh sistim pengairan dan irigasi yang memadai. Pemanfaatan sistim pompa untuk mengalirkan air dari Batang Lembang ke areal persawahan masya­ra­kat yang terbilang tadah hujan, juga telah diupayakan agar pemanfaatan lahan pertanian lebih maksimal.

Atas kegiatan tersebut, Per­wakilan Kepala Dinas Per­kebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Pro­vin­si Sumatera Barat Yustia­di mengungkapkan apre­­­siasi kepada Kota Solok yang telah melaksanakan pe­­nanaman padi varitas anak daro.“Semoga kua­litas, kuantitas dan kon­­ti­­niu­tas­nya dijaga, se­hing­­ga petani yang selama ini sejah­te­ra akan tetap diusahakan le­bih sejahtera lagi” tegasnya. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional