Close

Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Minta Jalan Durian Taruang Diperlebar

RESES III — Ketua DPRD Padang Syafrial Kani, Anggota DPRD Sumbar Desrio Putra foto bersama dengan warga Kelurahan Pasar Ambacang, Durian Taruang, Kecamatan Kuranji pada reses III tahun 2021.

KURANJI, METRO–Ketua DPRD Padang Syafrial Kani melakukan reses III tahun 2021 Dapil II ( Kuranji-Pauh) di Masjid Raya Durian, Kelurahan Pasa Ambacang, Kecama­tan Kuranji. Senin (1/11). Warga Durian Taruang meminta pelebaran jalan ya­ng telah menyempit aki­bat mobilitas kendaraan yang lewat yang cukup tinggi.

Menurut Ketua RW VII Kelurahan Pasar Amba­cang  Anis  Jamal menyebutkan, permasalahan ma­cet di jalan Durian Taruang sangat mendesak, karena telah banyak terjadi kece­lakaan yang menyebabkan korban jiwa.

“Seperti diketahui, dua sekolah di sini, yakni MAN 1, MTsN 2 dan SD. Artinya jalur ini sudah padat. Maka dari itu kami bermohon kepada pemerintah agar ja­lan ini diperlebar,” katanya.

Ia mengatakan, se­pe­ngetahuannya sudah terjadi  6  insiden kecelakaan yang telah makan korba 3 orang meninggal dunia.

Sementara Ketua  Pemuda Durian Taruang Asrizal meminta bantuan sarana pembangunan lapangan sepakbola kepada Ketua DPRD Padang Syafrial Kani. “Selain permintaan untuk pelebaran jalan. Di Kelurahan Pasar Amba­cang khususnya daerah Du­rian Taruang membutuh­kan sarana olahraga,” katanya.

Menanggapi usulan war­ga tersebut Syafrial Kani mengatakan, untuk permintaan pelebaran ja­lan warga terlebih dahulu harus sepakat.

“Artinya warga dari simpang Bypass ke Kototingga harus duduk bersama agar jalan ini diperlebar. Kenapa demikian, apabila jalan diperlebar akan berdampak akan ada ta­nah warga yang terimbas. Apabila ada kesepakatan kita akan perjuangkan di DPRD supaya jalan ini di­perlebar,” kata Syafrial Kani yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Padang itu.

Di sisi lain, Syafrial Kani juga mengatakan segelumit persoalan di Kota Pa­dang yang harus diselesaikan secara bersama-sa­ma, antara lain, pendidikan, ekonomi, persoalan sosial lain.

“Sejak 2006 lalu  dicanangkan wajib belajar masih 9 tahun. Sedangkan daerah lain sudah 12 tahun wajib belajarnya. Termasuk masih kurangnya kelas baru  RKB) saat ini hanya 38 RKB SD dam SMP tentu jauh kurang sekali. Maka dari itu, kita akan dorong pemerintah untuk perma­salahan pendidikan ini,” katanya.

“Contohnya saja, pada penermaan siswa baru baru-baru ini. Banyak daerah di Kota Padang yang terkena blank zone spot, contohnya di Kelurahan Aia Pacah, tidak berlama-lama kita langsung mendesak Gubernur Sumbar agar segera mencarikan solusi. Alhamdulillah sarana sementara ada, terbentuklah kelas jauh SMA 13 Padang yang merupakan cikal ba­kal SMA 17 Padang, serta di Kalumbuk  filial SMP 18,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Anggota DPRD Sumbar Komisi IV Desrio  Putra yang menghadiri reses III tahun 2021 Ketua DPRD Padang Syafrial Kani. Desrio Putra menyebutkan, apabila di Kota Padang tidak ada anggarannya untuk pelebaran jalan tersebut, akan berupaya memperjuang di ting­kat provinsi.

“Tentu sesuai mekanisme. Karena jalan ini bukan masuk jalan provinsi, maka dari itu kita berharap agar dibisa nanti kita bersinergi agar usulan warga ini bisa diwujudkan. Ini merupakan ekspektasi masyarakat yang belum bisa diwujudkan pemerintah dan akan disampaikan pada pembahasan anggaran nanti,” ujarnya.

Pada reses tersebut Ketua DPRD Padang Syafrial Kani membantu Masjid Raya Durian Taruang, dana pokok pikiran sebesar Rp100 juta dan bantuan lainnya baik unttuk majelis taklim, lansia serta organisasi kepemudaan. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top