Menu

Sering Digusur, PKL Siapkan ”Hadiah” Akhir Tahun untuk Wako Padang

  Dibaca : 989 kali
Sering Digusur, PKL Siapkan ”Hadiah” Akhir Tahun untuk Wako Padang
PROTES— Jumat (27/12), PKL di Jalan Sandang Pangan kembali digusur petugas Satpol PP dan Dinas Perdagangan. Banyak pedagang yang protes dan menilai petugas tebang pilih. Rencananya, Senin (30/12) ratusan pedagang itu bakal demo ke DPRD untuk menuntut wako atas nasib mereka yang sering digusur dan ‘dipimpong’ petugas.

PASAR RAYA, METRO–Ikatan Pedagang Kecil (IPK) yang mewadahi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di jalan Sandang Pangan bakal memberikan hadiah akhir tahun kepada wali kota. Rencananya, Senin (30/12) ratusan pedagang itu bakal demo ke DPRD kota Padang guna menuntut wali kota atas nasib mereka yang sering digusur dan ‘dipimpong’ petugas.

Jumat (27/12), pedagang kembali digusur. Sebagian perkakas mereka diangkat petugas Dinas Perdagangan dan dibawa. Akibatnya, mereka tak bisa berjualan. Perlakuan ini diakui pedagang sudah dialaminya sejak dua hari lalu.

Selama ini menurutnya aturan terhadap pedagang sering berubah-ubah. Terkadang diizinkan berjualan dan diberi kanopoli untuk berlindung dari panas terik. Terkadang mereka ditertibkan. Barang mereka diambil paksa.

“Kami sudah lelah diperlakukan seperti ini. Kami sedang berjualan, barang diangkut. Sementara kami juga butuh hidup,” ujar pembina IPK, sekaligus penasehat hukum pedagang, David Yusak, Jumat (27/12).

Dengan kondisi yang selalu menjadi bola pimpong, pedagang berencana akan mendatangi DPRD Padang. Kedatangan itu guna meminta DPRD agar menghadirkan wali kota. Di sana pedagang akan “menginterpelasi” wali kota atas perlakuan terhadap PKL selama ini.
“Tidak hanya DPRD yang memiliki hak interpelasi (hak bertanya). Kami juga berhak bertanya kepada wali kota atas apa yang telah diperbuatnya untuk membina kami. Kami tidak pernah disediakan tempat,” katanya.

Sementara di sisi lain, PKL dimintai beo setiap hari yang masuk ke kas daerah. Sekarang sudah Rp10 ribu setiap hari. “Sedangkan berdagang ’haram’ saja diberi izin. Sementara kami yang berdagang halal dilarang larang,” sebutnya.

Ketua IPK, H Ramli mengatakan bahwa PKL tidak pernah meminta banyak dan neko-neko. Mereka hanya berharap diizinkan berjualan dan mencari hidup.

Saat ini, kata Ramli, jumlah pedagang jalan Sandang Pangan mencapai 450 orang. Mereka berjualan berbagai jenis kebutuhan harian. Seperti cabai, sayur, buah, pacah balah dan jenia dagangan harian lainnya. “Yang kami harapkan adalah pedagang bisa berjualan dengan tenang. Silahkan tata. Tapi jangan gusur kami,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal mengatakan, penertiban yang dilakukan adalah penertiban rutin. Nantinya, dilakukan penertiban besar-besaran untuk memindahkan semua pedagang yang ada di jalan Sandang Pangan ke dalam.

Saat ini, kata Endrizal, Dinas Perdagangan telah menyediakan tempat penampungan. Sebanyak 150 orang di bangunan bagonjong bergabung dengan pedagang lauk kariang, 300 orang ditempatkan di basement Blok 2. Kemudian sekitar 20 orang di Blok III lantai 1.
Nantinya, jalan Sandang Pangan akan diaktifkan lagi untuk jalur angkot oleh Dinas Perhubungan. Yang ada berjualan di kanopi jalan Sandang Pangan adalah pedagang buah. Tujuannya, untuk memperindah lokasi itu.

“Kalau kita tidak tegas, maka tak akan selesai persoalan pasar ini. Semuanya akan semraut terus,” sebut Endrizal.

Endrizal justru menilai positif tentang rencana aksi pedagang ke DPRD Padang. Sehingga Pemko Padang bisa menjelaskan dan sekaligus mensosialisasikan soal rencana penertiban pedagang. “Kalau mereka mau demo ke DPRD, itu malah bagus. Kita bisa punya kesempatan menjelaskan,” tegas Endrizal. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional