Menu

Sering Di-bully, Siswa SMK Bunuh Teman Sendiri

  Dibaca : 2071 kali
Sering Di-bully, Siswa SMK Bunuh Teman Sendiri
Penyerahan DSP BNPB dari Sestama BNPB, Harmensyah bersama Anggota DPR RI, Asli Chaidir kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno disaksikan Kepala BPBD Sumbar, Erman Rahman dan Asisten II Setdaprov Sumbar, Benny Warlis dan Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Jarwansah.
icon pembunuhan

ilustrasi

PASAMAN, METRO–Berkali-kali menjadi korban bully (olok-olok, red), membuat SN (17) memendam dendam. Namun, setelah sekian lama berdiam diri dan hanya memendam rasa, siswa SMK ini tak tahan jua. Minggu (20/12) malam menjadi pucak kemarahan SN. Dengan sebilah pisau dapur, remaja ini nekat menusuk teman sepermainannya hingga tewas.

Peristiwa penusukan yang menyebabkan korban Dani Saputra (22) alias Porngis, warga Kampungtongah, Nagari Padanggelugur, Kabupaten Pasaman ini, terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di dalam kedai kopi. Kejadian berdarah itu membuat warga geger.

Tidak ada yang menyangka, SN yang berperawakan kecil dan dikenal sebagai anak yang baik dan penurut, bisa melakukan penusukan terhadap Dani. Apalagi selama ini keduanya berteman baik— meski memiliki perbedaan usia hampir empat tahun.
Korban ditemukan warga sudah bersimbah darah. Dani tewas setelah mengalami tusukan di bagian punggung sebelah kiri hingga tembus ke jantung. Sementara, pelaku langsung kabur setelah menusuk temannya itu.

”Pelaku kabur, namun beberapa jam setelah kejadian berhasil ditangkap di kawasan Sungai Jantan, Nagari Panti, Kecamatan Panti,” ungkap Kapolsek Panti, AKP Dasman mengatakan, Senin (21/12).

Pengakuan pelaku kepada penyidik, ia nekat menusuk korban karena geram. Menurut SN, korban, sering memperolok-oloknya. Hal itu sudah berlangsung lama. Namun, korban hanya bisa diam. Akan tetapi, pelaku terus saja mengolok-olok. Sehingga membuat korban dendam dan marah.

”Pelaku marah sekali karena sering jadi korban bully oleh korban dan teman-temannya,” tutur AKP Dasman.

Diduga, SN merasa tidak senang, karena Dani selalu menyebutnya masih “ketek” dan tidak levelnya untuk berkelahi. Dani mengaku cocok berlawanan dengan ayah SN. Kadang, dia juga menyentil telinga SN, suatu hal yang tabu di daerah itu. ”Minggu malam, pelaku mengambil pisau dari rumah eteknya, hanya beberapa meter dari kejadian,” kata Kapolsek.

Setelah ditusuk pelaku, korban sempat meminta tolong agar pisau itu dicabut dari punggungnya oleh warga di kedai itu. Melihat korban sudah bersimbah darah, warga langsung melarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
”Namun, nahas di tengah jalan korban menghembuskan nafas terakhir. Sementara pelaku langsung kabur menyelamatkan dirinya, setelah menikam korban,” terang Dasman.

Pelaku, sampai sekarang, diamankan aparat ke Mapolres Pasaman. Itu dilakukan untuk menghindari amuk massa, dan korban yang masih di bawah umur. “Pelaku dikenakan pasal 338 jo 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun dan tujuh tahun penjara,” pungkap kapolsek.

Anak Baik

Sementara itu, penuturan warga setempat, Yenni (32), korban dalam pergaulannya sehari-hari memiliki banyak teman. Dani dikenal ramah dan suka membantu orang tuanya.

”Dia (korban) suka bercanda. Di kampung ini, dia kenal dengan nama Porngis. Korban dengan pelaku berteman.Satu sepermainan,” katanya.

Dani merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Senin siang, korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Puluhan kerabat serta sanak saudara menghantar korban ketempat peristirahatannya terakhir.
”Siang ini dia dimakamkan. Dia membantu orang tuanya. Dia juga dikenal ramah sama tetangga,” tutur Yeni.

Sedangkan, pelaku penusukan, SN juga dikenal baik. Tinggal bersama etek (adik ibunya). Masih berstatus siswa disalah satu SMK di Panti. Banyak warga tidak percaya, dia pelaku penusukan hingga menyebabkan nyawa Dani melayang.

”SN itu orangnya kecil. Tidak banyak percaya dia pelaku pembunuhan. Sepulang sekolah, dia sering membantu eteknya memasak, mencuci piring. Itu saya lihat karena rumah kami berdekatan,” ujar Yeni lagi. (y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional