Menu

Sering Banjir, Masyarakat Tapan Mengadu ke Gubernur , Mahyeldi: Penanganan Darurat Dimulai Minggu ini

  Dibaca : 68 kali
Sering Banjir, Masyarakat Tapan Mengadu ke Gubernur , Mahyeldi: Penanganan Darurat Dimulai Minggu ini

PADANG, METRO–Pemprov Sumbar me­nin­daklanjuti persoalan banjir yang melanda tiga nagari di Kecamatan Ra­nah Ampek Hulu, Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Hal ini menjawab aspirasi tokoh masyarakat Tapan yang mendatangi Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah di Istana Gubernur Kamis sore (27/5).

Sejumlah tokoh masya­rakat Tapan itu datang ber­temu Mahyeldi An­sharul­lah didampingi Anggota DPRD Sumbar Daerah Pe­mi­lihan (Dapil) Kabupaten Pessel, Muklasin.

Pimpinan Rombongan Masyarakat Tapan, Cendra Hardi Nurba me­nyam­pai­kan kepada Mahyeldi An­sharullah, kejadian banjir besar di Tapan terjadi pada hari Selasa dan Minggu (11 dan 16 Mei 2021). Banjir waktu itu telah me­ngaki­batkan rumah terendam air setinggi 0,5 meter -2,5 meter.

Dua kecamatan yakni, Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek  Balai Tapan terdampak banjir dengan nagari yang te­rendam mencapai 11 na­gari di dua kecamatan te­r­sebut. “Aliran Batang Ta­pan se­karang karena ban­jir besar telah beralih ma­suk ke perkampungan  ma­syarakat yang melintasi Nagari Binjai Tapan, dan Nagari Kampuang Tangah Tapan. Akibatnya, bila debet air bertambah meren­dam rumah masyarakat di bandaran sungai yang ma­suk ke perkampungan”, ungkapnya.

Cendra juga menam­bahkan, akibat banjir ter­sebut masyarakat menga­lami kerugian besar. Di antara dampak yang dira­sakan, terendamnya ta­naman padi sawah 1.275 hektar, tanaman palawija (303 hektar), rumah roboh dan hanyut (lima unit). Selain itu, jembatan rusak dan putus (dua unit), fa­silitas pendidikan (tujuh unit), sarana ibadah (lima unit), kantor pemerintahan (tiga unit) dan rumah ma­syarakat (866 unit).

“Kunjungan kami ma­syarakat Tapan tersebut bertujuan untuk me­nyam­paikan aspirasi masya­rakat terkait persoalan banjir yang selalu mendera 11 nagari ini. Sangat ber­dampak terhadap kehi­dupan masyarakat, baik dari sisi fisik maupun psikis dan trauma,” ujarnya.

Mendengar aspirasi masyarakat tersebut, Mah­yeldi Ansharullah menga­takan, tindaklanjut pe­na­nganan banjir di tiga nagari tersebut akan dilak­sa­na­kan oleh Dinas Pengeolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumbar dan Ba­dan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Pro­vinsi Sumbar.

Sedangkan untuk pe­nanganan tanggap darurat sementara akan dilak­sa­na­kan oleh BPBD Provinsi Sumbar. “Kita segera ker­jakan dalam bentuk pema­sangan geobag (karung pasir) dan bronjong di se­panjang Batang Sako, me­lalui anggaran tanggap darurat BPBD Provinsi Sum­bar, dalam bentuk BTT (Biaya Tidak Terduga). Be­sar anggarannya Rp300 juta yang akan dikombi­nasikan dengan anggaran Dinas PSDA dan Bina Kon­struksi Provinsi Sumbar,” ujar Mahyeldi Ansharullah.

“Insya Allah mulai di­ker­jakan minggu ini. Yang penting masyarakat terlin­dungi dari luapan sungai. Untuk jangka panjangnya, Dinas PSDA Sumbar telah melakukan perencanaan dan mengusulkan kegiatan ke pemerintah pusat tahun 2022. Anggarannya Rp500 miliar. Kita sudah hitung, total kebutuhan ang­ga­rannya Rp1,2 triliun. Kita sudah usulkan kepada pe­merintah pusat melalui Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Ke­me­nko Marves),” tuturnya.

Mahyeldi Ansharullah juga mengatakan akan mem­berikan perhatian a­tas kondisi masyarakat yang terdampak bencana dengan mengirim beras dan kebutuhan lain, untuk memenuhi kebutuhan se­hari-hari. “Kita telah tele­pon dan perintahkan Dinas Sosial Provinsi Sumbar untuk segera turun ke la­pangan memberikan ban­tuan kepada masyarakat yang terkena dampak ban­jir di tiga nagari di Ke­camatan Ampek Hulu Ta­pan,” katanya.

Mahyeldi Ansharullah juga mengungkapkan, diri­nya juga telah menelepon langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sum­bar terkait proses belajar mengajar di tiga nagari yang terdampak banjir dan juga terkait persiapan a­nak-anak sekolah yang juga melakukan ujian.

“Dinas Pendidikan Pro­vinsi Sumbar juga telah melakukan koordinasi de­ngan Pemerintah Kabu­paten Pesisir Selatan dan kementerian terkait terkait proses belajar mengajar. Serta persiapan ujian untuk tiga nagari yang terkena bencana banjir tersebut. Kita nanti juga tindaklanjuti dengan kunjungan ke la­pangan dalam waktu dekat ini “ ujarnya.

Mahyeldi Ansharullah juga mengajak  dan me­minta masyarakat Tapan secara umum memberikan dukungan terhadap pelak­sanaan kegiatan pem­ba­ngunan normalisasi sungai tersebut nantinya. Teru­tama persoalan lahan yang terdampak kegiatan. “De­ngan dukungan ini maka pelaksanaan pem­bangu­nan dapat terlaksana de­ngan baik sesuai dengan harapan,” harap Mahyeldi Ansharullah.

Mendengar pen­je­la­san Mahyeldi Ansha­rullah ter­sebut, Cendra me­nga­ku senang dan bangga. Menu­rutnya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi An­sharullah sa­ngat res­pon­sif dalam me­nanggapi aspirasi ma­sya­rakat. Se­hingga, dirinya langsung mendapatkan jawaban yang melegakan untuk dibawa pulang.

“Alhamdulillah, kami mewakili masyarakat Ta­pan mengucapkan terima kasih kepada Pak Gu­ber­nur yang sangat responsif menyikapi aspirasi ma­syarakat. Sehingga ada kabar gembira yang kami bawa pulang untuk disam­paikan kepada masya­ra­kat. Kita masih menyiap­kan dapur umum di sekitar lokasi langganan banjir untuk antisipasi jika se­waktu-waktu banjir kembali datang, sebelum penger­jaan tanggap darurat s­e­lesai” ungkap Cendra.

Hadir dalam kesem­patan tersebut, Kepala Dinas PSDA dan Bina Kon­truksi Provinsi Sumbar, Rifda Suruani, Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman serta Ke­pala Biro Administrasi Pim­pinan Hefdi.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional