Menu

Serang Sipir, Bang Napi Kabur Seperti di TV

  Dibaca : 1829 kali
Serang Sipir, Bang Napi Kabur Seperti di TV
COVID— Sejumlah tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 yang baru tiba di IGD.
tahanan kabur - posmetroweb

ilustrasi

BUKITTINGGI, METRO–Aksi terpidana narkoba Wardisis (55), tak ubahnya bak di film laga. Setelah menyerang sipir penjara, Wardisis langsung kabur ke luar Lapas. Di luar, ada rekannya yang menunggu pakai sepeda motor dan tancap gas meninggalkan sipir Lapas Biaro yang mencoba mengejar, Kamis (12/11) sore. Sampai Jumat siang, warga Nagari Kubang Putih, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam itu tak terdeteksi. Perencanaannya untuk kabur dari penjara benar-benar matang.

Kepala Lapas Klas II A Bukittinggi Tomi K membenarkan peristiwa tersebut. Sebelum kejadian, warga binaan menghungi Blok C dengan vonis hukuman lima tahun kedatangan tamu. Dua orang rekannya yang mengantarkan makanan. Karena sudah di luar jadwal bezuk, maka yang bersangkutan boleh menerima makanan dari temannya dekat petugas jaga pintu.

Setelah Sis – panggilan pelaku –, dijemput ke kamarnya dan menemui temannya langsung mendekat petugas jaga bernama Nov menyebabkan di jatuh. Kesempatan ini langsung dimanfaatkan Sis untuk membuka pintu dan lari keluar. Nov berusaha mengejar dan untuk menghilangkan kecurigaan, dua orang teman Sis ini juga ikut mengejar. Tapi, sebelum tertangkap kembali, berjarak sekitar 50 meter sudah ada seseorang yang menunggu dengan sepeda motor jenis metik dan langsung tancap gas membawa lari Sis dari tempat itu.

Seketika, suasana di Lapas langsung geger, sebab baru pekan kemarin dua orang napi kabur dari tempat itu. Kalapas langsung menyuruh anggotanya mencari keberadaan Sis dan langsung memberitahu pada Polsek IV Angkat Candung dan Polres Bukittinggi. Sesuai dengan penyelidikan ke rumah Sis, ternyata rumah itu sudah kosong dan petugas kehilangan jejak Sis. Untuk sementara, ciri-ciri yang membantu Sis kabur sudah dikantongi petugas.

”Kita sudah meminta bantuan ke beberapa pihak mencari keberadaan warga binaan yang kabur termasuk melacak pihak yang membawanya kabur. Napi ini kasusnya adalah narkoba dan sudah vonis selama lima tahun. Sepengetahuan kami, jaksa yang memegang perkara ini, melakukan banding dan sekarang masih dalam proses itu,” terang Kalapas.

Seperti diketahui, kalau Walidisis diringkus polisi pada Senin (4/5) sekitar pukul 18.15 WIB di pinggir jalan raya Padang Luar, Kecamatan Banuhampu, Agam, ketika sedang transaksi dengan anggota polisi yang menyamar. Tersangka sebelumnya sudah ditetapkan menjadi TO kepolisian dan dikenal cukup cerdik dalam bertransaksi narkoba jenis sabu. Dimana yang bersangkutan memilih di luar Kota Bukittinggi untuk melakukan transaksi, sebab dia mengetahui kalau untuk dalam kota keadaan cukup rawan bisa ketahuan polisi.

Namun, sepandai apapun yang bersangkutan mengelabui petugas akhirnya tercium juga, ketika diterima informasi keberadaan tersangka, polisi langsung mengatur strategi dengan menghubungi yang bersangkutan untuk membeli narkoba jenis sabu. Ketika tersangka sedang menunggu di mobil dan akan terjadi transaksi dengan menunjukkan barang bukti di tangannya, tersangka langsung diringkus oleh polisi yang menyamar tersebut.

Adanya barang bukti di tangan tersangka tersebut yang setelah digeledah ditemukan satu paket besar sabu seberat sekitar 20 gram, tersangka tidak bisa mengelak lagi dan mengakui barang itu adalah miliknya, maka yang bersangkutan langsung digiring ke Polres Bukittinggi untuk pemeriksaan. Atas kejadian tersebut tersangka dijerat pasal 114 Subs 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang memiliki dan menjual narkotika golongan satu yang bukan tanaman dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional