Menu

Serampangan, KPU Pasang Spanduk Calon Gubernur di Sekolah

  Dibaca : 398 kali
Serampangan, KPU Pasang Spanduk Calon Gubernur di Sekolah
BERTEMU— Andre Rosiade melakukan pertemuan dan berdialog dengan warga Perumnas Indarung, Kecamatan Lubukkilangan.
spanduk di pasang di Pagar SMAN 2 Padang-web

KPU diduga telah salah melakukan pemasangan spanduk calon gubernur, karena berada di pagar SMAN2 Padang di kawasan GOR H Agus Salim. Foto dijepret, Selasa (22/09/2015) siang.

PADANG, METRO–Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pilkada serentak benar-benar bikin geleng kepala. Sudahlah membuat peraturan yang merugikan calon, kinerjanya tak berkejelasan pula. Salah satunya, dalam pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Paslon di sembarang tempat. Mulai dari pagar sekolah, hingga tiang listrik. Profesionalitas KPU benar-benar dipertanyakan.

”Ini maksudnya apa? Kok spanduk calon di pasang di sekolah. Itu kan dilarang? KPU tahu aturan apa enggak ya? Atau bekerja setengah hati. Kecewa kita. Sudahlah sosialisasi calon tidak sampai ke akar rumput, pemasangan baliho sembarangan pula,” ungkap Adrian, warga Jalan Sisingamangaraja, Kota Padang yang banyak melihat baliho terpasang di lokasi terlarang.

Pantauan POSMETRO, Selasa (22/9) terlihat sejumlah APK yang terpasang di fasilitas umum. Seperti di taman kota simpang tiga Rumah Sakit Tentara (RST) Ganting. Di situ, terpasang baliho dua pasang calon gubernur Sumbar  dengan ukuran besar terpasang di taman itu. Hal yang sama juga terjadi di taman kota Siteba. Di situ juga terpasang umbul-umbul Paslon Gubernur–Wakil Gubernur Sumbar.

Berbeda dengan simpang empat Alai. Ada dua spanduk pasangan calon gubernur Sumbar yang satu sisi diikatkan ke tiang lampu lalu lintas, dan satu sisi lagi ikatkan ke tiang listrik. Sementara, di Kawasan Kelurahan Rimbo Kaluan terlihat juga pemasangan spanduk yang tidak sesuai dengan aturan. Dimana, tepat pada pagar SMAN 2 Padang, dua spanduk paslon diikatkan ke pagar sekolah tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Firdaus Ilyas menilai, pemasangan APK yang berada di sejumlah lokasi tersebut telah melanggar Peraturan daerah (Perda) Kota Padang Nomor 11 Tahun 2005 Tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat Tertib Jalur Hijau Taman Dan Tempat Umum. Disisi lain, ada juga aturan perundang-undangan terkait lokasi pemasangan APK ini.

”Kalau benar itu adanya, artinya KPU sudah melanggar aturan. Kalau KPU tidak membukanya segera, kita yang akan membukanya. Masa KPU tidak tahu aturan,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (22/9).

Dijelaskannya, dalam Perda tersebut salah satu pasalnya berbunyi bahwa setiap orang atau badan dilarang memasang, menempelkan dan menggantungkan benda-benda apapun pada sarana dan pohon pelindung yang ada di jalur hijau atau taman kota dan tempat umum kecuali atas izin wali kota atau pejabat yang berwenang. Pelanggaran atas ketentuan tersebut diancam pidana kurungan paling lama 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp5 juta.

”Jadi, baik itu memasang di tiang listrik, di tiang lampu merah, taman kota, fasilitas umum tidak boleh. Apalagi memasang di kawasan sekolah. KPU harus memasang sesuai aturan lah,” tegas Firdaus.

Sementara, Ketua KPU Padang M Sawatri menilai, sejauh APK tersebut tidak merusak dan mengganggu, maka diperbolehkan pemasangannya walaupun di fasilitas umum. Namun, jika itu telah melanggar aturan, pihaknya akan segera membukanya.

”Yang tidak boleh dipasang itu di sekolah, rumah ibadah, dan kantor-kantor pemerintahan. Kalau difasilitas umum lainnya sejauh tidak merusak dan mengganggu tidak masalah,” jelasnya.

Terkait adanya spanduk yang terpasang di pagar sekolah SMAN 2 Padang, pihaknya akan segera memindahkannya. Dia menakui, pemasangan spanduk tersebut adalah kesalahan Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat. ”Sebenarnya itu memang tidak boleh, tapi di kawasan itu memang susah mencari lokasi tempat pemasangan disana. Tapi kita coba untuk memindahkan ke seberang jalannya lah,” tutur Sawatri. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional