Menu

Seragam dan Buku jadi Ladang Bisnis Mafia

  Dibaca : 1571 kali
Seragam dan Buku jadi Ladang Bisnis Mafia
COVID— Sejumlah tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 yang baru tiba di IGD.

Jual buku
DURIANTARUANG, METRO–Wacana seragam dan buku gratis yang sempat disampaikan DPRD disambut baik sejumlah komite sekolah. Mereka mendesak DPRD dan Pemko Padang segera merealisasikan program tersebut di tahun 2016 nanti.

”Kami mendukung usulan dewan yang mau menggratiskan seragam dan buku sekolah. Ini adalah program luar biasa dan harus segera direalisasikan,” ujar Ketua Komite MTsN Kuranji, Rajabman (48), Minggu (23/8).

Ia mengatakan, dampak positif dari program itu adalah semakin terbantunya masyarakat miskin dalam menyekolahkan anak-anak mereka. Karena sampai saat ini, kata dia, meski sekolah gratis telah berjalan, namun para orang tua masih tetap memiliki beban berat.

Di tahun ajaran baru, kata dia, para orang tua harus mengeluarkan dana sekitar Rp1,5 juta untuk membeli seragam sekolah dan Rp1,5 juta untuk membeli buku-buku. Belum lagi biaya harian seperti ongkos dan bekal ke sekolah.

Di sisi lain, terang dia, program ini juga dapat memutus mata rantai mafia buku dan seragam yang selama ini bermain di sekolah-sekolah.

Menurutnya, selama seragam dan buku tak digratiskan pemerintah, maka selama itu pula para orang tua murid jadi bulan bulanan para mafia buku dan seragam di sekolah. Karena para mafia tersebut bermain dengan pihak sekolah dengan meletakkan harga seragam dan buku yang selangit dan mencapai tiga kali lipat dari harga pasaran.

”Tidak tanggung tanggung, mereka berlomba-lomba menemui kepala sekolah agar bisa memasok seragam dan buku ke sekolah dengan harga fantastis. Orang tua tetap menjerit, karena harga tinggi,” ujar Rajabman.

Pengurus Komite SMA 16 Dasman juga mengharap, agar program ini seragam dan buku gratis ini bisa segera direalisasikan. Karena akan membantu orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Apalagi, kata dia, bagi warga pinggiran yang masih miskin, seperti Kuranji, Kototangah.

”Banyak mereka tak mampu menyekolahkan anaknya. Terutama di tahun ajaran baru. Kalau sudah tahun ajaran baru, mereka menjerit juga,” ujarnya.

Semua Tergantung Anggaran

Kepala Dinas Pendidikan Padang Habibul Fuadi menyebut, wacana DPRD menggratiskan seluruh biaya sekolah, termasuk seragam dan buku di 2016, tergantung anggaran dan persetujuan DPRD. ”Usulan itu bagus. Kalau kami hanya menjalankan, yang menentukan anggaran DPRD,” kata Habibul.

Jika DPRD menetapkan anggaran untuk membiayai biaya pendidikan tersebut, maka Disdik siap menyokong. ”Rapatkan dulu di DPRD, tentukan anggaran dan  jalankan,” ujarnya singkat.

Selama ini, kata Habibul, program sekolah gratis baru pada tahap bebas pungutan di sekolah. Sementara untuk seragam dan buku masih dibiayai orang tua murid. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional