Close

Sepekan Pascaterbitnya SE Disdikbud Kota Padang, Capaian Persentase Vaksinasi Anak sudah 26 Persen

BAHAS SE DISDIKBUD— Ketua DPRD Padang Syafrial Kani bersama Komisi IV DPRD bertemu dengan Kepala Disdikbud Habibul Fuadi, Plt Kadinkes Padang Didi Aryadi membahas tentang SE Disdikbud yang menuai pro kontra di tengah orang murid, Selasa (15/2).

DPRD Ajak Orang Tua Izinkan Anaknya untuk Divaksin

AIA PACAH, METRO–Sejak diterbitkannya Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang No.421.1/456/DikbudDikdas.03/2022 yang mewajibkan siswa SD di Kota Padang untuk tetap vaksin, bila tak vaksin, anak tak bisa belajar tatap muka di sekolah, memberi efek signifikan terhadap capaian persentase vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun. Dalam satu pekan saja, vaksinasi anak sudah di angka 26 persen.

Sekretaris Dinas Ke­sehatan (Dinkes) Kota Pa­dang, Mailinda Wilma me­ngatakan penerapan SE Disdikbud Padang tentang wajib vaksin bagi anak usia 6 sampai 11 tahun, mem­berikan hasil positif. Ba­nyak orang tua yang akhir­nya memberikan izin agar anaknya mau divaksin, se­bagai syarat untuk mengi­kuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Selain itu, kesadaran orang tua juga meningkat, jika vaksin penting untuk anak.

“Alhamdulillah terjadi kenaikan mencapai 11 dari sebelum keluranya SE Dis­dikbud tersebut. Dinkes berharap angka inin terus menanjak, sehingga bisa terbentuk herd immunity terhadap anak-anak kita semua di sekolah,” ujar Mailinda, Selasa (15/2).

Ia menyampaikan, da­lam pelaksanaan di lapangan kendala yang dihadapi Dinkes tidak ada. Hanya saja sebagian wali murid tidak memberi izin anak-anaknya disuntik vaksin. “Kita tidak bisa memaksakan agar anak disuntik. Semuanya harus izin dari orang tua. Jika sudah ada surat izin, barulah vaksinasi diberikan,” ulasnya.

Hingga kini Dinkes Pa­dang terus memberikan edukasi kepada warga soal vaksinasi pada anak usia 6 – 11 Tahun di seluruh Pus­kesmas dan juga di seko­lah. Hal ini agar orang tua paham, mengerti serta keraguannya untuk mevaksin anak hilang.

“Sosialisasi dengan me­libatkan semua pihak tidak pernah berhenti digelar Dinkes. Kita berharap wali murid yang punya anak usia 6 sampai 11 ta­hun mau divaksin,” paparnya.

Menurutnya, dengan divaksin penularan virus dapat dicegah dan imun tubuh bertambah. Jika me­ngalami hal yang tidak diinginkan pada anak, Dinkes siap berikan penanganan dan pertolongan.

Berikan Izin

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani meminta seluruh wali murid SD yang menolak vaksinasi terhadap anak untuk dapat mengizinkan anaknya untuk disuntik vaksin.

“Kita telah bertemu de­ngan Disdikbud dan Dinkes Kota Padang. Pada saat ini, risiko anak yang tertular Covid-19 cukup tinggi. Oleh karena itu untuk mengur­a­ngi dampak terburuk dari Covid-19 sebaiknya anak usia 6-11 tahun wajib men­dapatkan vaksinasi Covid-19,” ucapnya, Selasa (15/2).

Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD Mastilizal Aye menjelaskan, pada saat ini anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 tidak terpapar oleh Covid-19. Hal ini tentu vaksinasi akan memberikan efek lebih kepada peningkatan herd immunity bagi para siswa.

“Dinas Kesehatan Kota Padang dalam pertemuan tersebut menjelaskan, 23.500 siswa yang sudah mendapatkan vaksinasi, tidak ada satu orang anak yang terpapar Covid-19. Anak-anak yang tidak men­dapatkan vaksinasi yang terpapar Covid-19. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mensukseskan program nasional vaksinasi anak usia 6  11 tahun,” ucapnya.

Ia menambahkan target vaksinasi anak di Kota Padang adalah 88.000 orang siswa. “Jadi capaian vaksinasi anak di Kota Padang masih tergolong rendah sebesar 26 persen,” tambahnya.

Dijelaskan, jika terjadi reaksi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah sesuatu yang wa­jar. ”Yang jelas, KIPI yang muncul setelah vaksinasi jauh lebih ringan dibandingkan terkena Covid-19 atau komplikasi yang disebabkan oleh virus Covid-19. Orang tua dapat berkonsultasi dengan alamat yang tertera di kartu vaksin jika terjadi gejala lain. Artinya, vaksinasi anak sangat aman. Anak saya sendiri telah mendapat vaksin,” jelasnya.

Ia menyampaikan juga, capaian vaksinasi menentukan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Ma­syarakat (PPKM) di Kota Padang.  ”Saat ini Kota Padang kembali berada di PPKM level III. Jika berada di level IV tentu banyak persoalan yang akan timbul. Mall ditutup, tempat hiburan di tutup, pasar dibatasi. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Mengenai kebijakan SE yang telah dikeluarkan, Aye menjelaskan wajib vaksinasi merupakan anak 6-11 tahun merupakan program untuk melindungi siswa dari paparan Covid-19.

“Saat perang terhadap Covid-19 saat ini wajar peraturan cepat berubah. Hal ini dilakukan untuk mencapai herd immunity di tengah masyarakat,” tutupnya.  (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top