Menu

Sepekan Pascabanjir, PBM Sekolah Lumpuh

  Dibaca : 539 kali
Sepekan Pascabanjir, PBM Sekolah Lumpuh
siswa bersih sekolah

GOTONG ROYONG— Siswa-siswa SDN 09 Pangkalan Limapuluh Kota bergotong-royong membersihkan ruangan kelas mereka yang direndam banjir, sehingga seminggu pascabanjir proses belajar mengajar masih lumpuh.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Proses Belajar Mengajar (PBM) sembilan hari pascabanjir di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, masih lumpuh total. Siswa, guru dibantu relawan masih sibuk menyingkirkan lumpur, pasir dan kayu sisa banjir Minggu-Senin (7-8/2) lalu.

Tidak saja itu, mobiler sekolah seperti meja, bangku, papan tulis, lemari, buku belajar, warles, DVD serta dokumen alat tulis sekolah rusak dan nyaris tidak bisa dipergunakan kembali. Seperti yang terjadi di SD Negeri 09 Pangkalan, aktivitas PBM belum pulih.

Karena, untuk membersihkan tumpukan lumpur, guru, siswa dibantu relawan kewalahan karena sumber air hanya ada dibagian belakang sekolah. Beruntung bantuan dari relawan yang bisa menyedot air dari kali dibelakang sekolah, sehingga SD Negeri 09 bisa secara berlahan dibersihkan dari tumpukan lumpur.

”Memang kita masih sibuk membersihkan lumpur sisa banjir. Dua hari ini siswa kita dibantu relawan melakukan pembersihan sekolah. Karena semua alat tulis, mobiler sekolah terkena banjir, dan rusak. Begitu juga  120 siswa kita rumah orangtuanya ikut jadi korban banjir, sehingga walimurid sibuk membersihkan rumahnya,” jelas Kepala Sekolah SDN 09 Pangkalan Pitra Murni, kemarin kepada awak media.

Kepsek berharap, aktivitas PBM bisa segera kembali normal pascabanjir. Namun, hingga kini kekhawatiran terkait sebahagian mobiler yang rusak akibat banjir menjadi kendala untuk dilakukan proses PBM. Ditambah, alat tulis siswa kini sudah hancur diterjang banjir.

Salah seorang siswa Kelas VI SDN 09 Deo, mengakui jika hingga kini alat tulisnya untuk belajar sudah tidak ada lagi. Karena sewaktu banjir melanda rumahnya tidak satupun barang dan alat-alat sekolah miliknya bisa diselamatkan.
“Kami tidak punya alat tulis lagi, buku kami hilang. Kini kami masih terus membersihkan sekolah. Bangku dan meja tempat kami belajar harus dibersihkan dulu baru bisa kembali dipergunakan,” sebut Deo disela-sela goro membersihkan sekolahnya dari lumpur sisa banjir.

Hal serupa juga dikatakan Novri, siswa kelas VI SD Negeri 09 menyebut jika rumahnya juga terkena banjir. Akibat itu, tidak satupun buku tulis dan peralatan sekolah miliknya bisa dipakai. “Kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Alat tulis kami sudah hancur dan habis, kami baru bisa menulis lagi jika buku masih ada,” jelasnya.

Tidak saja SD Negeri 09, yang masih lumpu PBM tetapi beberapa sekolah swasta yang terkena banjir juga belum pulih sepenuhnya proses belajar mengajarnya. Mengingat, korban banjir sangat banyak mencapai 1000 KK dan 5000 jiwa. Bahkan seluruh fasilitas umum seperti Masjid, Kantor dan sekolah ikut terendam.

Camat Pangkalan Andri Yasmen, bersama dengan BPBD Limapuluh Kota serta muspida dibantu relawan dari berbagai kalangan terus membantu pemulihan kondisi pasca banjir di Pangkalan termasuk membersihkan lumpur dengan penyemprotan dengan menggunakan mobil Damkar terutama terhadap fasilitas pemerintah, rumah ibadah dan sekolah.

”Kita terus melakukan perbaikan terhadap seluruh fasilitas umum seperti sekolah, kantor dan rumah ibadah dari sisa banjir. Kita bersama-sama masyarakat, UPT Damkar Pangkalan menyemprot rumah, fasilitas umum, kantor dan sekolah,” jelas Camat. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional