Close

Sepanjang 2021, Ada 85 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Padang, Kapolresta Minta Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

KEKERASAN SEKSUAL— Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir menghadirkan delapan tersangka kekerasan seksual terhadap anak yang ditangkap selama bulan November 2021 saat jumpa pers, Senin (22/11).

PADANG, METRO–Maraknya aksi kekerasan seksual terhadap anak di Kota Padang kini sudah sangat meng­khawatirkan. Apalagi, berdasarkan data dari Pol­resta Padang, tercatat ada 85 kasus kekerasan sek­sual terhadap anak yang berhasil diungkap se­panjang  Januri hingga November 2021.

Data kekerasan seksual anak itu terungkap setelah Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir didampingi Kasatreskrim Kompol Rico Fernanda me­ng­gelar  jumpa pers, Senin (22/11). Pada kesempatan itu, Kombes Pol Imran Amir pun meminta kepada orang­­­tua agar m­ening­katkan pengawasan ter­ha­dap anak-anak dari ling­kungan sekitar.

“Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh orang terdekat yang saat ini kami tangani cukup mengkhawatirkan. Untuk itu kami menghimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan anak-anak­nya dari lingkungan sekitar agar mereka tidak menjadi korban dari predator anak ini,” imbaunya.

Pengawasan tersebut diharapkan Kombes Pol Imran Amir tidak hanya dilakukan terhadap anak perempuan, namun juga terhadap anak laki-laki yang saat ini pun sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual sodomi.

“Karena seperti kita ketahui kekerasan seksual tersebut juga bisa didapatkan oleh anak laki-laki, seperti kasus yang baru-baru ini kami tangani, dimana belasan anak laki-laki menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang guru mengaji,”katanya.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Mako Polresta Padang tersebut, Polresta Padang menghadirkan delapan pelaku kekerasan seksual terhadap anak dari 6 laporan yang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Padang.

“Ini adalah ungkap kasus yang kami lakukan selama bulan November 2021 ini. Dalam bulan November ini saja ada 6 laporan polisi masuk ke kami dengan delapan orang tersangka yang berhasil kita amankan,” ungkap Imran.

Dikatakannya, enam laporan polisi yang diterima oleh pihaknya, terkait perbuatan cabul, sodomi terhadap anak perempuan dan laki-laki yang masih di bawah umur. Kemudian, delapan pelaku merupakan orang dekat dari korban sendiri, di antaranya orang tua kandung, kakek, paman, kakak, sepupu, tetangga hingga guru mengaji dengan berbagai modus seperti memberi uang disertai ancaman, mengajak jalan-jalan, dan lain-lain.

“Delapan orang pelaku ini telah kita tetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua orang pelaku yang ma­sih di bawah umur tidak ki­ta lakukan proses penahanan sesuai dengan undang-undang tentang per­lin­dungan anak. Selain itu ju­ga ada dua orang yang ma­sih kita buru atas kasus pen­cabulan berjamaah yang terjadi di kawasan Cendana, Mata Air,”ujar­nya.

Lebih lanjut Kapolres menyebutkan, data dari Januari 2021 hingga saat ini sudah ada 85 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Kota Padang, yang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan periode yang sama terjadi peningkatan lebih kurang 100 persen.

“Pada tahun 2020, kasus kekerasan seksual terha­dap anak yang kami tangani berjumlah 48 kasus, namun pada tahun ini yang bahkan belum habis tahun, kami telah menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak sebanyak 85 kasus. Artinya, terjadi peningkatan sebesar 80 per­sen,”ujar Imran.

Imran mengatakan, semuanya kasus tersebut dalam proses penahanan oleh pihak penyidik Satreskrim Polresta Padang, dan tim Klewang dan unit PPA Polresta Padang.

“Atas perbuatannya, semua pelaku disangkakan Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 76E UU RI No.17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.01 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No.23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang, dengan ancaman hukuman pidana kurungan penjara maksimal 15 tahun,” tukasnya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top