Menu

Seorang Petani di Limapuluh Kota Panen Ganja

  Dibaca : 1541 kali
Seorang Petani di Limapuluh Kota Panen Ganja
Penjaga perbatasan foto bersama usai merayakan Idul Fitri di posko masing-masing.
Pulang Dari Rantau Seorang Petani Tanam 60 Batang Ganja-web

Jajaran Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota mengamankan Indra (33), warga Jorong Mangganti. Dia diduga pemilik lahan ganja di dua lokasi, di Bukik Lereng Simun dan Bukik Balerong.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Jajaran Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota bersama Kapolsek Guguak mengamankan seorang petani bernama Indra (33), warga Jorong Mangganti, Nagari Jopang Mangganti, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota karena diduga sebagai pemilik lahan ganja di dua lokasi, yakni di Bukik Lereng Simun dan Bukik Balerong.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, penangkapan terhadap tersangka yang berprofesi sebagai petani itu berhasil dilakukan setelah polisi dibantu warga melakukan pengintaian sejak tiga bulan terakhir. Tersangka yang memiliki tiga orang anak tersebut dibekuk pada Minggu (11/10) sekitar pukul 06.00 WIB saat bersantai di rumahnya.

Saat polisi berpakaian preman datang ke rumah semi permanen yang dihuni tersangka, dia tengah duduk-duduk di depan rumahnya. Diduga, tersangka yang memiliki sejumlah tato di bagian tubuhnya ini baru saja mengisap ganja yang dia tanam. Setelah diamankan, polisi langsung melakukan penggeledahan hingga mengakui telah menanam ganja di dua tempat di lereng bukit yang berjarak sekitar 1 Km dari kediamannya.

Tak mau kehilangan buruannya, polisi segera meluncur untuk menyisir lokasi penanaman ganja yang disebutkan tersangka. Di lokasi pertama dengan luas 20×20 Meter yang disebutkan tersangka di Bukik Lereng Simun, polisi mendapati sekitar 46 batang ganja yang berusia sekitar  dua bulan dan di lokasi kedua juga ditemukan 14 batang ganja yang usianya lebih kecil.

“Kita telah melakukan pengintaian selama tiga bulan terakhir terhadap tersangka dan berkat bantuan masyarakat setelah memastikan tersangka dan barang bukti, tadi kita langsung melakukan penangkapan. Antara lokasi pertama dan lokasi kedua tempat tersangka menanam berjarak sekitar 100 meter,” terang Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto didampingi Wakapolres, Kompol Iwan Ariyandhi di lokasi penemuan.

Polisi juga menemukan cangkul di lokasi tempat penanaman ganja. Dan memang jarak lokasi tempat penanaman batang ganja tersebut jauh dari pemukiman masyarakat. “Kita juga mendapati sejumlah barang bukti lainnya, seperti cangkul, ember dan baskom kecil yang digunakan tersangka untuk bertani,” jelas KBO Satresnarkoba, Ipda Hamrizal dan Kasubag Humas Polres, Iptu. Efrizul.

Kepada penyidik, tersangka mengakui sejak menanam ganja beberapa tahun lalu sudah pernah melakukan panen, tepatnya tahun 2014. Dari hasil panen tersebut, dirinya menyebut menjual hasilnya di daerah Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Dia juga mengaku terpaksa melakukan panen dini sebab dia mendengar seorang temannya ditangkap polisi karena kasus yang sama.

”Cuma tiga kilo waktu itu yang pernah saya panen pak, itupun belum cukup umur atau belum layak panen. Yang saya panen itu di lokasi yang dibawah (Bukik Balerong, red),” terangnya.

Dia juga menambahkan, tiga kilogram ganja yang dia panen tersebut dijual perkilo seharga Rp1,5 juta. Saat menjual, dia sendiri yang mengantarkan ke daerah Ujung Batu dan ke tempat pembelinya. Sejumlah warga yang ikut mendampingi polisi saat menyisir lokasi ladang ganja pun mengaku tidak terlalu terkejut dengan penangkapan tersangka, sebab warga memang mengenalnya sebagai pribadi yang kurang baik.

”Dia baru beberapa tahun ini kembali ke kampung halaman, kalau tidak salah sebelumnya di kampung istrinya. Dia pernah juga masuk penjara juga karena kasus narkoba,” sebut warga setempat.

Selain di dua ladang ganja tersebut, barang bukti ganja juga ditemukan di dapur rumah tersangka. Di sini petugas mendapati daun ganja yang telah dipotong, kemudian dikeringkan dengan cara menyanggrai dengan penggorengan tanpa minyak. Barang bukti kompor serta penggorengan juga diamankan polisi. Sementara, ladang ganja dan rumah tersangka sudah dipasangi police line. Kemudian dilakukan pengembangan dari kasus penemuan ladang ganja yang sudah sempat panen itu. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional