Menu

Sentuh dan Peluk Murid saat Senam, Guru Dipolisikan

  Dibaca : 1689 kali
Sentuh dan Peluk Murid saat Senam, Guru Dipolisikan
Kasat Lantas Polres Pariaman Iptu Anggy Pra­setiyo

Kekerasan Seksual Anak3

PADANG, METRO–Lima murid perempuan kelas IV Sekolah Dasar (SD) diduga dicabuli oleh guru olah raga, saat berlangsung kegiatan olah raga senam di sekolah. Aksi sang guru yang memberi contoh cara senam yang baik, dengan cara meraba, memegang tangan serta bagian pinggul murid serta menempelkan pipinya ke pipi sang murid, membuat murid-murid SD itu bercerita kepada orang tua mereka di rumah.

Mendengar cerita anak-anaknya tentang guru olah raga itu, membuat kelima wali murid itu langsung melapor ke Polsekta Pauh, LP/176/K /V 2016, tanggal 16 Mei 2016. Mereka melaporkan, NS (54), guru olah raga dengan dugaan perlakuan tidak senonoh.

Kapolresta Padang AKBP Chairul Aziz melalui Kapolsekta Pauh Kampol Wirman mengatakan, setelah menerima laporan dari orang tua korban, aparat langsung melacak keberadaan pelaku. Rabu (18/5) akhirnya sang guru berhasil diamankan.

”Orang tua korban melapor, dan kita langsung menjemput pelaku untuk dimintai keterangan. Saat ini oknum guru yang berstatus sebagai PNS Kota Padang itu masih menjalani pemeriksaan intensif. Selain itu saksi korban juga dimintai keterangan untuk melengkapi berkas,” kata Wirman, Kamis (19/5).

Wirman menambahkan, terungkapnya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru ini setelah salah seorang korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada ibunya. Dari sanalah, ibu korban langsung mendatangi Polsek pada Senin (9/5) untuk melapor.

”Keterangan sementara pelaku mengakui baru lima korban, yakni SA (9), FAI (9), TP (9), RA (9) dan YE (12). Namun, tidak tertutup kemungkinan masih ada korban yang lain yang belum melapor. Kita mengimbau kepada orang tua para murid, segera laporkan jika anaknya yang bersekolah di sana, juga mengalami hal yang sama untuk memperkuat perkara ini,” ujar Kapolsek.

Kompol Wirman menjelaskan, dari keretangan pelaku saat pemerinsaan perbuatannya dugaan pelecehan seksual itu dilakukan oleh pelaku dengan cara meraba-raba, memeluk korban saat pelaku memberikan pelajaran olah raga yaitu memperagakan gerakan senam.

”Selain itu pelaku juga mendudukan muridnya keatas kedua pahanya setelah itu dipangkunya. Dengan posisi tubuh korban membelakangi pelaku, sambil memegang kedua tangan korban. Saat itu pelaku menempelkan pipinya ke pipi korban. Pelaku juga mengatakan memegang pantat korban,” jelas Wirman.

Kompol Wirman menegaskan, jika terbukti bersalah, pelaku akan dijerat Pasal 76 e jo 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tentang Perlindungan Anak.

Membantah

Terpisah, pelaku NS (54) membantah telah melakukan pelecehan seksual kepada muridnya. Perbuatan itu dilakukannya hanya semata-mata meluapkan rasa sayang kepada anak-anak muridnya, dan itu dilakukan ketika pelajaran olahraga dengan mengajari gerakan senam pada muridnya.

”Saya tidak ada niat lain, ini hanya rasa sayang saya kepada murid, tidak ada maksud lain. Saat itu, saya hanya memegang bahu, tangan, mendekatkan pipi saya ke pipi murid. Semua itu disaksikan oleh murid-murid lain,” katanya kepada wartawan.

Kepada petugas, pelaku menceritakan kejadian itu berawal ketika pelajaran olahr aga atau jam pengembangan diri (ekstrakulikuler) di dalam ruangan olah raga. Pada waktu itu pelaku mengajarkan gerakan senam roll depan dan roll guling depan. Kemudian, pelaku menyuruh seluruh siswa kelas IV SD itu melakukan gerakan tersebut secara bergantian.

”Sebelum melakukan gerakan senam itu, saya memisahkan siswa laki-laki dan perempuan. Saya menyuruh laki-laki menjauh dari matras dan menyruhnya berdiri di pinggir ruangan tersebut. Dan saya menyuruh siswa perempuan terlebih dahulu melakukan gerakan senam itu, secara bergantian,” ungkapnya.

Saat itu pelaku duduk di kursi, dan siswa perempuan yang menunggu giliran untuk melakukan gerakan berdiri disampingnya, dan memperhatikan satu persatu muridnya melakukan gerakan yang telah diajarkan oleh pelaku terlebih dahulu.

”Saat itulah, saya memanggil salah seorang murid perempuan, dan menyuruhnya berdiri di samping saya sambil menunggu giliran melakukan gerakan senam tersebut. Saya merangkulnya dan memegang tubuh murid tersebut, dan kemudian saya dudukkan tubuhnya ke atas kedua paha saya, dan kemudian saya peluk dari belakang sambil memegang kedua lengannya, dan sambil menempelkan pipi saya ke pipi murid perempuan tersebut,” ujarnya.

Setelah tiba giliran, pelaku baru melepaskan tubuh murid perempuan tersebut dari pangkuannya, dan kemudian murid tersebut berdiri dan memperagakan gerakan senam. Satu persatu murid perempuannya diperkakukan sama oleh pelaku.

”Saat itu saya panggil lagi murid perempuan lain, dan saya perlakukan sama dengan murid giliran sebelumnya, namun karena gerakan yang diperagakan murid tersebut salah, saya berdiri dan memperbaiki gerakan tersebut dengan memegang pantatnya untuk membenarkan gerakan guling depan yang saya ajarkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang Syafrizal mengatakan, terkait peristiwa tersebut pihaknya telah mendapat laporan, dan bahkan juga mendapat surat dari beberapa wali murid yaitu, permohonan sanksi tegas kepada oknum guru olah raga tersebut.

”Kalau dari dinas pendidikan sendiri apabila oknum tersebut terbukti memang terbukti telah mencidera dunia pendidikan, kita akan memanggil dan memberikan sanksi perbuatan yang dia lakukan dan mendapat sanksi sesuai aturan. Namun kita tunggu dulu proses hukum yang berjalan, sesudah itu baru kita proses,” pungkasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional