Menu

Senjata Mematikan Asal Minangkabau Hampir Terlupakan

  Dibaca : 82 kali
Senjata Mematikan Asal Minangkabau Hampir Terlupakan
KESIBUKAN—Terlihat para peserta kegiatan Silek Arts Festival (SAF) Tahun 2021 untuk Kota Payakumbuh sibuki dengan aktivitas Workshop Kerambit di Medan Nan Bapaneh Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Utara.

BALAIKALIKI, METRO–Hari kedua, pelaksanaan kegiatan Silek Arts Festival (SAF) Tahun 2021 untuk Kota Payakumbuh berlangsung padat dengan kegiatan Workshop Kerambit. Workshop kerambit itu diikuti Pemuda dan Pemudi Perkampungan Adat Balai Kaliki bertempat di Medan Nan Bapaneh Kelu­rahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Utara, Minggu (29/8).

Sekretaris Dinas Pari­wisata Pemuda dan Olahraga (Dis­parpora) Kota Payakumbuh Doni Saputra, S.Sos yang di­daulat sebagai nara sumber memaparkan, saat ini banyak warisan leluhur yang hampir dilupakan. Salah satunya ada­lah Kerambit. Kerambit atau Karambit merupakan senjata tradisional  Indonesia yang berasal dari Minangkabau yang saat ini banyak dipro­duksi di Negara Malaysia dan Fhilipina.

Kerambit adalah sebuah pisau kecil berbentuk meleng­kung yang digunakan pen­dekar Minangkabau untuk melawan penjajahan yang dianggap sebuah senjata yang mematikan didunia. Bentu­k­nya kecil dan imut. Walaupun kecil dan imut, tetapi sangat berbahaya sebab bisa me­nyayat yang paling dalam dan merobek yang paling luas terhadap anggota tubuh la­wan, kata Doni dihadapan peserta.

“Pada kegiatan SAF Tahun 2021 dari 6 kota / kabupaten yang digelar secara serentak di Sumatera Barat berlang­sung dari 21 s/d 31 Agustus 2021 yaitu Kota Padang, Kota Solok, Kota Payakumbuh Kabupaten Sinjujung, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Ba­rat. Untuk Kota Payakumbuh sengaja menampilkan agenda tersendiri dari 6 kota / kabu­paten itu. “Kita, menampilkan Pameran Kurambit dan lang­sung pembuatan Kurambit di arena acara, dari menempa besi, membuat hulu/tangkai dan sarung Kurambit,” pung­kas Doni.

Salah seorang peserta Mu­ham­mad Arif Pemuda Kam­puang Adat Balai Kaliki, ketika dihubungi media merasa se­nang dengan kegiatan workshop ini. Sebagai anak muda, kita lupa dengan senjata tradi­sonal Minangkabau diantara Kurambit ini. Senjata yang sangat mematikan ini sangat ditakuti Penjajah Belanda saat itu, mestinya anak muda se­bagai pewaris adat, perlu tau dilestarikan kembali.

“Kita takuti, senjata wa­risan leluhur yang dipakai Pendekar Minangkabau itu saat ini banyak diproduksi negara lain seperti yang di­sampaikan nara sumber di Negara Malaysia dan Fhilipina. Karena kita tidak menge­nal­nya, kita membeli produk yang dibuat dari luar. Pa­dahal, se­harusnya kita sendiri yang mengolahnya,” kata Arif. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional