Close

Senin, Belajar Tatap Muka Dimulai, Belum Vaksin, Belajar Tetap dari Rumah di Kota Padang

Habibul Fuadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang.

AZIZ CHAN, METRO–Setelah berbulan-bulan pelajar tingkat SD dan SMP di Kota Padang mengikuti belajar daring di rumah saja, akhirnya mulai Senin (4/10) mendatang, Pem­be­lajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah akan dimulai be­sok. Namun, dengan syarat seluruh sekolah harus me­mas­tikan penerapan pro­tokol kesehatan berjalan dengan baik.

Selain itu, bagi siswa SMP wajib sudah divaksin. Bagi siswa yang belum divaksin tetap melakukan proses belajar dari rumah. “Ya, Senin sudah dimulai PTM kembali di sekolah. Selain penerapan prokes, bagi siswa SMP wajib sudah divaksin. Jika belum vak­sin, belajar tetap dari ru­mah,” ungkap Kepala Di­nas Pendidikan Kota Pa­dang Habibul Fuadi, Jumat (1/10).

Sedangkan untuk siswa tingkat SD tidak ada kewa­ji­ban syarat vaksin untuk PTM. Siswa SD bisa mengi­kuti PTM di sekolah dengan syarat dan ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh masing-masing sekolah.

Ia meminta kerja sama semua pihak dalam hal ini. Supaya proses belajar ta­tap muka berjalan dengan baik dan pwnularan virus tak terjadi. “Disdik Padang siap turun ke lapangan dan awasi jalannya proses be­la­jar di sekolah,” papar­nya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Di­nas Pendidikan Kota Pa­dang, Syafrizal Syair men­jelaskan , mekanisme bela­jar tatap muka tentu me­nerap­kan prokes ketat dan waktunya tidak full. “ Sis­temnya dibagi per shift dan waktunya sehari-se­hari,” ujar Syafrizal, Jumat (1/10)

Ia menyampaikan, pe­ne­rapan sekolah tatap mu­ka ini berlaku untuk tingkat TK, SD dan SMP di Padang. Persiapan sarana dan pra­sarana di sekolah, hingga saat ini sudah matang dan tersedia. Hanya tinggal penerapannya di sekolah masing-masing.

Dijelaskan, untuk meng­an­tisipasi terjadinya klas­ter baru, karena anak-anak sudah lama tidak be­lajar di sekolah, maka se­tiap siswa wajib menerap­kan 3M. Se­tiap siswa wajib pakai mas­ker, suhu dicek sebelum ma­suk, cuci ta­ngan dan du­duknya berja­rak. Baik an­tara depan, kanan kiri dan belakang.

“Waktu belajarnya sam­­pai jam 12.00 WIB. me­minta kepada majelis guru untuk mengawasi penerapan Prokes di sekolah. Supaya penularan virus tidak terjadi dan mata rantai penyebaran virus terputus,” kata mantan Kepala SMP N 7 Padang ini.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry berharap  PTM di sekolah dapat berjalan dengan baik, setelah berbulan-bulan anak didik ha­rus belajar dari rumah sa­ja.

Ia pun menyambut baik pelaksanaan PTM di sekolah dan pihaknya meminta pengawasan Prokes harus dilakukan secara berkala. “Kita berharap dengan dimulainya PTM anak-anak bisa kembali belajar maksimal dan mendapat materi dengan baik dari guru mereka di sekolah. Belajar daring dengan belajar di sekolah tentu akan berbeda,” ungkap Azwar Siry.

Ia juga meminta pihak se­kolah memastikan betul pe­laksanaan protokol ke­seha­tan selama PTM. Tidak ha­nya di sekolah, tapi me­ma­stikan prokes dilakukan sis­wa sejak berangkat hingga pulang ke rumah. “Anak-anak mesti dicek sejak awal, siapa yang mengantar dan pulangnya ba­gai­mana. Saran saya yang mengantar adalah orang tuanya, sehingga bisa menjamin mereka sehat. Itu yang penting,” ulas politisi Partai Demokrat ini.

Di sisi lain, sebelum memulai kegiatan belajar, setiap anak didik harus melakukan pengecekan suhu, cuci tangan, serta wajib menggunakan mas­ker selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung.

“Jika prokes dilaksanakan dengan baik, mudah-mudahan kita semua terhidari dari virus ini, Bagaimanapun, keselamatan anak-anak kita tentu harus diutamakan,” pungkas Az­war Siry.

Vaksin Syarat PTM

Sebelumnya, Dinas Ke­se­hatan Kota Padang memastikan siswa yang belum divaksin, tidak diizinkan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di se­kolah. Seluruh pelajar ting­kat SMP wajib divaksin agar bisa mengikuti pembalajaran langsung di se­kolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid, semua pelajar wajib vaksin. “Kita su­dah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk menuntaskan vaksinasi di kalangan pelajar,” sebut Feri Mulyani di Media Center Balaikota Padang, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, saat ini realisasi vaksinasi baru di angka 33 persen dari total penduduk Kota Padang. Jumlahnya adalah sebanyak 235.000 dosis. Sementara target terbentuknya kekebalan kelompok adalah 70 persen. Dengan vaksinasi massal pada pelajar, vaksinasi bisa dimaksimalkan.

“Vaksinasi bagi pelajar juga dimaksudkan agar mereka terhindar dari pe­nu­laran covid 19. Sehingga bisa aman kembali ke se­kolah,” sebutnya.

Pemko Padang menargetkan sekitar 40 ribu pelajar akan menerima vaksin untuk menciptakan herd immunity di kalangan pelajar. Hingga awal September ini, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat su­dah 27.211 pelajar telah menerima vaksinasi Covid-19.

“Pelaksanaan vaksin akan terus direalisasikan kepada pelajar yang ada supaya penularan virus dapat di minimalisir dan mata rantai penularan terputus,” ulasnya.

Pelaksanaan vaksin di sekolah-sekolah tersebut dibantu oleh pihak Puskesmas dan diawasi oleh maje­lis gurunya. “Kita meng­im­bau kepada peserta didik yang belum vaksin supaya ikut. Agar penularan virus dapat dicegah dan mata rantai penyebaran terputus,” sebutnya.

Sedangkan kepada wali murid diminta untuk memberikan edukasi pada anak soal vaksin. Orang tua diharapkan memberi izin kepada anak untuk ikuti divaksin di sekolahnya masing-masing.

Selanjutnya, apabila para pelajar telah selesai divaksin, Feri berharap semua pelajar dan juga guru serta tenaga pengajar lainnya di sekolah untuk tidak lengah. Protokol kesesehatan harus tetap diutamakan dalam setiap aktivitas. Yakni, memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

“Kami berharap pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar berjalan lancar. Kami berusaha agar stok vaksin ini lancar dan tidak telat. Selain itu, kami meminta warga tetap menjaga protokol kesehatan agar per­tumbuhan ekonomi b­i­sa digerakkan secepat mung­kin,” imbaunya.

Saat ini diakui Feri Mulyani, kasus penularan Covid-19 mulai menurun. Namun protokol kesehatan tidak boleh abai. Ia juga meminta semua warga agar mau mengikuti vaksin. Walaupun dengan penyakit penyerta atau komorbid.

“Tidak ada alasan untuk tidak vaksin. Asal kondisi pada saat disuntik terkendali, semua boleh divak­sin,” tandas dia.

Bagi masyarakat yang takut  dengan efek samping usai vaksin, bisa me­lakukan vaksinasi di RSUP M Djamil Padang. Jadi ketika ada reaksi bisa langsung ditangani medis. Dengan vaksin, akan mengurangi risiko dirawat di rumah sakit pada saat tertular Covid-19. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top