Close

Sengketa Tanah dengan TNI, Tokoh Adat Kurai Gugat ke Pengadilan

WARGA MENGGUGAT— Tokoh Adat Kurai bersama warga kaumnya berjalan ke Pengadilan Negeri Bukittinggi menyerahkan gugatan sengketa tanah dengan TNI.

BUKITTINGGI, METRO–Ratusan masyarakat Kurai Kota Bukittinggi me­ngiringi tokoh adat mereka untuk mengajukan gugatan secara resmi perma­salahan sengketa tanah yang berada di RW Inkorba, Kelurahan Campago Guguak Bulek, Bukittinggi, Kamis (14/10).

Surat Gugatan tersebut diserahkan dan diterima langsung Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Bukittinggi dengan beberapa tergugat di dalamnya, di an­taranya pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sebelumnya juga mengajukan izin penertiban sertifikat di lokasi seluas lebih kurang 11.900 meter persegi.

Proses pengantaran Surat Gugatan itu menjadi perhatian warga sekitar karena dilakukan dengan arak-arakan dengan di­pimpin tokoh adat dengan pakaian khas Minangkabau serta diiringi Bundo Kanduang dan Anak Kemenakan Kurai yang menjadi suku asli masyarakat Bukittinggi.

“Hari ini kami resmi melakukan upaya hukum sebagai hak warga negara untuk mempertahankan tanah yang dari pendahulu kami disebut Pusako Tinggi Pasukuan Pisang di Bantodarano,” kata salah seorang tokoh adat kurai sebagai penggugat AF Da­tuak Mantari Basa.

Menurutnya, langkah pengajuan Gugatan ini dilakukan juga untuk menghindari kesetidakfahaman antara pihak TNI dengan warga di Campago Guguak Bulek terkait saling klaim kepemilikan tanah. “Biarlah pengadilan yang memutuskan, kami hanya be­rusaha dan ikhtiar demi kebaikan bersama, sejak dulu masalah tanah ini tidak kunjung usai, kami tidak ingin generasi setelah ini juga harus meributkan kembali permasalahan yang sama,” kata AF Da­tuak Mantari Basa.

Ia mengatakan, masa­lah hukum tanah milik Pasukuan Pisang itu sebelumnya sudah diserahkan ke nagari se-Campago Guguak Bulek yang kemudian menunjuk tim kuasa hukum penyelesaian perkara.

Tokoh Adat Kurai Taufik Datuak Nan Laweh yang ikut memimpin prosesi pengantaran surat gugatan mengatakan, ini merupakan sejarah baru yang terjadi di Bukittinggi. “Selama ini belum pernah ada to­koh adat kurai yang bersama-sama dengan Bundo Kanduang dan warga be­ramai-ramai mengantarkan Surat Gugatan. Ini pertama kali terjadi dan semoga proses peradilan berjalan secara adil tanpa ada tekanan ke masya­rakat,” kata Taufik DT Nan Laweh.

Ia berharap, adanya kesatuan dari Pasukuan Kurai di Bukittinggi untuk bersama mempertahankan hak tanah ulayat dan Pusako Tinggi sesuai dengan bukti dan kebenaran di antaranya melalui proses pengadilan.

Sementara itu, kuasa hukum Pasukuan Pisang Datuak Mantari Basa Has­wandi mengatakan, ada tiga kelompok tergugat yang dimasukkan dalam Surat Gugatan tersebut. “Kita menggugat dian­ta­ranya NV Ikorba, TNI dan juga warga yang kini menempati saat ini. Selanjutnya kita siap mengikuti proses pengadilan baik mediasi dan lainnya secara tertib hukum tentunya,” kata Haswandi.

Dilain pihak, Pasi Log Kodim 03/04 Kapten Czi Fakhrullah mengatakan, mempersilahkan ma­sya­rakat untuk melakukan lang­kah hukum sesuai aturan. “Apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan perintah dari atasan, kami juga punya bukti yang kuat, wajar jika ada warga yang keberatan kemudian melakukan upaya hukum, tidak masalah,” jelas Fakhrullah. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top