Menu

Sengketa Hasil Pilkada Pessel, Gugatan Hendrajoni-Hamdanus kembali Kandas di MK

  Dibaca : 151 kali
Sengketa Hasil Pilkada Pessel, Gugatan Hendrajoni-Hamdanus kembali Kandas di MK
BACAKAN PUTUSAN—Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan gugatan Hendrajoni-Hamdanus dalam sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Pesisir Selatan.

PESSEL, METRO–Majelis Hakim Mah­ka­mah Konstitusi me­mu­tus­kan menolak gugatan Hendrajoni-Ham­da­nus dalam sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Pe­sisir Selatan dalam sidang yang di­siar­kan melalui chanel Youtube MK, Selasa (31/8) pukul 10.00 WIB.

Mahkamah Kon­sti­tusi menyatakan tidak berwenang mengadili Permohonan Perkara Perselisihan Hasil Pe­milihan (PHP) Bupati Pesisir Selatan Tahun 2020 yang diajukan oleh mantan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni-Ham­danus melalui kuasa hukum Oktavianus Rizwa, Zenwen Pador dan Muham­mad Arif.

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua MK, Anwar Usman, menya­takan bahwa Mahkamah Konstitusi tidak berwenang mengadili permohonan Pemohon, karena gugatan diajukan setelah Bupati terpilih Rusma Yul Anwar dilantik Gubenur Sumatera Barat, 26 Februari 2021.

“Berdasarkan fakta yang diperiksa MK, tidak ada alasan hukum dan undang-undang bagi MK untuk mengadili perkara tersebut. Mengadili, me­nyatakan MK tidak berwe­nang mengadili permo­honan pemohon,” ujar An­war di Ruang Sidang Pleno MK.

Putusan terhadap gu­ga­tan Hendrajoni ini di­putus oleh sembilan hakim konstitusi dalam rapat per­musyawaratan hakim pa­da Kamis (19/8). Mereka ada­lah Anwar Usman ketua merangkap anggota, As­wanto, Arief Hidayat, Enny Nurbaningsih, Manahan MP Sitompul, Wahiduddin Adams, Saldi Isra, Su­hartoyo dan Daniel Yusmic P Foekh.

Pada dua sidang sebe­lumnya MK telah men­de­ngarkan pembacaan per­mohonan oleh Pemohon, dan penyampaian jawa­ban oleh Termohon serta men­dengarkan ketera­ngan dari Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalil-dalil dan bukti-bukti juga telah disam­paikan. Kini keputusan su­dah dipu­tus­kan Majelis Hakim Mah­kamah Kons­titusi. Sekaligus menjawab pertanyaan ma­syarakat dari hasil sidang telah di­tunggu-tunggu ini Sebe­lumnya, PHP Pilkada Pe­sisir Selatan dengan No­mor 64/PHP.BUP-XIX/2021, dia­jukan Hendrajoni dan Ham­danus, juga gagal di MK.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Pesisir Sela­tan, Epaldi Bahar me­ngajak semua pihak meng­hormati putusan MK. “Kita harus menghormati hak kons­titu­sional Pemohon yang me­ngajukan Per­mo­ho­nan ke MK. Begitupun dengan Pu­tusan yang tadi telah dit­e­tapkan oleh MK, harus kita hormati pula,” terang Epaldi Bahar, Selasa (31/8).

Epaldi mengatakan, se­bagai Termohon pihaknya bertanggungjawab untuk membuktikan bahwa taha­pan penyelenggaraan Pe­milihan Tahun 2020, teru­tama terkait dengan objek sengketa, telah kami lak­sanakan sesuai dengan peraturan perundang-un­dangan.

“Posisi KPU dalam seng­keta bukanlah sebagai pem­bela atau tidak mem­bela pihak tertentu. Tetapi sebagai termohon ber­tang­gung membuktikan bah­wa Tahapan Penye­leng­garaan sudah dilak­sanakan sesuai peraturan perundang-un­dangan,” ujarnya.

Sebagaimana diketa­hui, para Pemohon melalui per­mohonan yang teregis­trasi dengan nomor per­kara 148/PHP.BUP-XIX/2021. Pe­mo­hon menggugat Ke­putusan KPU Pesisir Selatan Nomor 259/PT.02.3-Kpt/1381/KPU-Kab/X/2020 tentang Pe­netapan Pa­sa­ngan Calon Peserta Pemili­han Bupati dan Wakil B­u­pati Pesisir Selatan Tahun 2020, tanggal 23 September 2020.

Gugatan Hendrajoni adalah soal Rusma Yul An­war yang berstatus ter­pidana namun tetap lolos dan dilantik menjadi Bu­pati. Kemudian, status ter­dakwa yang disandang oleh Rus­ma ketika men­daftar seba­gai calon bupati.

Sekadar diketahui, Hen­drajoni dan Rusma Yul An­war adalah pasangan bupati dan wakil bupati Pessel 2016-2021. Namun pada pemilihan bupati se­rentak 2020 lalu, mereka maju dengan pasangan ma­sing-masing. Hen­dra­joni berpa­sangan dengan Ham­danus, sedangkan Rus­ma Yul An­war berpasangan dengan Rudi Hariyansyah. Bersama mereka juga ikut bertarung pasangan Dedi Rahmanto Putra-Arfianof Rajab.

Sampai akhirnya, Ko­misi Pemilihan Umum (KPU) Pessel mengumumkan Rus­­ma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah yang menjadi pemenang Pilkada dengan memperoleh 128.922 suara atau 57,24% dari total suara sah. Sementara itu, Hen­drajoni-Hamdanus hanya memperoleh 86.074 atau 38,22% dari suara sah.

Kemudian, Dedi Rah­manto Putra-Arfianof Rajab memperoleh 10.220 atau 4,54% dari total suara sah. Hasil Pilkada ini pun disengketakan Hendrajoni ke MK, sebelum akhirnya dinyatakan tidak dapat diterima oleh MK. Gu­ber­nur Sumbar Mahyeldi An­sharullah selanjut­nya me­lantik Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pessel. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional