Menu

Sempat Kabur, Suami Jual Istri Menyerahkan Diri

  Dibaca : 266 kali
Sempat Kabur, Suami Jual Istri Menyerahkan Diri
Ilustrasi

TANAHDATAR, METRO
Sempat melarikan diri, suami yang tega menjual istrinya di Kabupaten Tanahdatar, gara-gara terlilit utang untuk melayani nafsu orang yang memberikan pinjaman yang tidak lain tetangganya sendiri, akhirnya menyerahkan diri ke Polisi.

Kasus ini sempat membuat heboh masyarakat Tanahdatar. Pelaku berinisial HSN (24) diamankan setelah menyerahkan diri ke Polsek Lintau Buo dan kemudian dibawa ke Polres Tanahdatar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus penjualan istrinya berinisial HF (22) tersebut.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Purwanto. Pihaknya masih memeriksa HS atas kasus yang membuat heboh masyarakat Tanah Datar. Sebelumnya, HS diduga menjual istrinya kepada N, yang merupakan tetangganya. Buntut persoalan kasus ini terjadi karena HS memiliki utang kepada N disinyalir berjumlah Rp 4 juta.

“Pelaku kami tahan setelah HS ditemani pihak keluarga menyerahkan diri ke Polsek setempat, setelah itu langsung kami jemput dan bawa dia untuk dimintai keterangannya.

Yang diamankan baru HSN. Sementara, tetangga yang menggunakan istri pelaku belum ditahan,” jelas AKP Purwanto, Minggu (26/7).

Disampaikan AKP Purwanto, pihaknya masih fokus terhadap tindak pidana yang dilakukan HS yang menjual istrinya kepada orang lain. Sementara, tetangga pelaku yang menggunakan istri pelaku masih berada di Tanahdatar dan dipastikan tidak melarikan diri.

“Untuk yang memakai istrinya kami masih dalami, apakah ada unsur paksaan. HS dijerat pasal undang-undang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Karena di undang-undang KDRT ini ada istilahnya perempuan disuruh melayani. Kasus ini masih dalam pengembangan, termasuk menyelidiki adanya unsur paksaan yang terjadi,” jelas AKP Purwanto.

AKP Purwanto menyebutkan, kondisi istrinya saat ini dalam keadaan sakit dan hamil tujuh bulan. Sebelumnya, HS ini sempat membawa kabur istrinya keluar dari kampung halaman. “Kemana larinya, kami enggak kejar sampai situ. Kami hanya unsur pidananya saja,” ujar AKP Purwanto.

Sebelumnya, hanya karena terlilit utang, seorang suami di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, diduga tega menjadikan istrinya sebagai tumbal dan memaksa istrinya melayani nafsu orang yang memberikan pinjaman yang tidak lain tetangganya sendiri.

Suami yang diketahui berinisial HS dan istrinya FH itu, dikabarkan sudah kabur dari tempat tinggal mereka karena diduga merasa malu atas perbuatannya. Mereka hilang setelah pihak jorong dan FKPM (Forum Komunikasi Polisi Masyarakat), serta ninik mamak (toko adat) setempat mamanggil mereka secara langsung untuk memertanyakan kebenaran informasi itu.

Salah satu tokoh pemuda setempat, Hijrah Adi Sukrial yang juga mewakili Datuk Rajo Putih di daerah tersebut mengatakan, peristiwa memalukan itu telah meresahkan warga karena sudah menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

“Kebenaran ini terungkap dari pengakuan mereka bertiga di hadapan tokoh adat dan jorong ke tika di panggil pada awal Juli lalu,” ungkap Hijrah. Kamis (16/7)

Dari pengakuan istrinya saat itu, dia mengaku dipaksa. Di bawah tekanan suami dan tak mampu berbuat apa-apa. Disuruh tutup mulut. Bahkan suaminya sendiri melucuti pakaian istrinya ketika dipaksa berhubungan dengan N.

“Awalnya ini hanya isu yang beredar di tengah masyarakat, warga juga mulai resah atas isu tersebut. Saat itu Pemerintah Jorong langsung menanggapi dan memanggil HS, istrinya dan N. Katika ditanya, mereka mengakui perbuatan itu,” ucapnya.

Mereka melakukan perbuatan itu berulang kali. Saat ini, perempuan (korban) dalam kondisi hamil dua bulan dan tidak tahu itu anak siapa. Tapi diduga anak N. Karena dua tahun berumah tangga, mereka tidak memiliki anak.

Lanjut Hijrah, dari pengakuan mereka, awal mula kasus tersebut sekitar awal 2020. Saat itu HS kerap berutang kepada N senilai Rp 200 ribu, dan setiap berutang kemudian tidak sanggup membayar utangnya. Sehingga utang tersebut menumpuk hingga sampai Rp 4 juta .

Karena tidak mampu membayar, akhirnya HS menawarkan istrinya kepada N. “Kita menduga perbuatan ini berulang kali,” tuturnya.

Setelah pertemuan itu, HS membawa istrinya keluar dari kampung dan lari ke Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar. “Kita mengkhawatirkan untuk memenuhi biaya hidup (pelaku), dia (korban) akan dijajakan kepada orang lain,” terang Hijrah. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional