Menu

Seminar Memeriahkan MTQN Sumbar ke-38, Penyuluh Agama Islam masih Minim

  Dibaca : 366 kali
Seminar Memeriahkan MTQN Sumbar ke-38, Penyuluh Agama Islam masih Minim
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin menjadi narasumber pada seminar bersama Wako Solok Zul Elfian dan Ketua LKAAM Sumbar.

SOLOK, METRO – Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama Muhammadiyah Amin menjadi narasumber dalam seminar bersama Walikota Solok Zul Elfian dan Ketua LKAAM Sumbar. Kegiatan seminar yang dilaksanakan di Gedung Kubung Tigo Baleh, Kota Solok itu diawali paparan Wali Kota Solok Zul Elfian.

Zul Elfian menyampaikan ada tiga hal pokok yang menjadi misi Kota Solok, yakni Koto Solok menjadi diberkahi Allah SWT penduduk sejahtera, kota maju dan modern. Bersama Kementerian Agama dan seluruh pihak diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa dan diberkahi.

“Untuk mewujudkan harapan itu ada beberapa jalan yang harus dilakukan, melekatkan gelar kota beras serambi madinah, membangun/memperbaiki masjid mesjid menjadi indah sehingga masyarakat betah berlama lama di masjid,” ujar Elfian.

Zul Elfian juga mengatakan untuk mendekatkan Al Quran dalam kehidupan masyarakat tentu didukung dengan Program maghrib mengaji. Bagi yang hafal 1 sampai 30 juz diuji dan diwisuda diberikan hadiah.

Sementara itu Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengapresiasi apa yang telah diprogramkan Walikota Solok. Misi Kota Solok tidak jauh berbeda dengan Program Kota Solok. Ia juga menceritakan bahwa MTQ ini sudah bnyak memberikan hikmah dan membawa perubahan untuk Indonesia.

”Baru-baru ini banyak qori kita yang berhasil di tingkat internasional,” katanya.

Syamsir Firdaus, juara 1 MTQ Nasional di Turki dari 69 negara. Informasi tentang Syamsul jadi viral karena diundang presiden Indonesia dan yang menyerahkan hadiah langsung presiden Turki, Erdogan.

Selain Syamsir Firdaus juga ada Abdullah Dari Jawa Barat yang juga juara 1 di Irak. Dalam tahun ini Ditjen Bimas Islam menghadiri MTQ di 11 negara.

“Tidak satupun saya melihat daerah yang memperhatikan alquran merosot,” tutur Dirjen Bimas

“Saat ini sudah diberlakukan e MTQ untuk mengurangi qoriah qori dari daerah lain ikut di diderah tersebut. Maka lakukanlah pembinaan kepada anak-anak kita,” tambah Firdaus.

Ketua LKAAM Sumbar juga didaulat sebagai narasumber yang memaparkan tentang falsafah adat basandi syarak syarak basandi kitabullah (ABS-SBK). Diakhir seminar Kepala Kanwil mengusulkan kepada Dirjen Bimas agar penyuluh agama Islam ditambah karena saat ini penyuluh masih kurang.

Kemudian kata Kakawnil konsep ABS SBK belum jelas. Perlu ada sinergi LKAM dengan Kanwil Kementerian Agama. Probelm di Sumbar masih banyak kepala daerah yang belum mendukung LKAAM.

Seminar ini juga dihadiri Kepala Biro Umum Kemenag RI, Syafrizal, Direktur Penerangan Agama Islam, Kakan Kemenag se-Sumbar, Penyuluh dan ASN dilingkungan Kemenag Kota Solok. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional