Menu

Semen Padang Normalisasi Intake Baringin, 120 Ha Sawah akan Dialiri Air

  Dibaca : 345 kali
Semen Padang Normalisasi Intake Baringin, 120 Ha Sawah akan Dialiri Air
DISKUSI— Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri (kiri) berdiskusi dengan Camat Lubuk Kilangan Yalmasri dan Kepala Unit CSR Semen Padang Muhamad Ikrar (kanan) di lokasi proyek normalisasi Intake Baringin.

BARINGIN, METRO
Normalisasi intake Baringin oleh PT Semen Padang disambut antusias masyarakat Lubuk Kilangan. Sebab normalisasi intake yang berada di aliran Batang Arau itu, akan membuat sekitar 120 Ha lahan sawah dan kolam ikan yang berada di Baringin dan Tarantang akan dialiri air.

“Alhamdulillah, normalisasi ini bermanfaat bagi petani dan pembudidaya ikan yang ada di Baringin dan Tarantang,” kata Bustami, salah seorang tokoh masyarakat, Selasa (30/6).

Bustami mengatakan, dengan adanya normalisasi intake ini, tentunya membuktikan bahwa Semen Padang sebagai perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumbar semakin peduli dan berkomitmen untuk maju dan tumbuh bersama masyarakat lingkungan, khususnya Lubuk Kilangan.

“Untuk itu, mewakili masyarakat Baringin, Tarantang dan masyarakat Luki, saya ucapkan terimakasih kepada Semen Padang. Mudah-mudahan Semen Padang maju dan berkembang bersama masyarakat,” ujarnya.

Ketua KAN Luki Basri Dt Rajo Usali yang hadir pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa normalisasi intake ini sudah lama diimpikan oleh para petani di Baringin dan Tarantang. Sebab sejak intake jebol akibat banjir bandang beberapa tahun lalu, para petani tidak bisa lagi menggarap sawahnya untuk ditanam padi.

“Sejak intake Baringin ini jebol, sudah ada sekitar 5 tahun para petani tidak menggarap sawahnya, karena aliran air yang masuk ke sawah terputus. Bahkan, banyak sawah yang menjadi lahan tidur. Jadi dengan adanya normalisasi ini, tentu ke depan para petani akan kembali memanfaatkan sawahnya untuk ditanami padi,” katanya.

Camat Lubuk Kilangan, Yalmasril mengapresiasi PT Semen Padang yang telah menormalisasi intake Baringin. Kata dia, normalisasi intake ini sangat membantu beban Pemko Padang dalam mengatasi kebutuhan air untuk pengairan sawah di Baringin dan Tarantang.

“Normalisasi intake Baringin ini meringankan beban Pemko Padang, karena memang sebelumnya, Pemko sudah berupaya menganggarkan dana untuk normalisasi intake Baringin, tapi sampai sekarang anggarannya belum tuntas,” katanya.

Ia menuturkan, kerusakan intake Baringin akibat banjir bandang beberapa tahun lalu itu, membuat sawah dan kolam ikan mengering. Informasi dari Dinas Pertanian, jumlah lahan dan kolam ikan yang mengering mencapai 120 Ha.

“Jadi, apa yang dilakukan Semen Padang ini luar biasa sekali. Semen Padang sudah berbuat untuk masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Unit CSR Semen Padang Muhamad Ikrar mengatakan bahwa normalisasi intake Baringin ini merupakan bagian dari Program Khusus Nagari yang diinisiasi bersama KAN Lubuk Kilangan. Program khusus ini direalisasikan untuk Nagari Lubuk Kilangan dalam beberapa bentuk kegiatan sejak 2019 lalu.

“Program khusus berupa normalisasi intake ini sudah dimulai sejak 2019, yaitu normalisasi sungai (pembersihan delta) secara swakelola dan penyusunan batu-batu di pinggir sawah. Kemudian untuk tahun ini, pembuatan bronjong sepanjang 175 meter dan pembuatan Intake saluran air ke Baringin dan Tarantang. Lama pengerjaannya 90 hari dengan total anggaran Rp1,5 miliar,” katanya.

Selain Program Khusus Nagari, Ikrar juga mengatakan bahwa Semen Padang juga punya beberapa program unggulan dari CSR. “Antara lain Forum Nagari, Beasiswa Rutin untuk masyarakat ring I dan Kota Padang, serta Beasiswa Prestatif bagi anak-anak asli Nagari Lubuk Kilangan yang diterima kuliah di 5 Universitas ternama di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri mengatakan, Program Khusus Nagari berupa normalisasi intake merupakan jantung perekonomian bagi masyarakat, dan itu bukan hanya masyarakat Baringin dan Tarantang, tapi juga buat daerah lain.

“Di tahun ini, ada empat Program Khusus Nagari yang direalisasikan. Intake Baringin adalah yang terbesar. Setelah intake, air bersih dan ini akan bergulir terus,” kata Oktoweri.

Oktoweri juga menuturkan bahwa realisasi Program Khusus Nagari ini juga dilatarbelakangi oleh kekayaan sumber daya alam di Luki. Di samping adanya bahan baku pembuat semen seperti batu kapur, tanah liat dan silika, di Luki juga dikaruniai sumber air yang berlimpah dan tanah yang subur.

“Sebagai wujud syukur kita, maka kita manfaatkan sumber daya yang ada. Seperti sumber air misalnya, kami manfaatkan untuk mengaliri sawah petani atau masyarakat lingkungan, karena sumber air tersebut juga mendorong perekonomian masyarakat untuk tumbuh,” katanya.

Semen Padang ke depannya, tambah Oktoweri, akan terus berusaha meningkatkan ekonomi masyarakat lingkungan perusahaan. Yaitu, melalui program-program pemberdayaan masyarakat dengan tujuan, agar masyarakat punya kegiatan berpenghasilan nilai tambah yang tentunya dapat menopang ekonomi masyarakat. Apalagi bagi PT Semen Padang, tumbuhnya masyarakat juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan perusahaan. (rel/ren)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional