Close

Semen Padang FC VS Perserang, Kabau Sirah Menang, 5 Gol Tanpa Balas

EMOSIONAL— Pemain muda Semen Padang FC Firman Juliansyah dengan emosional merayakan gol yang diciptakannya ke gawang Perserang.

PADANG, METRO–Tuah Stadion GOR H Agus Salim Padang (GHAS) benar-benar terasa saat Semen Padang FC menuai hasil positif pada pekan keempat Liga 2 Wilayah Barat musim 2022 setelah menghempaskan perlawanan tim Perserang, Kamis (22/9) sore di Stadion H. Agus Salim Padang.

Bermain di kandang serta dihadapan dukungun supporter yang memenuhi Stadion H. Agus Salim, tim besutan Delfiadri ini berhasil menyarangkan 5 gol ke gawang Perserang yang di kawal oleh Ruly Desrian yang notabene adalah mantan penjaga gawang Semen Padang FC.

Lima gol yang disarangkan oleh pemain Semen Padang FC masing-masing Vendry Mofu yang menciptakan brace (dua gol) pada menit 41 dan menit 62, Muhammad Sanjaya menit ke-76, Firman Juliansyah menit ke-86 dan Naufal Rahmanda menit ke-90+2.

Tim berjuluk Kabau Sirah ini bisa menang lebih besar seandainya dua ha­diah penalti masing-masing pada menit ke-54 dan menit ke-78 yang diberikan oleh wasit dikonversi menjadi gol. Namun dua algojo Muhammad Sanjaya (me­nit ke-54) dan Pandi Lestaluhu (menit ke-78) gagal mengeksekusi tendangan 12 pas tersebut.

Tim Semen Padang yang sejak awal mengincar kemenangan dalam laga ini langsung berinisiatif menyerang. Beberapa kali percobaan dilakukan tim Kabau Sirah untuk mencetak gol.

Mereka menguasai per­tandingan namun beberapa kesempatan emas yang dimiliki pemain naturalisasi Silvio Escobar, Rosad Setiawan, Pandi Lestaluhu, dan Vendri Mofu terbuang sia-sia.

Silvio Escobar beberapa kali memiliki kesempatan dan berada di depan gawang namun tak mampu mengonversi menjadi gol. Begitu juga Rosad yang bisa menendang bola ke gawang namun memilih mengoper ke Pandi Lestaluhu dan peluang itu terbuang sia-sia.

Sementara itu, bertindak sebagai tim tamu, Perserang bermain lebih berhati-hati dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik. Beberapa kali upaya dilakukan anak asuh Sabrun Hanapi ini dapat dipatahkan lini pertahanan Semen Padang.

Semen Padang berhasil memecah kebuntuan menjelang akhir babak per­tama tepatnya di menit 41 melalui skema serangan dari sisi kanan atas kerja sama Putra Chaniago dengan Rosad yang mengumpan ke tengah kotak penalti dan disundul oleh Mofu yang membuat bola masuk ke gawang Perserang.

Gol ini membuat stadion bergemuruh. Namun yang menjadi perhatian usai gol ini adalah ditariknya Silvio Escobar untuk digantikan dengan penyerang muda Muhammad Sanjaya. Ditariknya kapten tim SPFC ini lantaran mengalami masalah pada kakinya sehingga dirinya meminta untuk diganti.

Memasuki babak kedua, Delfi Adri menarik Rosad dan memasukkan Firman Juliansyah untuk menambah daya gedor. Selain itu, pergantian ini juga disebabkan oleh Rosad yang mengalami cidera pada hamstringnya.

Pada menit ke-54, SPFC mendapatkan hadiah penalty setelah tusukan yang dilakukan oleh Pandi Lestaluhu dari sisi kanan perta­hanan lawan. Saat akan me­lakukan umpan ke tengah, bola mengenai tangan pemain bernomor punggung 11 milik Perserang hingga wasit langsung meniup peluit dan menunjuk titik putih.

Namun sayang, peluang ini disia-siakan oleh Muhammad Sanjaya yang maju menjadi algojo. Sepakannya berhasil dibaca dengan mudah oleh Ruly Desrian, hingga skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan SPFC.

Keunggulan SPFC baru bertambah pada menit ke-62 setelah Vendry Mofu berhasil menceploskan bola ke gawang yang kosong berkat umpan dari Wiganda Pradika yang berhasil melakukan tusukan dari kiri pertahanan tim Perserang.

Pada menit ke-73, pemain Perserang, Yogi Syai­ful mendapatkan kartu ku­ning kedua pada menit ke-73 usai melanggar Firman hingga membuat sang pemain harus keluar lebih cepat daripada pemain lainnya.

Unggul jumlah pemain ini dimanfaatkan oleh tuan rumah untuk terus meng­gempur pertahanan tim tamu. Terbukti, pada menit 76 Muhammad Senjaya berhasil membayar tuntas kegagalannya dengan sebuah gol dan membuat tuan rumah unggul 3-0.

Pada menit ke-78 wasit Suntoyo kembali memberikan penalti usai pemain Semen Padang dilanggar di kotak penalti namun Pandi Les­taluhu gagal mencetak gol.

Semen Padang terus berupaya menambah gol keempat melalui Firman Juliansyah menit ke-82 usai terjadi perebutan di kotak penalti dan bol jatuh ke kaki Firman dan ditendang ke­ras masuk ke dalam ga­wang Rully Desrian.

Pesta gol Semen Pa­dang terus berlanjut melalui Naufal Rahmanda yang mencetak gol kelima di masa tambahan waktu.

Seusai pertandingan, coach Delfiadri mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada anak asuhnya yang telah me­nunjukkan perferma terbaik hingga bisa menang dengan angka telak 5-0.

“Alhamdulillah pada per­tandingan hari ini kami bisa memenangkan per­tandi­ngan dengan skor telak 5-0. Apresiasi yang sangat tinggi kami sampaikan kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras sehingga bisa meraih angka maksimal ini,”ujar Delfiadri.

“Terimaksih juga kepada pada supporter yang telah hadir bersama-sama di stadion mensuport dan menjadi pemain ke-12 bagi kami hingga kami bisa menunjukkan hasil yang baik,”tambahnya.

“Terkait pergantian Rosad, sebenarnya kami sangat memerlukan Rosad, namun ia agak bermasalah dengan hamstringnya, sehingga tidak kita paksakan dan diganti dengan pemain muda Firman Julian­syah,”pungkasnya.

Sementara itu pelatih kepala Perserang, Sabrun Hanafi mengakui timnya kalah segalanya dari tim Semen Padang.

“Pertandingan hari ini, sebagaimana yang sudah kita lihat bersama-sama banyaknya kekurangan dari tim kami. Memang sangat banyak yang harus kami perbaiki, apalagi setelah kartu merah, kami merasa itu adalah akhir dari pertandingan bagi kami,”ujarnya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top