Menu

Semburan Gas di Sungai Tunu Diduga Gas Metana

  Dibaca : 245 kali
Semburan Gas di Sungai Tunu Diduga Gas Metana
Semburan Gas di Sungai Tunu Diduga Gas Metana

PESSEL, METRO
Warga di Kampung Ampalu, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (24/8) dikagetkan dengan semburan gas dari dalam galian sumur bor dan berapi jika disulut dengan api. Diduga gasnya berjenis gas metana yang muda terbakar. Namun, tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat.

Camat Ranah Pesisir, Dt Zul Arzil ketika dihubungi mengatakan, bahwa tim SAR Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Pesisir Selatan telah turun ke lokasi, di mana semburan gas dari dalam galian sumur bor dan api tersebut. “Sampai saat ini kondisi aktivitas warga masih berjalan seperti biasa,” ujar Zul, Senin (24/8).

Sementara itu Seksi Penguasaan Air Tanah ESDM Provinsi Sumbar Dian Hadiansyah menuturkan, secara kewenangan teknis terkait semburan gas dari dalam galian sumur bor dan api berada di Badan Geologi Bandung. Namun, harus segara Pemkab Pessel, melalui BPBD Pessel melaporkan hal itu ke Badan Geologi Bandung.

Dikatakan Dian, semburan gas yang menimbulkan api di daerah sungai tunu berjenis gas metana, gas metana ini biasa terjadi di daerah pertambangan batubara. Gas tersebut memang muda terbakar, namun tidak membahayakan bagi kesehatan warga.

Hal tersebut adalah bencana, untuk teknis  kewenangan ada di Badan Geologi Bandung, karena kita tidak ada tim ahli hal itu. “ Bisa dibikin jarak di lokasi tersebut, minimal 5 -10 meter. Karena lokasi itu muda terbakar,” Terang Seksi  Seksi Penguasaan Air Tanah ESDM Provinsi Sumbar.

Analisis dan ahli detiksi dari hal tersebut harus dilakukan secepatnya oleh BPBD Pessel, tapi biasanya 1 minggu kedepan kemunculan gas akan hilang sendiri. Seperti diketahui bersama bahwa, Pesisir Selatan dulu daerah rawah.

Dian Hadiansyah memastikan bahwa kandungan tidak membahayakan bagi kesehatan warga. Saat ini, kepolisian Polsek Ranah Pesisir, Polres Pessel telah memasang garis Polisi di lokasi. Agar tidak membahayakan warga lainnya. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional