Menu

Sembunyi di WC, Maling Dihajar Massa

  Dibaca : 1157 kali
Sembunyi di WC, Maling Dihajar Massa
Andre Rosiade, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra.
kedapatan mencuri pria babak belur - web

Iwan, maling yang dipukuli warga karena ketahuan mencuri laptop, dibawa ke Mapolsekta Padang Selatan. Sempat sembunyi di WC, Kamis (08/10/2015) malam, Iwan akhirnya ditangkap. Dia dijebloskan ke penjara.

PADANG, METRO–Wajah Iwan Syahputra (33), pucat pasi saat aksinya mencuri laptop di rumah warga Kelurahan Parak Ranah, Padang Selatan ketahuan oleh warga. Iwan berlari kencang. Cemas, dia sembunyi di WC. Sial, ketahuan. Tak ayal, Iwan dipukuli. Dia nyanyak kena tangan, hingga kepalanya robek. Pingsan, Iwan nyaris pula dibakar.

”Guguah. Bunuah sajo paja ko. Inyo maliang. Pancilok,” teriak-teriakan warga gaduh, berselingan dengan rintihan Iwan yang kesakitan dipukuli. ”Ampun da. Jan ditangani juo awak. Wak mangaku salah. Ampun. Mambana wak,” ucap Iwan. Lelaki asal Mentawai itu mambana kepada warga yang memukulinya, Kamis (8/10) dini hari.

Tapi, ucapan mengiba Iwan tidak membuat warga berhenti. Malahan, warga muak, kian gencar melayangkan pukulan. Tak sanggup lagi bertahan, Iwan akhirnya tumbang bersimbah darah. Dia pingsan. Tak dasarkan diri. Beberapa bagian tubuhnya luka dan mengeluarkan darah. Cemas, warga menghubungi polisi dari Polsekta Padang Selatan. Mendapat laporan, petugas bergegas.

Sampai di lokasi, Iwan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Sumbar, untuk mendapatkan perawatan medis. ”Dia ketahuan mencuri, makanya dipukuli,” ungkap Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana.

Kisah pemukulan terhadap Iwan yang merupakan warga asal Mentawai dan mengontrak di Mato Aie, berawal saat dirinya mengupak pintu rumah warga Soza Julo Laia (39). Saat itu, Suzo bersama anaknya berada di lantai satu, sedangkan Iwan beraksi di lantai dua. Sekitar pukul 01.30 WIB, Suzo melihat bayangan Iwan yang berada di lantai dua. Curiga, Suzo langsung menuju ke lantai dua rumahnya dan melihat Iwan hendak melompat ke jendela membawa tas jinjing.

”Saat itu saya yakin bahwa orang yang di jendela itu adalah pencuri, sebab dia membawa tas dan sebuah laptop, saya langsung berteriak sekuat tenaga, agar warga setempat mendengarnya,” kata korban.

Kaget akibat diteriaki maling, pelaku kemudian langsung melompat dari lantai II, menuju luar rumah, namun warga yang mendengar teriakan korban, langsung berhamburan keluar rumah dan langsung mengepung pelaku yang hendak kabur. Pelaku yang semakin hilang akal dan kebingungan, terus berlari menuju salah satu rumah kos yang berjarak 100 meter dari lokasi dan langsung bersembunyi di dalam wc.

Namun, nasib sial bagi pelaku, salah seorang warga yang mengejar pelaku melihatnya masuk ke dalam WC. Warga kemudian mengepung  dan berhasil menangkap pelaku. Warga yang geram dengan ulah pelaku, langsung menjadi bulan-bulanan warga, pukulan demi pukulan mendarat pada tubuh pria asal mentawai itu.

Akibatnya pelaku mengalami babak belur dan luka robek. Salah seorang warga yang menyaksikan kejadian itu, langsung menghubungi Pihak kepolisian. Tak lama berselang beberapa anggota Polsek Padang Selatan tiba di lokasi kejadian dan langsung mengamankan pelaku bersama barang bukti ke Polsek guna pengsutan lebih lanjut.

Kapolsekta Padang Selatan, Kompol Eriyanto mengatakan setelah diamankan, karena kondisi pelaku yang mengalami luka, pihaknya membawa pelaku ke RS Bhayangkara Polda Sumbar. “Pelaku sempat mendapatkan perawatan medis untuk mengibati luka-lukanya, setelah itu kita bawa kembali pelaku ke Polsek, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu  dari pihak korban juga telah dimintai kesaksiannya dan telah dibuatkan laporan, LP/392/K/XI/2015, terkait kasus pencurian,” kata Eriyanto.

Eriyanto menambahkan, untuk sementara pihaknya masih terus mendalami perkara ini, terkait sudah berapa kali pelaku melakukan aksinya yang sangat meresahkan masyarakat ini.”Kita telah mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop, beserta charger nya, dan tas jinjing milik korban. Dan untuk mempermudah pemeriksaan kita juga telah menahan pelaku,” ungkap Eriyanto.

Eriyanto menegaskan, untuk sementara, terhadap pelaku dijeratkan dengan Pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. “Kita mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada agar tidak menjadi korban pencurian, dan selalu meningkatkan keamanan rumahnya agar pelaku-pelaku pencurian tidak mudah untuk menjalankan aksinya,” pungkasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional