Menu

Selundupkan 2 Karung Ganja di Kota Padang , Pria asal Bukittinggi Dapat Upah Rp 1,5 Juta

  Dibaca : 273 kali
Selundupkan 2 Karung Ganja di Kota Padang , Pria asal Bukittinggi Dapat Upah Rp 1,5 Juta
PERLIHATKAN BUKTI— Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir didampingi Kasatresnarkoba AKP Dedy memperlihatkan barang bukti puluhan kilogram ganja hasil penangkapan pelaku AS.

PADANG, METRO–Pria asal Bukittinggi yang ditangkap Tim Satresnarkoba Polresta Padang, ternyata merupakan kurir yang ditugaskan oleh bandar untuk menyelundupkan dua karung ganja kering. Mirisnya, pelaku berinisial AS (20) hanya mendapatkan upah Rp 1,5 juta.

Namun, jika berhasil mengantarkan barang haram jumlah banyak ter­sebut kepada sang bandar berinisial K, pelaku juga akan mendapatkan uang tambahan Rp 100 setiap paketnya. Bahkan, dari hasil pemeriksaan, ternya­ta pelaku sudah lima kali menjalankan aksinya.

Satuan Reserse  Narko­ba (Satresnarkoba) Pol­resta Padang menangkap seorang pria sebagai kurir narkotika jenis ganja ke­ring dengan berat 28 kilogram, di pinggir jalan Kom­plek Kamela Permai RT.002 RW.013 Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (28/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolresta Padang Kom­bes Pol Imran Amir me­nga­takan, kurir ganja ber­inisial AS (20) warga Bukittinggi mengaku men­da­patkan upah sebesar Rp1,5 juta untuk mengang­kut ganja kering seberat 28 kilogram dari Panya­bu­ngan, Kabupaten Mandai­ling Natal, Sumatra Utara.

“AS diupah oleh se­orang bandar berinisial K untuk mengambil paket ganja dari Panyabungan. Kemudian diedarkan ke Padang Panjang dan Kota Padang,” ujar Imran, di dampingi Kasat Resnar­koba AKP Dedy Adrian­syah Putra, saat jumpa pers di Mapolresta Padang, Senin (30/8).

Dijelaskan Kombes Pol Imran, sebelum ditangkap di Kota Padang, pelaku AS sudah menurunkan 5 Kilogram ganja di Padang Pan­jang. Sedangkan sisanya 28 Kilogram dibawa sampai ke Kota Padang, namun berhasil ditangkap sebe­lum ganja itu diserahkan kepada bandar.

“Dari pengakuannya, AS sudah 5 kali me­ma­sarkan narkotika jenis gan­ja kering tersebut ke Kota Padang. Selain men­dapat­kan uang upah Rp1,5 juta dalam setiap beroperasi, ia juga menda­pat­kan upah tambahan 100 ribu setiap satu paket atau 1 kilogram ganja yang diba­wa­nya,” ujar Kombes Pol Im­ran.

Kombes Pol Imran me­nga­takan, penangkapan terhadap AS berawal dari laporan masyarakat bah­wa AS sedang memiliki, mem­bawa, membeli, men­jadi perantara jual beli atau menjual, menyimpan dan menggunakan narkotika jenis ganja tersebut.

“Kemudian kami laku­kan pengintaian dan pe­nye­lidikan tentang kebera­daan AS, yang saat itu sedang berada di pinggir jalan Komplek Kamela Per­mai RT.002 RW.013 Kelu­rahan Lubuk Buaya,” ujar­nya.

Selanjutnya, dilakukan penangkapan dan pengg­e­le­dahan terhadap AS serta kendaraan jenis Toyota merk Avanza warna putih dengan Nomor Polisi BA 1175 LD yang dibawanya.

Alhasil, polisi berhasil menemukan barang bukti satu karung warna putih didalamnya terdapat 20 paket besar terbungkus dengan plastik yang beri­sikan daun, biji, ranting dan batang yang diduga nar­kotika jenis ganja.

Kemudian, satu karung war­na biru di dalamnya ter­­dapat 8 paket besar yang terbungkus lakban war­na coklat berisikan daun, biji, ranting dan ba­tang yang diduga narkotika jenis gan­ja yang ditemu­kan di dalam kursi bela­kang.

Lebih jauh Imran Amir mengatakan, dari hasil interogasi terhadap AS bahwa semua barang bukti yang ditemukan pada saat penangkapan diakui lang­sung miliknya atau dalam penguasaannya.

Untuk itu, AS dan se­mua barang bukti dengan berat ko­tor (bruto) narkotika je­nis ganja 28 kilogram dan mobil Toyota Avanza yang digunakannya langsung di­bawa ke Polresta Padang guna penyidikan lebih lan­jut.

Atas perbuatannya, AS disangkakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang nar­kotika, dengan ancaman minimal 12 tahun kurungan penjara. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional