Menu

Seleksi PPPK 2021: Guru Honorer Tidak Punya Formasi Ikut Tes Tahap 1

  Dibaca : 71 kali
Seleksi PPPK 2021: Guru Honorer Tidak Punya Formasi Ikut Tes Tahap 1
M Ali Ramdhani

JAKARTA, METRO–Kementerian Penda­ya­gunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Ke­menPAN-RB) telah mener­bitkan petunjuk teknis (juknis) pengadaan aparatur sipil negara (ASN) tahun ini. Khu­sus untuk pengadaan PPPK guru diatur dalam Peraturan MenPAN-RB Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pe­ga­wai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Ja­batan Fungsion

al Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021.

Pelaksana Tugas Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur KemenPAN-RB Katmoko Ari Sambodo mengungkapkan ada empat kategori yang bisa mendaftar PPPK guru, yaitu guru honorer K2, guru honorer non-K2 di sekolah negeri, guru yang mengajar di sekolah swasta, dan lulu­san pendidikan profesi guru (PPG).

“Semua kategori bisa mendaftar PPPK lewat portal SSCASN tetapi untuk seleksi kompetensinya dibagi men­jadi tiga tahapan,” kata Ari, sapaan akrabnya di Jakarta, Senin (14/6). Adapun tiga tahapan seleksinya adalah sebagai berikut. 1. Seleksi kompetensi 1. Dikhususkan untuk guru honorer K2 dan guru honorer di sekolah ne­geri. Ketentuannya, tidak bisa melamar ke instansi lain. “Jadi, bila formasi tersedia dan sertifikasi pendidik (ser­dik) atau kualifikasi yang ber­sangkutan sesuai, guru ho­norernya harus melamar di formasi tersebut,” terang Ari.

Sebaliknya, bagi guru honorer yang formasinya tidak tersedia dan atau ser­dik/kualifikasi yang bersang­kutan tidak sesuai, bisa me­lamar di formasi lain di ins­tansi tersebut.

Seleksi kompetensi 2. Bagi guru honorer yang tidak lulus tes 1 bisa ikut tes 2. Ketentuannya, seluruh pe­serta (guru honorer K2, guru honorer di sekolah negeri, guru di sekolah swasta, dan lulusan PPG) memilih kem­bali formasi di instansinya yang masih belum terisi sesuai serdik atau kualifikasi yang bersangkutan. Di tes 2 ini, guru honorer K2, guru honorer di sekolah negeri, dan guru swasta tidak bisa melamar di instansi lain, sedangkan peserta lulu­san PPG melamar di ins­tansi sesuai dengan do­misilinya.

“Jadi, seleksi kom­petensi 1 dan 2 hanya bisa melamar di satu kabupaten/kota dan provinsi saja. Tidak bisa lintas kabupa­ten/kota atau pro­vinsi,” tu­tur­nya. Ari melanjut­kan, peserta yang tidak lu­lus tes 1 dan ikut tes 2, akan di­am­bil nilai tertinggi antara pas­sing grade (PG) tes 1 dan 2.

Seluruh peserta selek­si kompetensi 2 yang tidak lulus di­berikan kesem­patan ikut tes 3. Keten­tuannya, peserta me­milih kembali formasi yang masih belum terisi sesuai serdik atau kua­lifikasi yang ber­sang­ku­tan. Seluruh peser­ta bisa melamar di instansi lain. Untuk hasilnya, di­ambil nilai tertinggi antara PG 1, PG 2, dan PG 3. “Nah, di seleksi tahap 3 ini, sifatnya nasional. Ja­di guru honorer yang tidak lulus tes 1 dan 2 bisa melamar di daerah lain karena lintas ka­bu­paten/kota dan pro­vinsi,” pung­kas­nya. (esy/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional