Menu

Selang 4 Pekan, 6 Rumah dan 2 Titik Lahan Terbakar, Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada

  Dibaca : 355 kali
Selang 4 Pekan, 6 Rumah dan 2 Titik Lahan Terbakar, Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada
PEMADAMAN API— Petugas BPBD Pemkab Agam bersama aparat penegak hukum melakukan pemadaman terhadap kebakaran lahan di Kabupaten Agam

AGAM, METRO
Pemkab Agam mengimbau masyarakat agar waspada dan siaga dalam menyikapi musim kemarau yang melanda saat ini. Musim terik dan panas ini dinilai sangat rentan terjadinya musibah dan bencana kebakaran.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Agam, Kurniawan Syahputra meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran pada lahan kosong. Termasuk memperhatikan betul hal-hal yang dapat memicu kebakaran di lingkungan tempat tinggal. “Jadi masyarakat harus waspada dan siaga. Hati-hati ketika beraktivitas yang berhubungan dengan api. Kroscek betul sebelum beraktivitas lain,” kata Kurniawan, kemarin.

Musim kemarau sendiri lanjut Kurniawan, sudah melanda wilayah Agam dan sekitarnya sejak awal Februari 2021. Hingga kini beberapa kali insiden kebakaran sudah dilaporkan terjadi. Baik melanda kawasan permukiman maupun lahan.

Pihaknya merangkum setidaknya sudah ada enam rumah dan puluhan hektare lahan yang terbakar di Agam selama empat pekan berjalan periode Februari ini. Rinciannya, satu unit rumah hangus dilalap sijago merah di Jorong Baso, Nagari Tabekpanjang, Kecamatan Baso pada 1 Februari lalu.

Sehari setelahnya musibah kebakaran kembali menghanguskan satu unit rumah semi permanen di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya. Disusul kebakaran terhadap sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha penggilingan padi atau huller milik warga di Nagari Sungaipua, Kecamatan Palembayan pada 7 Februari.

Kemudian pada 18 Februari, satu unit rumah semi permanen di Jorong Pandan Gadang Ranggo Malai (PGRM), Nagari Gadut, Kecamatan Tilatangkamang, persisnya di wilayah Lurah Padang Rajo yang ludes terbakar. Terbaru dilaporkan dua unit rumah terpanggang di Jorong Ladang Hutan, Nagari Persiapan Koto Gadang, Kecamatan Baso, dua hari lalu.

Ancaman kebakaran saat musim kemarau ini, kata Kurniawan, dipertegas dengan sejumlah bencana kebakaran lahan. Pertama melanda area perkebunan warga di Nagari Persiapan Durian Kapeh Darussalam, Kecamatan Tanjungmutiara sejak awal pekan kedua Februari dan hingga kini terus meluas. Kemudian sijago merah mengamuk dan melumat 1 hektar lahan perkebunan sawit rakyat milik warga di Jorong Tapian Kandih, Nagari Persiapan Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan akhir pekan lalu.

“Setiap kejadian ini otomatis menimbulkan kerugian materil yang tak sedikit bagi para korban, baik pemilik rumah atau pun lahan. Salah satu yang patut kita syukuri, tidak ada korban jiwa di tiap peristiwa itu,” beber Kurniawan.

Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas berkaitan dengan api demi menghindari kejadian serupa tak terulang. Diantaranya, tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, menghindari pola pembakaran dalam pembukaan lahan dan memastikan api kompor atau tungku dalam keadaan mati, jika mau bepergian atau tidur.

Termasuk memperhatikan letak racun nyamuk bakar, pastikan jauh dari kain atau benda yang mudah terbakar. Selain itu, memeriksa instalasi listrik secara berkala, karena instalasi listrik tidak memadai penyebab utama kebakaran yang ditemui di lapangan selama ini. “Semoga kita semua dijauhkan dari segala musibah dan bencana kebakaran ini serta dari segala marabahaya,” harapnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional