Menu

Selamatkan Gambir Sumbar, Gubernur: Perlu Upaya Luar Biasa

  Dibaca : 61 kali
Selamatkan Gambir Sumbar, Gubernur: Perlu Upaya Luar Biasa
AUDIENSI— Gubernur Sumbar Mahyledi saat audiensi dengan petani gambir di Istana Gubernuran, Selasa (29/6).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat Mahyeldi menyebut perlu upaya luar biasa untuk menjadikan gambir sebagai produk unggulan daerah yang bisa membe­rikan keuntungan ekonomi kepada para petani.

“Selama ini harga gam­bir selalu ditetapkan oleh pengusaha sementara pe­tani hanya bisa pasrah menerima. Perlu langkah luar biasa agar ke depan petani tidak lagi dirugikan,” katanya saat beraudiensi dengan petani gambir di Istana Gubernuran, Selasa (29/6).

Gubernur mengatakan Pemprov Sumbar akan men­jajaki kemungkinan keter­libatan pemerintah daerah dalam mengelola komo­ditas gambir tersebut, sa­lah satunya mungkin de­ngan mendirikan Peru­sa­haan Daerah (Perusda).

Ada beberapa alter­natif yang bisa dijajaki, misalnya dengan sistem resi gudang. Pemerintah melalui Perusda membeli gambir petani dengan har­ga yang wajar, kemudian baru bernegosiasi dengan pengusaha terkait harga.

Dengan demikian, har­ga jual petani bisa lebih stabil sehingga tidak perlu pusing lagi dalam hal pe­masaran.

Mahyeldi mengatakan tidak akan ada yang diru­gikan dengan kebijakan yang tengah dijajaki itu. Pihak-pihak yang selama ini mengambil gambir lang­sung dari masyarakat bisa dibawa bergabung dengan Perusahaan Daerah se­hingga tidak pula harus kehilangan mata pen­ca­riannya.

Bank Nagari sebagai Bank milik pemerintah dae­rah juga akan didorong un­tuk berperan dalam me­nun­jang pendanaan dalam pe­nge­lo­laan gambir ter­sebut.

Ia mengatakan bebera­pa hari lalu telah bertemu langsung dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk membahas potensi investasi Sumbar. Dua hal yang akan dibantu adalah investasi industri berbasis kelapa dan gambir.

“Kita juga akan berte­mu dengan Menteri BUMN. Potensi gambir ini juga akan dibawa dalam perte­muan itu guna dicarikan solusi yang bisa mengun­tungkan petani,” katanya.

Salah satu yang diha­rapkan adalah bantuan mesin pengolahan gambir agar yang dijual tidak lagi bahan mentah tetapi telah berbentuk produk turunan yang siap jual.

Menurutnya produksi gambir dunia hampir 50 persennya di Indonesia. Sebagian besar dari angka 50 persen itu berasal dari Sumbar.

Seharusnya potensi yang sangat besar itu bisa meningkatkan pereko­no­mian dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hanya saja selama ini petani gam­bir tidak kompak sehingga bisa dikendalikan oleh pe­ngusaha.

“Intinya itu petani ha­rus kompak. Jangan ada yang bermain. Mudah-mu­dahan ke depan negara bisa hadir untuk petani gambir untuk membantu memberikan kese­jah­tera­an,” katanya.

 Wali Nagari Mang­gi­lang yang juga tergabung dalam Forum Peduli Petani Gambir 50 Kota, Ridwan mengatakan selain sistem yang tengah dijajaki oleh pemerintah daerah itu, petani gambir juga butuh dukungan modal men­je­lang berproduksi. Hal itu diharapkan juga bisa men­jadi pertimbangan.

Dalam pertemuan itu juga hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan Holti­kultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal. Ia me­ngatakan akan segera me­nindaklanjuti hasil audiensi tersebut untuk menjajaki semua kemungkinan untuk membantu petani gambir di Sumbar. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional