Menu

Selamat Jalan Pamong Senior Rusdi Lubis, Semasa Hidup Berprinsip Selalu Tebar Kebaikan untuk 1 Orang Setiap Hari

  Dibaca : 86 kali
Selamat Jalan Pamong Senior Rusdi Lubis, Semasa Hidup Berprinsip Selalu Tebar Kebaikan untuk 1 Orang Setiap Hari
UPACARA PELEPASAN JENAZAH— Pelepasan jenazah Pamong Senior Rusdi Lubis ke tempat peristirahatan terakhir, dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy, Selasa (27/4), di Kantor Gubernur.

SUDIRMAN, METRO
Pelepasan jenazah Pamong Senior Rusdi Lubis ke tempat peristirahatan terakhir, dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur, Audy Joinaldy, Selasa (27/4), di Kantor Gubernur.

Pelepasan jenazah selain dihadiri pihak keluarga, juga dihadiri ratusan ASN di lingkungan Pemprov Sumbar dan pensiunan ASN. Drs. H. Rusdi Lubis, M.Si, Mantan Sekdaprov Sumbar meninggal Selasa dini hari (27/4) April sekitar pukul 3.30 WIB. Rusdi Lubis merupakan putra terbaik Sumbar. Almarhum merupakan tokoh pemekaran Kabupaten Pasaman Barat, Pamong Senior, dan juga mantan Sekda Kabupaten Solok.

Kepala Bappeda Sumbar, Hansastri yang bertindak sebagai ahlul bait saat pelepasan siang itu, mengatakan, almarhum cukup lama berada di Pemprov Sumbar dan pemerintah kabupaten kota. “Bahkan sampai beliau pensiun pun masih aktif selama 15 tahun berinteraksi dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Sumbar maupun pemerintah kabupaten kota,” ungkapnya.

“Dalam interaksi yang panjang, mungkin saja ada kekhilafan dan kesalahan beliau. Kepada bapak dan ibuk semua, kami mohon dimaafkan dengan tulus dan ikhlas,” harapnya.

Hansastri mengungkapkan, Rusdi Lubis meninggalkan istri dan empat orang anak dan cucu. “Kami atas nama keluarga besar H Rusdi Lubis mengucapkan terima kasih kepada gubernur dan wakil gubernur serta Pemprov Sumbar yang telah memberikan kehormatan melepas Rusdi Lubis ke peristirahatan terakhir sekarang,” ucapnya.

Hansastri juga mengungkapkan kenangannya bersama almarhum. Di mana Rusdi Lubis pernah menyampaikan kepada dirinya, bahwa dalam hidup prinsip almarhum berusaha setiap hari ada satu orang yang ditolong dan dimudahkan urusannya. “Prinsip ini telah diterapkan semasa hidupnya. Hingga akhir hayat, bahkan umurnya selalu sehat,” ungkapnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, begitu banyak jabatan yang ada pada almarhum semasa hidupnya, ketika menjadi PNS. Di awali di Kabupaten Pasaman sampai ke Pemprov Sumbar. Begitu banyak juga karya dan kader yang dilahirkan. “Banyak yang berinteraksi dengan beliau (Rusdi Lubis-red). Didikan dan pengajaran yang telah beliau berikan akan jadi amal saleh bagi almarhum,” harapnya.

Mahyeldi Ansharullah juga mengagumi prinsip hidup almarhum yang luar biasa selama mengenalnya. Terutama prinsip idup berbuat kebiakan untuk satu orang setiap harinya. Prinsip ini harus diteladani. “Saya sejak tahun 2004 sudah bertemu beliau saat saya masih di DPRD Sumbar. Bahkan masih bertemu beliau sampai beliau pensiun sebagai sekda tahun 2005,” ungkap Mahyeldi Ansharullah.

Mahyeldi juga mengenang seringnya pertemuan dengan almarhum di masjid. Di mana pertemuan pertama di mesjid saat shalat magrib dan sering bertemu di masjid lainnya. “Jenazah beliau saat berpisah dengan kita terlihat tersenyum. Mudah mudahan kepergian beliau husnul khatimah. Apalagi di bulan ramadhan. Ramadhan ke-16 jelang ke-17. Ini pertanda bagi kita untuk melihat kepergian beliau yang husnul khatimah,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengajak ASN agar meneladani karya, didikan dan keteladanan almarhum yang telah diberikan kepada Sumbar.

Rusdi Lubis lahir 13 Juli 1945, di Nagari Ujung Gading, Kabupaten Pasbar. Rusdi Lubis masuk ke Kantor Gubernur Sumbar dan ditempatkan di Subdit Pemerintahan Desa. Di samping mengerjakan tugas-tugasnya di Subdit Pemerintahan Desa. Ia juga bertugas membantu Gubernur dalam mempersiapkan Rapat Kerja (Raker) Gubernur.

Rusdi Lubis yang rajin dan selalu bisa diandalkan, membuatnya diberi jabatan dan diangkat sebagai Kepala Seksi Transmigrasi, sebagai pejabat eselon V pada tahun 1978. Pada waktu itu kasus transmigrasi sedang hangat-hangatnya, yaitu baru dibukanya lokasi transmigrasi di daerah Sitiung dan Solok.

Rusdi Lubis juga pernah dipercaya sebagai Kepala Bagian Pengembangan Kota, pada masa Wali Kota Padang Hasan Basri Durin. Lalu dimutasi menjadi Kabag Ketataprajaan. Kabag Ketataprajaan merupakan orang yang kerjanya paling sibuk di pemerintahan, di sana ada proyek fisik Pamong Praja.

Di samping itu, Rusdi juga dipercaya sebagai Sekretaris Penyelenggaraan Raker Pemda Sumbar. Tahun 1985, Rusdi dipromosikan oleh Gubernur, Sekda dan Asisten I ke daerah tingkat II yaitu menjadi Bappeda Kabupaten Solok, yang dilantik pada tanggal 18 Desember 1986, dan Rusdi menjadi Kepala Bappeda Kabupaten Solok hingga tahun 1990.

Jabatan yang pernah dipercayakan kepada Rusdi Lubis lainnya yaitu, pernah menjabat sebagai Sekda Kabupaten Solok (1990-1997), Sekda Limapuluh Kota (1997-1999), Asisten Ketataprajaan Setwilda Sumbar (1999-2000).

Selain itu, Pejabat Wako Bukittinggi (1999-2000), Asisten Pemerintahan Setda Sumbar (2001-2002),dan puncak karier Rusdi Lubis adalah tahun 2002, Rusdi menjabat sebagai Sekdaprov Sumbar hingga tahun 2005. Selain dari terus melanjutkan prestasinya di dunia kerja, Rusdi Lubis juga terus melanjutkan pendidikannya. Masuk masa pensiun tahun 2005, Rusdi Lubis masuk Pascasarjana UBH dan menyelesaikan S2 pada 2007. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional