Menu

Selama Tiga Tahun Terakhir Pemko Anggarkan Pendidikan Rp 84 Miliar

  Dibaca : 547 kali
Selama Tiga Tahun Terakhir Pemko Anggarkan Pendidikan Rp 84 Miliar
GEDUNG SEKOLAH—Gedung SMPN 7 Kota Bukittinggi merupakan salah satu dampak penganggaran pendidikan di Kota Jam Gadang sebesar Rp84 miilia selama tiga tahun anggaran.

BUKITTINGGI,METRO
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Pemko Bukittinggi telah menggelontorkan anggaran lebih kurang Rp 84 miliar untuk sarana dan prasarana pendidikan di Kota Bukittinggi.

Anggaran itu diperuntukan untuk pembangunan gedung sekolah baru, rehab dan perbaikan gedung sekolah dengan kerusakan sedang dan berat, pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan sarana penunjang lainnya.

“Sejak 2017 hingga 2020, sudah tersedot anggaran sekitar Rp84 miliar untuk sarana dan prasarana pendidikan, baik itu yang bersumber dari APBD Kota Bukittinggi, maupun yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi, Melfi Abra

Ia menyebutkan, di Kota Bukittinggi terdapat 57 satuan jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMP. Dengan rincian, 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF), 2 TK Negeri, 46 SD Negeri, dan 8 SMP Negeri. Selain itu juga terdapat 5 SMA yang saat ini pengelolaannya berada dibawah naungan Provinsi Sumbar, seperti SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 5.

Dari 57 satuan jenjang pendidikan yang ada tersebut, ada beberapa gedung sekolah yang dilakukan rehab dan dibangun baru. Di mana pada 2018-2019 terdapat beberapa sekolah yang dilakukan rehab dan dibangun baru, seperti SDN 02 Aur Kuning, SD 09 Manggis Ganting, SD 10 Aur Tajungkang Tengah Sawah (ATTS), SDN 17 Pakan Kurai, pembangunan gedung Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF), atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan pendirian TK Negeri 1 Bukittinggi yang berlokasi di Panorama.

Sedangkan untuk 2020, terdapat 9 sekolah yang telah selesai dilakukan rehab dan pembangunan baru, seperti SDN 01 Benteng Pasa Ateh, SDN 06 ATTS, SDN 06 Pulai Anak Aia, SDN 08 Kubu Tanjung, SDN 15 Pulai Anak Aia, SDN 17 Pakan Kurai, SDN 19 ATTS, SMPN 5 Bukittinggi dan SMPN 7 Bukittinggi.

Untuk 2021 juga sudah dianggarkan untuk penyelesaian pembangunan SMPN 4, SDN 04 Garegeh, SDN 05 Tarok Dipo, dan SDN 08 Campago Ipuh, serta rehab SDN 17 Manggis Ganting dan SDN 12 Puhun Pintu Kabun. Selain itu, juga sudah ada DED baru untuk 1 SMPN di Garegeh.”Anggaran untuk rehab dan pembangunan baru gedung sekolah ini bersumber dari APBD Kota Bukittinggi, ditambah DAK,” ujar Melfi.

Menurut Melfi, rehab dan pembangunan baru gedung sekolah yang dilaksanakan itu sebagai bentuk komitmen Pemko Bukittinggi dalam peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus sebagai upaya dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimum dan 8 Standar Nasional Pendidikan.

Pembangunan dunia pendidikan ungkap Melfi, merupakan salah satu prioritas utama yang harus dilaksanakan, karena sekolah merupakan lembaga untuk mencetak generasi terdidik sebagai penerus masa depan bangsa.

“Konsep dari pemerintah daerah, sekolah bukan hanya sebagai tempat anak-anak untuk belajar, tetapi diharapkan sekolah menjadi rumah kedua mereka. Untuk itu, setiap gedung sekolah yang dibangun baru harus memiliki mushola yang representatif, taman untuk tempat anak-anak bermain serta ruang kelas yang nyaman sebagai tempat menimba ilmu,”ujar Melfi. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional