Close

Selama Rentang Empat Bulan Ungkap 303 Kasus Narkoba serta Tersangka

Ilustrasi

PADANG, METRO – Selama bulan Januari hingga April 2019, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar dan jajarannya berhasil mengungkap 303 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan ratusan orang tersangka. Namun, pengungkapan kasus yang tertinggi merupakan Kota Padang.

Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Ma’mun mengatakan, banyaknya pengungkapan kasus yang dilakukan Polda Sumbar dan jajaran, berkat komitmen bersama dan keseriusan semua personel untuk memberantas peredaran gelap narkotika di Sumbar.

“Dari Januari hingga April ada 303 kasus, dengan enyelesaian sementara 163 kasus. Berrdasarkan jumlah penangkapan tersebut Ditresnarkoba Polda Sumbar mengungkap sebanyak 42 kasus, dan penyelesaian sementara 18 kasus. Kasus terbanyak diungkap oleh jajaran Polresta Padang yakni 80 kasus. Penyelesaian kasus sementara 49 kasus,” kata Kombes Pol Ma’mun.

Kombes Pol Ma’mun menambahkan, pada pengungkapan kasus itu, juga dilakukan penyitaan barang bukti narkotika berbagai jenis, baik ganja, sabu, ektasi. Bahkan, ada juga batang ganja yang memang sengaja ditanam oleh pelakunya. Barang bukti tersebut sudah disita untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan.

“Barang bukti berupa sabu yang kita sita seberat 5,77 kilogram, kemudian ganja 23,85 kilogram, pohon ganja sebanyak 6 bantang, dan pil ektasi 130 butir. Dari hasil analisa dan pemeriskaan, sabu berasal dari Riau yang dibawa menggunakan jalur darat masuk ke Sumbar. Sedangkan ganja dari Sumut atau Aceh,” ujar Kombes Pol Ma’mun.

Kombes Pol Ma’mun menuturkan keberhasilan dalam mengungkap kasus, tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian. Namun, yang yang menyedihkan itu semakin banyak pengungkapan berarti peredarannya semakin tinggi. Hanya dibandikan tahun lalu memang semoga bisa menurun.

“Kita sudah memetakan dan menelusuri bandar bandar-bandar narkotika. Dengan pemetaan itu diharapkan dapat mengungkap kasus narkoba dengan jumlah besar.  Yang kita upayakan itu kita kejar kualitas bukan lagi kuantitas. Jadi kita coba petakan dan kita telusuri. Makanya anggota dari polda lebih sering diperbatasan Sumbar dengan Riau, Sumut, untuk jaga itu,” tegasnya.

Kombes Pop Ma’mun mengakhiri Sumbar bukan daerah tujuan utama peredaran narkotika atau pasar narkoba. Tetapi, Sumbar hanya sebagai daerah perlintasan para pengedar, dan hanya dijadikan tempat sebagai transit. Artinya, narkoba itu setelah sampai di Sumbar akan dikirim lagi ke provinsi lain.

“Sumbar hanya transit saja. Sebab dari salah satu yang kita ungkap sampai  sabu 2 kilogrma pada Februari lalu, itu si pelaku mengakunya hanya setengah kilogram saja untuk Sumbar. Sisanya akan dikirim ke luar Sumbar. Ini membuktikan kalau Sumbar tidak jadi pasar utama,” ujar Kombes Pol Ma’mun. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top