Menu

Selama PPKM Kunjungan Berkurang 20-30 Persen, Penggiat Wisata Kapalo Banda Lahirkan Spot Baru

  Dibaca : 118 kali
Selama PPKM Kunjungan Berkurang 20-30 Persen, Penggiat Wisata Kapalo Banda Lahirkan Spot Baru
PEMBERSIHAN OBJEK WISATA— Pemuda penggiat wisata Kapalo Banda, Taram, terus melahirkan inovasi seperti spot baru dan goro membersihkan objek wisata selama pandemi Covid-19.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Pemberlakukan Pem­batasan Kegiatan Masya­rakat (PPKM) dibeberapa Kota di Sumatera Barat dan Provinsi tetangga se­perti Kota Pekanbaru, Riau, berdampak kepada menurunnya jumlah kun­jungan wisatawan lokal dan regional keberbagai objekwsiata di Kabupaten Lima Puluh Kota, seperti Harau dan Kapalo Banda.

Founder Wakanda dan Penggiat Wisata Su­ma­tera Barat, Yahdi, mem­benarkan sejak diber­laku­kannya PPKM level 3 dibe­berapa Kota di Sumbar, jumlah kunjungan keob­jeksiwata Kapalo Banda di Taram, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Ka­bupaten Lima Puluh Kota, berkurang 20-30 persen. “Memang sejak PPKM di­be­rlakukan dan dam­pak­nya berkurang pengun­jung 20-30 persen,” se­but Yahdi melalui pesan WA ketika ditanya war­ta­wan.

Menurunnya jumlah kunjungan keobjekwisata Kapalo Banda, dimam­fatkan oleh para penggiat wisata setempat untuk berbenah dan mem­per­cantik objekwisata dengan melahirkan inovasi dan spot-spot baru. Selain itu, juga terus gencar mem­promosikan objekwisata Kapalo Banda melalui me­dia sosial dan web site.  “Penurunan kunjungan dimamfaatkan oleh ka­wan-kawan pemuda peng­­giat wisata Kapalo Banda untuk berinovasi. Seperti peningkatan pe­masaran di media. Contoh sosmed dan penyempurn­aan web site­. Kemudian juga me­lahirkan spot baru. Mem­perbaharui spot yang la­ma. Terus juga pening­katan ekraf. Di ek­raf kita tambah Satu lagi galery pemasarannya,” ungkap Yahdi.

Berbagai inovasi baru yang dilahirkan penggiat wisata Kapalo Banda, di­yakini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan regional untuk datang berkunjung. Terutama se­telah PPKM selesai dan kasus covid-19 mulai ber­kurang.

Camat Harau, Andri Yasmen, memuji inovasi dan kreativitas penggiat wisata di Kecamatan Ha­rau tidak terkecuali Ka­palo Banda yang sudah terkenal hingga man­ca­negara. Dengan adanta PPKM juga berpengaruh terhadap jumlah kun­ju­ngan yang datang.

“Objekwisata buka de­ngan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dan memang jumlah kun­jungan terutama keobjek­wisata Kapalo Banda, Ta­ram menurun 20-30 per­sen. Karena kunjungan kita yang banyak itu da­tang dari daerah yang terkena PPKM seperti Pa­dang dan Riau,” ungkap Camat.

 Meski mengalami pe­nu­runan, para penggiat wisata setempat tidak kehilangan inovasi, justru waktu kunjungan menu­run dimamfaatkan untuk berbenah dan melahirkan inovasi baru yang tidak kala menariknya. “Tapi saat pengunjung sepi kita berbenah, memperbaiki dan melahirkan inovasi baru. Mulai pengautan kelembagaan, spot-spot poto baru, girai mar­cin­dais.

Hebatnya juga mem­berdayakan pemuda-pe­muda yang putus sekolah. Mulai dari inovasi sampai promosi melalui youtup dan media sosial lainnya juga dilakukan,” ungkap Camat berprestasi itu.

Selain objekwisata yang sudah terkenal seperti Kapalo Banda, Camat Ha­rau Andri Yasmen juga terus mendorong nagari-nagari di Kecamatan Ha­rau untuk menggali pos­tensi wisata yang ada di Nagari untuk dapat dikem­bangkan oleh Pokdarwis bekerjasama dengan BUM­Nag yang ada.

“Pokdarwis beker­jasa­ma dengan BUMNag yang beegerak dibidang pariwisata ada di Taram, Harau, Lubuak Batingkok dengan gunung bungsu dimana view dan peman­dangannya sangat indah. Kita dari 11 nagari juga terus berupayakan untuk mendrikan BUMNag guna menggali potensi nagari, apakah dibidang pariwi­sata, ekonomi kreatif, usa­ha kerakyatan sesuai po­tensi yang ada di nagari itu, sehingga nanti nagari memiliki Pendapatan Na­gari yang besar untuk membangun nagari,” ha­rap Camat. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional