Menu

Selama Pandemi, Keluarga Miskin Bertambah 9.000 KK, Tidak Masuk PKH, KM Dijatah Sembako Rp200/Bulan di Kota Padang

  Dibaca : 86 kali
Selama Pandemi, Keluarga Miskin Bertambah 9.000 KK, Tidak Masuk PKH, KM Dijatah Sembako Rp200/Bulan di Kota Padang
Afriadi Kepala Dinas Sosial Kota Padang.

KUINI, METRO–Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang melansir ter­jadi penambahan jumlah keluarga miskin selama pandemic Covid-19 ber­langsung sejak tahun 2020 lalu. Penambahan ke­luar­ga miskin sangat sig­nifikan mencapai 9.000 kepala ke­luarga (KK).

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi me­nye­butkan, angka 9.000 itu termasuk dalam total  war­ga miskin Kota Padang yang mencapai 28 ribu KK.

Saat ini, semua ke­luar­ga miskin itu sedang di­jadwalkan bakal mene­rima bantuan sembako sebesar Rp200 ribu per bulannya dari Kemen­te­rian Sosial. Penerima sem­bako adalah mereka yang tidak dapat Program Ke­luarga Ha­ra­pan (PKH).

Untuk diketahui, seba­gai upaya percepatan pe­nanggu­langan kemiskinan, sejak tahun 2007 Peme­rintah Indone¬sia telah melaksanakan PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan isti­lah Conditional Cash Tran­sfers (CCT) ini terbukti cu­kup berhasil dalam me­nang­gulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masa­lah kemiskinan kro­nis.

Sebagai sebuah program bantuan sosial ber­syarat, PKH membuka ak­ses keluarga miskin teru­tama ibu hamil dan anak un­tuk memanfaatkan ber­bagai fasilitas layanan ke­sehatan (faskes) dan fasi­litas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka.Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyan­dang disabilitas dan lanjut usia dengan memper­ta­han­kan taraf kesejah­te­raan sosialnya sesuai de­ngan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Melalui PKH, keluarga miskin didorong untuk me­miliki akses dan meman­faatkan  pelayanan sosial dasar kesehatan, pen­didi­kan, pangan dan gizi,­pera­watan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlin­dungan sosial lainnya yang merupakan program kom­plementer secara berke­lan­jutan. PKH diarah­kan untuk menjadi episen­trum dan center of excellence penanggulangan ke­mis­kinan yang mensi­ner­gikan berbagai program perlin­dungan dan pem­ber­da­yaan sosial nasional.

“Bulan Juni, bagi yg tidak masuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) bakal menerima sem­­bako. Mereka bakal te­rima sembakonya melalui program e-Warung. Total­nya Rp200 ribu setiap bu­lan,” sebut Arfiadi.

Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat tersebut di masa pandemi ini. Meski bantuannya tak banyak, setidaknya bisa diman­faat­kan untuk memenuhi ke­bu­tuhan harian. Di sisi lain, laju kenaikan penduduk miskin akibat pandemi Co­vid-19 dapat ditekan ka­rena program perlin­du­ngan sosial yang diku­cu­r­kan pemerintah.

Data keluarga miskin ini, sebut Afriadi, selalu diperbaharui setiap bulan. Ada yang bertambah, ada pula yang telah beralih status. “Jadi datanya selalu berubah tiap bukan. Da­tanya kita kirim ke kemen­terian. Nanti orang kemen­terian yang memverifikasi. Kita hanya mengajukan,” tandasnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional