Menu

Selama Operasi Jaran 2019, Polda Tangkap 59 Tersangka Curanmor

  Dibaca : 93 kali
Selama Operasi Jaran 2019, Polda Tangkap 59 Tersangka Curanmor
Wadirreskrimum Polda Sumbar( AKBP Muchtar Siregar)

PADANG, METRO – Selama Operasi Jaran (Kejahatan Kendaraan) 2019, Polda Sumbar berhasil mengungkap 47 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang merupakan target operasi (TO) dengan 59 orang tersangka yang sudah ditahan. Tak tanggung-tanggung, 48 kendaraan bermotor hasil curian disita sebagai barang bukti.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar AKBP Muchtar Siregar mengatakan Operasi Jaran ini dari tanggal 29 Agustus -11 September 2019. Dalam operasi tersebut, pra tersangka yang ditangkap merupakan pelaku-pelakh curanmor yang beraksi di wilayah Sumbar dan merupakan para pemain sepesialis yang sudah profesional melakukan aksinya.

“Para tersangka ini semuanya sudah menjadi target atas kasus Curanmor. Mereka umumnya sudah banyk TKP. Tidak satu atau dua kali melakuakn curanmor. Tetapi beraksi di banyak tempat dan memang spesialis dengan sasaran sepeda motor di rumah maupun di tempat umum,” kata AKBP Muchtar.

AKBP Muchtar menjelaskan, berdasarkan kasus-kasus yang telah diungkap, jumlah tersangkanya sebanyak 59 orang. Selain itu, Ada 48 barangbukti ranmor dalam kasus ini. Sebanyak 45 buah sepeda motor, dan 2 mobil. Tidak hanya ranmor saja, pihaknya juga menyita 3 senjata api lengkap dengan amunisi dan sebuah senjata tajam jenis parang.

“Pengungkapan paling banyak adalah Polresta Padang sebanyak 10 kasus, dengan 13 tersangka. Selanjutnya Polres Pasaman Barat, sebanyak 8 kasus dengan 6 tersangka. Polresta Padang, barang bukti kendaraan bermotor 13 unit, yakni 12 sepeda motor dan 1 mobil. Kemudian, di Polres Pasaman Barat ada 6 sepeda motor barang bukti,” ungkap AKBP Muchtar.

AKBP Muchtar menjelaskan, jajaran Ditresrkimum Polda Sumbar, pada Operasi Jaran 2019 mengungkap sebanyak 2 kasus, dengan 4 tersangka. Para tersangka ditahan di sel mapolda, untuk proses lebih lanjut dan akan terus dikembanhkan untuk mengungkap jaringannya. Sedangkan kasus terbesar yang diungkap oleh Ditreskrimum Polda Sumbar adalah kasus perampokan truk telur. Pada kasus ini ada 6 tersangka, namun 3 tersangka masih buron.

“Para tersangka memiliki senjata api. Dua tersangka ditembak karena melarikan dan dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan anggota karena mempunyai senjata. Tiga pelaku lainnya masih diburu dan DPO. Pelaku kejahatan mayoritas residivis. Mereka, walaupun sudah pernah ditangkap dan di penjara tetap melakukan perbuatan yang sama,” jelas AKBP Muchtar.

AKBP Muchtar menuturkan para pelaku kejahatan curanmor tidak juga jera meski telah berulang kali masuk lenjara, beralasan karena faktor ekonomi. Untuk curanmor, yang menjadi sasaran paling banyak merupakan sepeda motor. Hal itu dikarenakan sepeda motor lebih mudah untuk dicuri dibandingkan mobil

“Mereka biasanya juga punya jaringan. Ada yang menampung hasil curiannya. Untuk anak di bawah umur terlibat curanmor juga ada. Untuk alat yang digunakan mencuri sepeda motor biasanya disebut kunci leter T. Mengantisipasi agar tidak jadi korban, kita harus waspada dengan menggunakan kunci ganda atau kunci pengaman,” ujarnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional