Menu

Selama 2020, Kejahatan di Sumbar Turun Drastis

  Dibaca : 95 kali
Selama 2020, Kejahatan di Sumbar Turun Drastis
PAPARKAN— Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat memaparkan kondisi kamtibmas selama tahun 2020.

PADANG, METRO
Selama tahun 2020, Polda Sumbar mencatat kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukumnya mengalami penurunan yang drastis. Pasalnya, Polda Sumbar dalam setahun hanya mengani 8.049 kasus.

Angka tersebut jauh mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 yang sebanyak 11.917 kasus. Penurunan ini terjadi disebabkan berbagai hal, salah satunya karena faktor pandemi Covid-19.

Dari 8.049 kasus yang ditangani, setidaknya 85,5 persen telah diselesaikan atau sekitar 6.883 kasus. Jumlah penyelesaian kasus ini mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2019 yaitu 6.958 kasus dari 11.917 kasus yang ada.

Beberapa tindak pidana yang terjadi di Sumbar masih didominasi kasus pencurian sebanyak 2.705 dan yang telah selesai diproses sebanyak 864 kasus. Kemudian kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi 2.686 kasus.

Setelah itu kasus penggelapan terjadi sebanyak 824 kasus dan yang paling banyak terjadi di Kota Padang dengan 286 kasus dan yang telah selesai sebanyak 199 kasus.

“Kita berharap tren penurunan angka kejahatan ini dapat dipertahankan di tahun depan,” kata Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto kepada wartawan saat rilis akhir tahun, Kamis (31/12).

Selain dampak pandemi, kata Irjen Pol Toni, penurunan angka tindak pidana ini juga faktor anggotanya yang berada di lapangan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Begitupun peran masyarakat dalam mewujudkan kamtibnas.

“Kami akan berupaya memberikan pengayoman, perlindungan kepada masyarakat, untuk menciptakan situasi kamtibmas agar tetap kondusif di Sumatra Barat,” ungkap Irjen Pol Toni.

Tangkap 1.242 Tersangka Narkoba
Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, kasus narkoba masih menjadi prioritas agar tidak ada lagi peredaran barang haram itu di Sumbar. Hal itu dibuktikan dengan jumlah tangkapan Polda Sumbar dan jajaran selama setahun mencapai 1.242 pelaku penyalahgunaan narkoba di daerah itu sepanjang 2020.

“Kita ingin penegakan hukum terhadap pelaku ini tegas dan tidak dibeda-bedakan seperti di Malaysia dan Singapura baik produsen, pengedar, bandar dan penguna hukumannya sama,” kata dia.

Menurut Irjen Pol Toni Harmanto, peredaran narkoba di daerah ini banyak dari provinsi tetangga dan masuk melalui wilayah perbatasan. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya untuk mempersempit ruang mereka dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku baik bandar, pengedar, kurir dan lainnya.

“1.242 tersangka narkoba itu terdiri dari berbagai kategori umur mulai usia 15-18 tahun sebanyak 43 orang dan 496 orang berumur 19 hingga 28 tahun, 666 orang berumur 29-49 dan 37 orang berusia lebih dari 50 tahun. Dari data itu terlihat kalau peredaran narkoba ini sudah masuk di segala umur dan ini menjadi perhatian bersama,” ungkap Irjen Pol Toni.

Sementara itu Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan 1.242 tersangka itu terdiri dari 1.161 pria dan 38 perempuan serta 43 pelaku anak. Untuk latar belakang profesi juga beragam mulai dari ASN empat orang, tujuh orang Polri, pelajar 29 orang, mahasiswa 45 orang, pengangguran 120 orang, 401 orang swasta, 402 orang wiraswasta, 145 buruh dan 89 orang petani.

“Kasus menonjol adalah dengan tersangka Yusuf Yasin dan Suzila dengan barang bukti 2,1 kilogram sabu-sabu, 5.708 ekstasi, dua unit mobil, empat sertifikat dan uang senilai Rp589 juta,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional