Close

Sel Polresta Padang Dijebol Tahanan

tahanan kabur - posmetroweb
ilustrasi

PADANG, METRO–Kelihaian Alexander (31), tahanan narkoba yang sudah 47 hari mendekam di sel tahanan Polresta Padang benar-benar bikin polisi mati langkah. Bayangkan saja, di tengah ketatnya penjagaan, pemilik 5 gram sabu itu masih bisa kabur dari sel tahanan. Ruangan internet dijebolnya. Atap dikupak. Lalu, dia kabur di kegelapan Subuh, Selasa (22/9). Ulah Alexander membuat seisi Mapolresta Padang kalang-kabut.

Sampai Selasa sore, keberadaan Alexander tidak jua terdeteksi. Padahal, puluhan polisi memburunya. Alexander bak hilang ditelan bumi. Usai membobol tahanan, dia menghilang. Asumsi polisi, dia kabur sekitar pukul 05.00 WIB. Sebab, pada pukul 04.30 WIB, polisi yang melakukan penjagaan sel tahanan masih melakukan pemeriksaan, dan Alexander masih berada di ruang tahanan.

Polisi baru tahu Alexander kabur sekitar pukul 07.00 WIB, persisnya ketika dilakukan absensi rutin. ”Rupanya, dia sudah tidak ada di ruangan tahanan. Mungkin kaburnya sekitar pukul 05.00 WIB. Petugas mengetahui berkurangnya tahanan setelah melakukan absen kepada tahanan. Setelah dihitung jumlah tahanan yang awalnya 98 orang ternyata setelah dihitung tinggal 97 orang. Ternyata setelah dicek ruang sel ada satu orang kabur dengan cara memanjat dinding sel,” ungkap Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana, Selasa siang.

Kaburnya Alexander membuat suasana Mapolresta buncah. Polisi penjaga tahanan tak menduga, Alex – panggilan pelaku –, yang merupakan tahanan titipan Polsekta Padang Selatan, bisa kabur dengan cepat. ”Tahanan ini sudah 47 hari di sini, dia terkait kasus narkoba dengan barang bukti delapan linting ganja dan 5 gram sabu. Tahanan ini diduga sudah mengetahui seluk beluk sel Polresta Padang,” kata Wisnu Andayana.

Wisnu menuturkan, saat Alexander kabur, tahanan lain sedang tidur, petugas piket jaga pada saat itu sudah melakukan cek pada pukul 04.30 WIB dan ketika itu Alexander masih ada di dalam sel, namun pada pukul 07.00 WIB ternyata tahanan itu sudah tidak ada. ”Kita menduga ini ada keterlibatan orang dalam karena saat penjagaan dilakukan ada tiga orang. Hasil pemeriksaan, satu orang tidak masuk dan setelah kita mencek ke rumahnya ternyata di rumah oknum polisi yang tidak masuk ini didapati ganja, tapi kita masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Wisnu mengakui kondisi tahanan di Polresta Padang ini sudah over kapasitas. Saat ini, jumlah tahanan ada sebanyak 98 orang itupun sudah dikurangi. Dimana kemarin ada sekitar 105 orang dan sebagian sudah dititipkan di LP Kelas II A Muaro Padang dan pihak Lapas juga sudah angkat tangan karena sel disana juga sudah over kapasitas.

Wisnu menduga ada kaitannya oknum polisi yang tidak masuk ini dengan tahanan yang kabur dan kini mereka sedang diperiksa Propam Polresta Padang. Kini, Tim Buser dan anggota Brimobresta Padang langsung memburu tahanan kabur tersebut.
Mengenai over kapasitas tahanan, Kapolresta Padang sudah mengajukan untuk pembangunan ruang tahanan dan kantor Polres ke Polda Sumbar. “Kondisi tahanan kita sudah tidak bagus lagi banyak bangunannya yang sudah lapuk,” katanya. (age)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top