Menu

Sekolah Tatap Muka di Masa Pendemi, Armen: Seperti Menarik Rambut dalam Tepung

  Dibaca : 565 kali
Sekolah Tatap Muka di Masa Pendemi, Armen: Seperti Menarik Rambut dalam Tepung
Armen Faidal

SUKARNOHATTA, METRO
Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Armen Faidal, menyoroti terkait meningkatnya jumlah guru terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Payakumbuh pasca dimulainya belajar tatap muka sejak beberapa waktu lalu. Bahkan, sepekan terakhir tercatat ada 42 orang guru dan kepala sekolah dinyatakan position covid-19.

Politisi Demokrat Kota Payakumbuh ini menyebut, sungguh menyedihkan sekali banyaknya tenaga pendidik terkonfirmasi positif covid-19. Dia menilai, Disdik tentunya punya persoalan yang serba salah. Bila sekolah melalui jaringan (Daring) lewat internet, jelas tidak efektif dan jika terus menerus pakai internet dikhawatirman anak-anak didik akan ketinggalan dari dari daerah lainnya.

Namun, sebut tokoh muda Payakumbuh ini, saat sekolah tatap muka dimulai timbul pula persoalan baru, dimana banyak guru terkonfirmasi positif covid-19. Disampaikannya, kondisi ini bak menarik rambut dalam tepung artinya rambut tidak putus dan tepung tidak berserakan.

“Kini bak menarik rambut dalam tempung, artinya ada Dua yang harus dijaga, rambut jangan putus dan tepung jangan tumpah. Artinya bila ingin sekolah efektif/tatap muka terhindar dari covid 19 maka upaya yang mungkin dilakukan adalah tetap sekolah tatap muka, tetapi pengawasan dari guru dan Disdik harus ketat. Anak-anak jaga jarak, palak masker dan cuci tangan disediakan oleh sekolah,” jelas Armen Faidal, kepada Wartawan menanggapi terkait banyaknya guru yang positif covid-19.

Menurut Armen Faidal, anak-anak sekolah jangan sampai ada yang terpapar covid-19. Untuk itu, dia mengingatkan agar pengawasan terhadap siswa yang dilakukan Kepala sekolah dan guru mulai dari datang hingga pulang benar-benar dijalankan secara ketat dan sesuai protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.

“Kita meminta kawan-kawan di Disdik meningkatkan kehati-hatiannya dalam mengawasi anak-anak didik mulai dari saat datang hingga pulang benar-benar dipastikan mereka menerapkan prokes covid-19. Kemudian juga kepada tenaga pendidik dan kependidikan harus memberi contoh dan edukasi penerapan pelaksanaan prokes covid-19 kepada murid,” harapnya mengingatkan.

Selain itu, Armen Faidal juga mengingatkan semua elemen masyarakat untuk bekerjasama dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan baik dilingkungan keluarga, masyarakat sampai sekolah dan perkantoran. Hal ini perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Payakumbuh, sehingga anak-anak bisa sekolah tatap muka tanpa kecemasan dan kekhawatiran akan tertular covid-19.

Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Devitra, menyebut Tim gabungan terus memberikan edukasi baik kepada siswa, guru dan tenaga kependidikan. Termasuk pengawasan siswa setelah pulang sekolah dan di jam sekolah yang berkeliaran. Meski hingga kini belum tercatat ada siswa dan guru yang kedapatan melakukan pelanggaran Perda AKB, namun pihaknya tidak segan-segan memberikan tindakan tegas sesuai perda bila ada guru dan siswa yang kedapatan melanggar protokol kesehatan covid-19.

“Sampai sekarang belum ada. Apabila ditemukan kita alan sampaikan kediknas stay cabdin wilayah provinsi yang ada di Payakumbuh. Kalau Tim gabungan terus menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah baik ke siswa, guru dan tenaga kependidikan. Termasuk pengawasan siswa setelah pulang sekolah dan di jam sekolah yang berkeliaran,” sebutnya.

Satgas Covid-19 melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Bakhrizal, mengingatkan agar guru mematuhi protokol kesehatan. Mengingat, banyaknya guru yang terkonfirmasi positif covid-19 sejak sepekan terakhir.

“Peningkatan itu karena kita sudah menjadwalkan sekali sebulan diulang swab. Karena kita memang betul betul menjaga agar benar benar covid-19 terkendali. Dan kita tekan kan para guru patuhi protokol kesehatan,” pinta Bakhrizal.

Dia menyebut, menjelang vaksinasi dilakukan pihaknya tetap akan terus melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik di tengah masyrakat maupun dilingkungan sekolah. “Untuk jadwal vaksinasi ditetapkan oleh pusat, dan untuk Payakumbuh berkemungkinan Februari. Menjalang vaksinasi dilakukan kita tetap akan terus melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik di tengah masyarakat maupun di lingkungan sekolah. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional