Menu

Sekolah Mulai Diberlakukan, Yudas: Tidak Boleh Ada Kantin di Sekolah

  Dibaca : 394 kali
Sekolah Mulai Diberlakukan, Yudas: Tidak Boleh Ada Kantin di Sekolah
Bupati Kabupaten Kepulauan  Mentawai, Yudas Sabaggalet bersama Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin.

MENTAWAI,METRO
New normal bakal diterapkan  di Kabupaten Kepulauan Mentawai  pada 8 Juni 2020 usai diberlakukannya perpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 3 berakhir pada tanggal 7 juni 2020.

 Bupati Kabupaten kepulauan  Mentawai, Yudas Sabaggalet usai Video Konfrensi dengan Gubernur Sumatra barat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se kabupaten provinsi Sumatra barat mengatakan melalui koordinasi bersama instansi Vertikal, ada 5 hal yang perlu dipersiapkan untuk sistim kesehatan di 4 pulau besar yang  ada di Kabupaten kepulauan Mentawai yakni, Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau pagai utara dan pagai selatan.

 “Di setiap pulau di 10 kacamatan se kabupaten kepulauan Mentawai  diupayakan memiliki pusat kesehatan untuk mempermudah penanganan kasus Covid-19. Sehingga yang terinfeksi Covid-19 umpanya di pulau Siberut, tidak perlu ke pulau Sipora,” kata Bupati Yudas Sabaggalet kepada Wartawan, saat Konfrensi Pers di ruang rapat Sekretariat Daerah Mentawai. Kamis, (28/5/).

Hal itu, dilakukan untuk menghindari gesekan penularan. Begitu juga sebaliknya, pulau Pagai Utara dan Selatan. Ia juga menambahkan, di setiap pulau tersebut diupayakan fasilitas dan tenaga medis terpenuhi sesui standar kesehatan Penanganan Covid-19.” Ini hal yang pertama,” kata Bupati.

 Yang kedua sistim transportasi, Mentawai merupakan daerah kepulauan yang dikelilingi laut. Tentu Kapal penumpang mesti menerapkan Physikal Distancing atau jaga jarak. Dan setiap pelabuhan diupayakan memiliki satu jalur pemeriksaan orang masuk dan keluar,  ujarnya.

 “Lalu di tempat keramain, seperti pasar di sikakap, sioban, dan sikabaluan. Itu harus kita tata sedemikian rupa selama sembilan hari kedepan,” ungkapnya.

 Seterusnya persiapan ketiga, Sistim Pendidikan dibagi menjadi 3 zona yakni, zona merah belum diperbolehkan sekolah, zona hijau catatan, seperti di Muara Siberut, Sikakap atau Ibukota disetiap Zona Hijau boleh sekolah namun memakai waktu ganti atau sif. Kemudian Zona hijau di perkampungan sekolah seperti biasa.

 “Untuk di Sipora kelas 4 kebawah tidak disekolahkan dahulu, karena mereka masih dalam masa permainan. Lalu tidak boleh ada kantin di sekolah karena mereka telah dibagi per sif, 3 jam pulang,” ujar Yudas. Persiapan keempat adalah sistim komunikasi disetiap kecamatan memiliki sinyal 4G, agar dapat melakukan Komunikasi secara Video Konfrensi.

 Selanjutnya,  persiapan kelima sistim pariwisata, bagi para wisatawan untuk dapat memasuki satu jalur di setiap pulau di kabupaten kepulauan Mentawai agar wisatawan mudah diperiksa dan di data.

 “Kemudian  di rumah Ibadah, mereka tetap beribadah tetapi sesui protokol kesehatan diantaranya, memakai masker dan jaga jarak. Untuk kita di Gereja menjaga jarak tempat duduk. Bagi saudara kita Muslim memberikan tanda tempat shalat di masjid,”  terang Yudas.

 Yudas mengatakan, keputusan PSBB tahap 3 di Mentawai merupakan peraturan pusat dan provinsi sebagai dasar payung hukum untuk melaksanakan PSBB sesui peraturan Gubernur Sumatra Barat.(s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional