Menu

Sekolah Keluarga Turunkan Angka Perceraian, Angkatan III Diikuti 800 Peserta, BUKITTINGGI, METRO

  Dibaca : 535 kali
Sekolah Keluarga Turunkan Angka Perceraian, Angkatan III Diikuti 800 Peserta, BUKITTINGGI, METRO
MEMUKUL GONG—Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memukul gong sebagai tanda dibukanya Sekolah Keluarga angkatan III.

Pemerintah kota Bukittinggi membuktikan komitmennya dalam keseimbangan antara pembangunan fisik dan non fisik dengan melanjutkan porgan sekolah keluarga untuk angkatan ke III tahun 2020. Sekolah keluarga tahun ini, kembali langsung dilaunching oleh Wali Kota Bukittinggi, di Balairung rumah dinas wako, Rabu (19/2).

Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny Yesi Endriani Ramlan, selaku inisiator menjelaskan, Sekolah Keluarga tahun 2020 ini merupakan pelaksanaan untuk angkatan ke III. Dimana pada tahun ini, peserta yang diterima sebanyak 800 warga dan dilaksanakan di 24 kelurahan.

“Tahun ini Alhamdulillah bisa kita laksanakan di 24 kelurahan yang ada di Bukittinggi. Setiap kelurahan ada 30 orang peserta. Karena peminatnya sangat banyak, kita bisa terima 800 peserta untuk tahun ini. Peserta akan mengikuti 16 kali pertemuan dengan 4 kuliah umum. Sementara, alumni sekolah keluarga pada dua tahun sebelumnya dilibatkan sebagai panitia,” jelas Yesi.

Yesi menyampaikan, Sekolah Keluarga ada untuk menjawab keresahan karena banyaknya persoalan sosial di Bukittinggi. Sekaligus merupakan salah satu cara dalam mempersiapkan keluarga menghadapi Bonus Demografi pada tahun 2045.

“Bagaimana perlakuan kita hari ini, itu pula yang akan diberikan anak kita nanti. Semua itu tergantung dari orang tua di rumah. Sekolah Keluarga diharapkan dapat membimbing orang tua dalam mengawal anak dan generasi muda kita menjdi generasi emas di tahun 2045. Ditangan kita saat ini lah, kualitas anak akan ditentukan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, Sekolah Keluarga berawal dari inovasi ketua TP PKK sebagai jawaban atas kekhawatiran atas beratnya beban bonus demografi yang akan kita terima pada tahun 2045. Sepakat dengan Ketua PKK, menurut Ramlan Sekolah Keluarga menjadi jalan keluar terhadap persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. Kuncinya ada di keluarga. Karena itu guna mewujudkan keluarga yang kuat, sakinah mawadah warrahmah itu, perlu penguatan keluarga lewat Sekolah Keluarga.

“Manusia produktif akan didapat dari kerja keras dan disiplin. Membentuk manusia yang mau bekerja keras dan disiplin itu awal nya berasal dari keluarga. Jika telah terwujud keluarga yang kuat, disiplin, sakinah mawaddah wa rahmah, maka telah membantu negara mewujudkan generasi muda yang berkualitas. Ramlan juga berharap nantinya, sekolah keluarga bisa membentuk kelompok ekonomi yang bisa menopang perekonomian keluarga,” ujar Ramlan.

Lebih lanjut, Wako juga mengakui, setelah berkoordinasi dengan Pengadilan Agama, pelaksanaan Sekolah Keluarga dalam dua tahun terakhir, ternyata sangat berpengaruh terhadap angka perceraian yang semakin menurun di Bukittinggi. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional