Menu

Sekolah Favorit Penuh,  Pinggir Kota Kekurangan Siswa

  Dibaca : 179 kali
Sekolah Favorit Penuh,  Pinggir Kota Kekurangan Siswa

BUNDO KANDUANG, METRO – Sejumlah sekolah SMP Negeri di Kota Padang tercatat masih kekurangan siswa dalam hari terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap II, Rabu (3/7). Jumlah daya tampung sekolah yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) belum tercapai semua.

Sekolah yang berada di kawasan pinggir kota terpantau banyak kekurangan siswa. Berdasarkan data psb.diknaspadang.id hingga pukul 15.00 WIB, tercatat sejumlah SMP Negeri yang tak memenuhi kuota. Seperti yang terjadi di SMP Negeri 43 Padang di Jalan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Kototangah. Dari jumlah pagu (daya tampung) yang ditetapkan sebanyak 84 siswa, baru 73 yang sudah diisi.

Di SMP 19 terletak di Jalan Raya Padang Painan KM 19 Bungus Teluk Kabung pun juga sama, dari kuota 201 siswa hanya mendapatkan 128 siswa, SMP 22 di Jalan Tutwuru Handayani Siteba Naggalo, dari kuota 236 hanya menerima 229 siswa, SMP 23 yang terletak di Jalan Koto Luar Limau Manis Pauh dari 248 siswa yang dibutuhkan hanya 152 siswa yang mendaftar.

Begitu pula di SMP Negeri 27 Padang terletak di pinggir kota tepatnya di Jalan Air Paku Sungai Sapih Kuranji, membuat kuota di SMP ini tidak terpenuhi, dari 189 kuota yang ditetapkan hanya 180 siswa yang mendaftar. Hal serupa juga terjadi di SMP 32 di Jalan Sungai Lareh, dari 194 kuota yang tersedia hanya 148 siswa yang terpakai.

SMP 36 di Jalan Raya Padang Painan Bungus Teluk Kabung, dari daya tampung 144 siswa hanya 58 siswa yang berminat. Di SMP 37 pun begitu, dari 58 kuota yang ditetapkan hanya 37 siswa yang melamar. Selanjutnya, di SMP Negeri 38 di Jalan Tarantang RT 01 RW 01 Lubuk Kilangan yang mendaftar hanya 162 dari daya tampung 179 siswa.

Kemudian, SMP Negeri 40 di Jalan Bunda Raya, Ulak Karang. Meski terletak di tengah-tengah kota tak menjamin banyak peminat, buktinya dari daya tampung 81 siswa yang disediakan hanya 64 siswa yang terpenuhi. Sama halnya di SMP 10 di Jalan Bandar Puding, Kuranji dari kuota 243 hanya 222 siswa yang mendaftar. Sementara, sejumlah sekolah yang telah memenuhi daya tampung. (lihat grafis)

Sebelumnya nasib serupa juga dialami SMP Negeri 2 yang menjadi salah satu SMP favorit yang berlokasi di Jalan Bundo Kanduang Nomor 27 Padang Barat. Pada hari pertama pendaftaran PPDB tahap II, Selasa (2/7) lalu, SMP Negeri 2 Padang belum memenuhi kuota yang ditetapkan sebanyak 217 siswa.

Hari pertama siswa yang mendaftar hanya 177 siswa. Meski begitu, di penghujung pendaftaran PPDB sekolah tersebut berhasil memenuhi daya tampung. Hal itu dibenarkan salah seorang Panitia PPDB di SMP Negeri 2, Erlinawati. Hingga saat ini yang telah mendaftar di SMP 2 sebanyak 221 siswa.

“Kalau hari pertama pendaftaran biasanya memang belum banyak yang daftar. Tapi dengan sistem zonas ini, junlah siswa baru yang mendaftar pada hari tekahir inj sudah memenuhi pagu yang ditetapkan,” kata Erlinawati saat ditemui POSMETRO, kemarin.

Untuk dapat mencapai jumlah pagu, kata Erlinawati, SMP Negeri 2 terus melakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat. Bahkan, dia menegaskan bahwa pihaknya berani beradu prestasi dan inovasu dalam rangka menarik jumlah siswa sebanyak-banyaknya. Tak hanya itu, kualitas guru juga sudah berijazah S1.

“Untuk nilai siswa yang kita terima juga cukup tinggi-tinggi, pada PPDB bebas zona kemarin bahkan kita menerima siswa dengan nilai rata-rata 91. Tujuannya agar anak-anak kita di SMP 2 ini mampu bersaing dengan sekolah lainnya,” ujar Erlinawati.

Terpisah, Kepala SMP 2 Witra Dewi menyebutkan, bahwa sebelumnya Disdik telah melakukan sosialisasi. Untuk PPDB online tahun pelajaran 2019/2020 ini, dia menyatakan penyelenggara PPDB di SMP 2 berjalan lancar. “Kita menjalankan PPDB sesuai juknis. Kuota peserta didik baru yang diterima sebanyak 217 siswa yang terbagi dalam 8 rombongan belajar (rombel),” kata Witra Dewi.

Hari kedua pendaftaran PPDB, kata Witra, pelaksanaan optimal karena pihaknya selaku pimpinan juga turut serta memberikan informasi dan arahan kepada orangtua dan calon siswa yang datang. Dia menekankan kepada guru dan tim verifikator di loket pendaftaran untuk memberikan pelayanan yang prima kepada orang tua dan calon siswa baru.

Orang Tua Siswa Harap-harap Cemas

Pantauan di SMP 2 Padang pukul 10.13 WIB, tidak tampak keramaian di sekolah tersebut, terlihat para orangtua murid menanti giliran dipanggil oleh petugas verifikator. Ada 4 ruangan yang dilengkapi dengan meja dan kursi dengan petugas yang siap menerima pendaftaran PPDB online. Berkas-berkas juga tak tertumpuk di meja.

Hal serupa juga terpantau di SMP 30. Tampak sejumlah orang tua sedang duduk di lorong-lorong sekolah menunggu antrean. Ada satu petugas yang mondar mandir untuk memanggil orangtua calon siswa jika ada kesalahan saat pendaftaran. Rata-rata kesalahan orangtua calon siswa itu terkait nama anak dan KK.

Salah seorang orangtua calon siswa, Neni harap-harap cemas saat mendaftarkan anak sulungnya. Dia mendaftarkan anaknya di SMP Negeri 30 Padang. Salah satu sekolah negeri yang berada di kawasan Andalas, Padang Timur. Dia mengaku belum mengetahui detail terkait informasi PPDB.

“Antah lah diak, ntah lai ka tarimo anak uni ko, nem anak uni se 24 nyo. Anak urang tinggi-tinggi nemnyo. Tapi mudah-mudahan se ditarimo. Uni ndak pulo paham baa sistem zonasi ko, dapek kaba dari kawan-kawan pulo,” aku Neni.

Lain Nei lain juga dengan Wati. Wati berdiri di depan ruang pendaftaran sembari menunggu nama berkas anaknua dipanggil. Dia datang dari pukul 08.00 WIB, Wati tinggal di Simpang Haru. “Insya Allah, soalnyo rumah lai dakek siko. Jalan kaki se sampai. Tapi nem anak wak yo randahnyo 21,” kata Wati. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional